Sabtu, 23 Mei 2015

Indonesia Tidak Lagi Kaya Minyak


Sudirman Said

JAKARTA, Tahun 1970-an, Indonesia pernah mengalami surplus minyak, dimana produksinya mencapai 1,5 juta barel per hari. Namun era itu telah berlalu dan akan sulit bagi Indonesia untuk mencapainya lagi. Di sisi lain, asumsi, cara pikir, regulasi maupun kepemimpinan yang ada, masih belum mengalami perubahan. Untuk itulah, perlu dilakukan perbaikan tata kelola migas secara menyeluruh dan diperlukan dukungan seluruh pihak untuk pelaksanaannya.

“Kita harus berbenah. Tidak bisa lagi menggunakan asumsi di masa lalu. Kita memasuki era sulit dan karena itu membangun kembali atau menata kembali iklim investasi menjadi sesuatu yang penting,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said pada pembukaan The 39th IPA Convention and Exhibitiondi Jakarta Convention Centre, Rabu (20/5).

Menurut dia, hal utama yang harus dibenahi dalam pengelolaan migas terutama adalah masalah leadership atau kepemimpinan. Belajar dari masa lalu, sektor migas lekat dengan perilaku korupsi dan tidak perlu malu untuk mengakuinya. “Kita tidak perlu malu mengakui hal itu, supaya kita punya landasan untuk berbenah kedepan,” tambahnya,

Perombakan kedua yang perlu dilakukan adalah regulasi, antara lain dengan memperbaiki skema bagi hasil maupun item dalam kontrak kerja sama. Kemudahan perizinan, kesederhanaan serta regulasi yang ramah dengan investor, lanjut Sudirman, harus dapat diwujudkan.Hal itu akan dapat dilaksanakan apabila para pelaksana regulasi tidak memiliki vested interest.

Khusus untuk perbaikan tata kelola gas, masih menurut Sudirman, Pemerintah menyadari betul tidak berpolanya tata kelola gas. Pihak yang mendapat alokasi, harga gas maupun prioritasnya, tidak diketahui oleh masyarakat. Untuk meminimalkan keikutsertaan trader gas yang berkarakter seperti calo, saat ini telah didapatkan suatu profil bahwa dari 60 trader, hanya 15 yang memiliki fasilitas gas. Kedepan, Pemerintah akan mewajibkan trader untuk membangun infrastruktur.

Hal lain yang perlu dibenahi adalah hubungan hubungan yang harmonis di antara para pemangku kepentingan, termasuk juga dengan Pemerintah daerah. Sebagai contoh, kunjungan yang dilakukan Kepala SKK Migas ke beberapa Gubernur maupun Bupati, mendapat sambutan positif dan diminta untuk diteruskan.

“Hubungan dengan Pemda harus diteruskan karena merekalah yang punya lahan. Tanpa dibukakan pintu, eksplorasi tidak mungkin dilakukan,” tegas Sudirman.

Sumber : Kementerian ESDM

Rabu, 20 Mei 2015

Menteri ESDM : Ketahanan Energi Indonesia Tidak Perlu Waktu Lama Untuk Terwujud



Foto Ist

JAKARTA, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Indroyono Soesilo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said hari ini, Rabu (20/5) membuka secara resmi “The 39th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2015” (IPA CONVEX 2015) di Jakarta Convention Center. Pada penyelenggaraan kali ini, IPA CONVEX mengusung tema “Working Together to Accelerate Solutions in Anticipating Indonesia’s Energy Crisis” yang diharapkan mampu mendorong solusi alternatif – aplikatif dalam menjawab permasalahan energi di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Menko menegaskan bahwa industri minyak dan gas merupakan sektor strategis dalam menggerakkan sektor-sektor usaha lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sumbangan minyak dan gas mempunyai peranan strategis dan sangat signifikan dalam pembangunan di Indonesia, yaitu sekitar Rp 320,25 triliun atau setara 18% dari total penerimaan negara di dalam APBN Perubahan 2014.

“Industri minyak dan gas Indonesia tidak hanya menjadi sumber pendapatan negara, akan tetapi sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi karena industri ini mempunyai kontribusi yang besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan pertumbuhan industri lokal”, papar Menko.

Seiring dengan meningkatnya konsumsi energi Indonesia yang melampaui laju pertumbuhan hasil produksi, maka saat ini industri minyak dan gas Indonesia memiliki tantangan tersendiri, yaitu meningkatkan penemuan cadangan