Rabu, 17 April 2013

PRAKIRAAN CUACA WILAYAH PERAIRAN INDONESIA


Berlaku dari jam 07:00 WIB tanggal 18 April 2013 sampai jam 07:00 WIB tanggal 19 April 2013

Awan menyelimuti sebagian besar wilayah Indonesia Bagian Barat tanggal 18-4-2013 kondisi pukul 03:40 WIB.
PERINGATAN CUACA BURUK

Gelombang Laut dengan tinggi 0.5 sampai 2,5 meter  berpeluang dapat terjadi di Selat Malaka bagian Barat, Laut Andaman hingga Samudera Hindia Barat Daya Enggano, Perairan Aceh, Perairan Nias, Perairan Bengkulu, Perairan Enggano, Perairan Selatan Jawa Barat hingga Perairan Selatan Bali, Samudera Hindia Selatan Enggano hingga Selatan Rote. Kecuali di Perairan Mentawai,  gelombang laut dapat mencapai 3 sampai 5 meter.    

RINGKASAN KONDISI CUACA

Dari Citra Satelit terlihat adanya Daerah Tekanan Rendah pada posisi di Samudera Hindia Barat Enggano dan di Perairan Kangean.  Angin di atas wilayah Perairan Indonesia, di Utara Khatulistiwa Barat sampai Timur dan di Selatan Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah Tenggara sampai Barat Laut, dengan kecepatan angin  berkisar antara 3 sampai 25 knot.

Kondisi tersebut memberi peluang pertumbuhan awan dan hujan disertai Badai Guntur dapat terjadi di Selat Malaka bagian Barat, Laut Andaman, Perairan Mentawai dan Sumatera Barat, Perairan Bengkulu, Perairan Lampung, Selat Sunda, Perairan Banten dan Perairan Jawa Barat.

Citra ini diambil pada pita gelombang inframerah dan menggambarkan suhu relatif/hangat atau dinginnya obyek-obyek yang teramati oleh satelit cuaca. Awan-awan rendah umumnya suhunya lebih hangat dan berada relatif dekat terhadap permukaan bumi dan berwarna biru tua s/d hijau muda, sementara awan-awan bersuhu lebih dingin yang umumnya puncak awannya lebih tinggi berwarna oranye s/d pink terang. Citra inframerah ini sangat berguna untuk mendeteksi awan-awan baik di waktu siang maupun malam hari. Foto BMKG.

Prakiraan Musim Kemarau 2013 Di Indonesia

Seperti diketahui bahwa wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, di antara Benua Asia dan Australia, di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, terdapat banyak selat dan teluk, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim/cuaca.
  
Sedangkan fenomena yang mempengaruhi iklim di Indonesia adalah El Nino dan La Nina; Dipole Mode; Sirkulasi Monsun Asia – Australia; Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone / ITCZ); dan Suhu Permukaan Laut di Wilayah Indonesia.

Prakiraan Musim Kemarau 2013 secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Awal Musim Kemarau 2013 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya mulai bulan Mei 2013 sebanyak 110 ZOM (32.2%) dan April 2013 sebanyak 96 ZOM (28.1%). Sedangkan beberapa daerah lainnya awal Musim Kemarau terjadi pada Pebruari sebanyak 1 ZOM (0.3%), Maret 2013 sebanyak 14 ZOM (4.1%), Juni 2013 sebanyak 77 ZOM (22.5%), Juli 2013 sebanyak 26 ZOM (7.6%), Agustus 2013 sebanyak 15 ZOM (4.4%), September 2013 sebanyak 1 ZOM ( 0.3%), Oktober 2013 sebanyak 1 ZOM (0.3%), dan Nopember 2013 sebanyak 1 ZOM (0.3%).
  2. Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1981- 2010), Awal Musim Kemarau 2013, sebagian besar daerah yaitu 147 ZOM (43.0%) sama dengan rata-ratanya dan 117 ZOM (34.2%) mundur terhadap rata-ratanya. Sedangkan yang maju terhadap rata-rata 78 ZOM (22.8%) .
  3. Sifat Hujan selama Musim Kemarau 2013 di sebagian besar daerah yaitu 241 ZOM (70.5%) diprakirakan Normal dan 65 ZOM (19.0%) Atas Normal. Sedangkan Bawah Normal yang 36 ZOM (10.5%).

 Sumber: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar