Wednesday, 16 August 2017

PERINGATAN DINI dari BMKG Untuk Rabu, 16 Agustus 2017


Citra Satelit Himawari-BMKG

JAKARTA,  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika melalui situs webnya pada Selasa, 15 Agustus 2017 pukul 17:41 WIB telah mengeluarkan Peringatan Dini untuk kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia yang berlaku untuk Rabu, 16 Agustus 2017 sebagai berikut :

ACEH
- Waspada Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang di wilayah selatan Provinsi Aceh.
- Waspada gelombang tinggi yang dapat mencapai 3 meter di wilayah peairan barat dan selatan Provinsi Aceh.

SUMATERA BARAT
Waspada potensi hujan sedang-lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Padang,  Agam, Pasaman Barat, Payakumbuh, 50kota pada pagi, siang, malam, dan dini hari.

KEPULAUAN RIAU
Berpotensi  terjadi hujan lebat di wilayah Batam, Karimun, Bintan dan Lingga pada pagi dan siang hari. Untuk transportasi laut dan aktifitas kelautan dihimbau agar waspada terhadap gelombang tinggi di wilayah perairan Natuna serta arus laut yang kuat di seluruh wilayah perairan Kepulauan Riau.

JAMBI
Waspada potensi hujan lebat disertai petir di Kab. Batanghari, Kab. Bungo, Kab. Sarolangun, dan Kab. Tebo pada malam hari.

BENGKULU
Waspada Angin Kencang disepanjang pesisir Barat Bengkulu dan Waspada Gelombang Laut Tinggi s/d 4.0 M diperairan Bengkulu- Enggano & Samudera Hindia Barat Bengkulu.

LAMPUNG
Waspada potensi hujan lebat di Way Kanan, Tubabar, dan Lambar pada sore hari.

BANTEN
Waspada potensi angin kencang di wilayah Kab. Lebak dan Pandeglang bagian Selatan dan gelombang tinggi di Selat Sunda bagian Selatan dan Perairan Selatan Banten.

DKI JAKARTA/JABODETABEK
Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Depok, Tangerang dan Bogor antara sore dan malam hari.

DI JOGYAKARTA
Peringatan dini dari BMKG : NIL Tinggi Gelombang Laut di Pesisir Selatan DIY 3.5 - 4.0 meter.

JAWA TIMUR
Waspadai Ketinggian Gelombang mencapai 2.5 meter di Laut jawa bagian timur, dan Ketinggian gelombang mencapai 3.0 meter di perairan selatan jawa timur.

BALI
Perlu diwaspadai tinggi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih di Perairan Selatan Bali.

NUSA TENGGARA BARAT
Waspadai kenaikan tinggi gelombang ≥ 2.0 meter di Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, dan Perairan Selatan NTB.

NUSA TENGGARA TIMUR
Waspadai potensi angin kencang di Kupang Potensi gelombang tinggi perairan NTTbagian selatan hingga barat Potensi kebakaran lahan di wilayah NTT.

KALIMANTAN TENGAH
Waspada angin kencang di wilayah Pesisir Kalimantan Tengah. Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.

KALIMANTAN TIMUR
Waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Sendawar pada pagi dan malam hari, di wilayah Samarinda pada siang dan dini hari, di wilayah Balikpapan, Penajam, Tenggarong pada dini hari.

KALIMANTAN UTARA
Waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Tana Tidung pada malam hingga dini hari, di wilayah Nunukan pada siang dan dini hari, di wilayah Tanjung Selor pada dini hari.

SULAWESI TENGAH
Berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang dan malam hari di wilayah Donggala, Parimo, Poso, Tolitoli, Buol, Touna, Banggai dan Bangkep.
Berpotensi Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang pada pagi dan siang hari di wilayah Kota Palu, Donggala, Sigi, Parimo, Poso, Touna, Tolitoli, Buol, Banggai, Bangkep, Morowali dan Morowali Utara.

MALUKU UTARA
Waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai petir di wilayah Morotai, Sanana, Maba, Weda dan Labuha pada sore hari dan dini hari

PAPUA
Berpoten Hujan Sedang di wilayah Serui, Sumohai, Wamena, Botawa, Enarotoli, Mulia, Burmeso dan Agats.

PAPUA BARAT
Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan di sertai petir terjadi di Kota Sorong, Aimas, Teminabuan, Kabupaten Tambrauw dan Fakfak.

Sumber: BMKG

Monday, 14 August 2017

Topan Banyan Berintensitas Kuat Berada di Samudera Pasifik


Topan Banyan intensitas kuat. Foto Google Earth/THnews

JAKARTA, Menurut hasil pengamatan Telukharunews pada Senin, 14 Agustus 2017 pukul 17:58 WIB posisi Topan Banyan yang berintensitas Kuat berada di dekat koordinat 23°40'39.56"Lintang Utara dan 163°19'14.63"Bujur Timur, berjarak sekitar 602,06 km (325,64 derajat) sebelah utara-Barat Laut dari Pulau Wake di Samudera Pasifik Barat.

Sementara menurut yang dikutip dari situs web resmi Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency) disebutkan, berdasarkan hasil analisis pada Senin, 14 Agustus 2017 pukul 09:00 UTC atau pukul 16:00 WIB Typhoon BANYAN yang berintensitas Kuat posisi pusatnya ketika itu berada di koordinat 23°40' (23.7°) Lintang Utara dan 163°20' (163.3°) Bujur Timur.

Banyan yang memiliki tekanan di pusat 970 hPa (hectopascal) dikabarkan bergerak maju ke arah Utara dengan kecepatan 15 km per jam (9 knot). Maksimum kecepatan angin dekat pusat 40 meter per detik (75 knot), dan maksimum kecepatan hembusan angin 55 meter per detik (105 knot).

Sementara area angin ≥ 50 knot ALL 60 km (30 mil laut/nautical mile) dan area angin ≥ 30 knot Timur 280 km (150 mil laut) dan Barat 170 km (90 mil laut).

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Sunday, 13 August 2017

Soal Ormas yang akan Dibubarkan, Ini Jawaban Mendagri


Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo enggan memberikan tanggapan pasti apakah Front Pembela Islam (FPI) yang akan dibubarkan seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dia membenarkan ada organisasi kemasyarakatan (ormas) yang segera dibubarkan oleh pemerintah, selain HTI.

Menurut Tjahjo, ormas yang akan dibubarkan itu ormas kecil. Meski terbilang kecil, dia menilai, ormas tersebut mengganggu ketertiban masyarakat. Dia juga berpendapat ormas itu juga melakukan kegiatan yang anarkis.

Ormas yang masih belum diungkapkan identitasnya ini melakukan kegiatan di sejumlah daerah. Tjahjo menyebut ormas ini cukup punya nama di daerah.

"Tunggu tanggal mainnya saja (pembubaran). Itu ormas kecil kok," ujar Tjahjo kepada wartawan usai diskusi UU Pemilu, di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Dia mengatakan pemerintah sudah dua tahun mengawasi aktivitas ormas yang akan dibubarkan ini. Menurut Tjahjo, hasil pengawasan dan pengamatan akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung, kepolisian, serta tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat di daerah.

"Sebab, kami memutuskan apakah ormas ini layak dibubarkan atau tidak, harus memiliki bukti kuat. HTI sebelum dibubarkan sudah 10 tahun pembuktiannya," kata dia.

Karena itu, Kemendagri mengakui pembuktian selama dua tahun masih kurang maksimal. Selanjutnya, kata Tjahjo, Kemendagri akan melakukan klarifikasi data menggunakan sejumlah foto dan video serta alat bukti lain.

Dia menambahkan pembubaran ormas tidak terkait pada agama. “Ormas yang dibubarkan tidak terbatas ormas agama. Ormas umum dan sosial pun jika radikal tetap bisa (dibubarkan)," kata Tjahjo.

Pada 19 Juli lalu, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Dirjen AHU Kemenkumham) Freddy Harris telah mencabut Surat Keterangan Badan Hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pencabutan ini menindaklanjuti Perppu No 2 tahun 2017 tentang Ormas yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

Gempabumi Mw 6,4 Guncang Bengkulu, Jambi Dan Sumbar


Peta lokasi gempabumi Bengkulu Mw 6,4. Foto BMKG Pusat.

JAKARTA, Telukharunews - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Drs. Moch. Riyadi, M.Si. dalam Press Release No.: UM.505/IST 13-10/KPG/VII/2017 menginformasikan pada Minggu, 13 Agustus 2017 pukul 10:08:13 WIB telah terjadi gempabumi berkekuatan Mw (mB) 6,4.

Lokasi gempa dikabarkan berada di koordinat 3.68° Lintang Selatan dan 101.69° Bujur Timur dan pusat gempa berada di dasar laut pada kedalaman 58 km berjarak 71 Km Barat Daya Bengkulu Utara – Bengkulu. Karena gempabumi relatif kecil sehingga tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam tiga puluh menit, tercatat dua gempabumi susulan.
BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan
kepada masyarakat melalui media.

Dampak gempabumi

Berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan (shakemap) dan informasi masyarakat, intensitas
gempabumi di Bengkulu, Bengkulu Utara, Kepahiang adalah II SIG BMKG (V MMI). Sedangkan
di wilayah Lubuk linggau, Kerinci, Bengkulu Selatan, seperti daerah Liwa dan sekitarnya
dirasakan dengan intensitas yang lebih kecil yaitu II SIG BMKG (IV MMI). Untuk wilayah Padang,
Pariaman, Tua Pejat dirasakan II SIG BMKG (III MMI), sedangkan di wilayah Padang Panjang
hingga Bukittinggi I SIG BMKG (II MMI) Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat yang diterima
BMKG bahwa gempabumi dirasakan cukup keras di daerah sekitar Kota Bengkulu dan Bengkulu
Utara dan Kepahiang.

Sementara belum ada laporan informasi kerusakan. Namun demikian BMKG akan terus
memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang
sebenarnya.

Penyebab gempabumi

Berdasarkan parameter gempabumi, kejadian gempabumi ini disebabkan aktivitas subduksi
lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Benioff di bawah cekungan
busur muka (forc arc basin) Samudera Hindia sebelah barat Sumatra. Hasil analisis mekanisme
sumber memperlihatkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh aktivitas subduksi dengan
sesar naik (thrust fault).

Dengan adanya kejadian itu BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami. Selain itu BMKG mengharapkan agar masyarakat tetap waspada dengan kemungkinan terjadi gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil.

Editor: Freddy Ilhamsyah PA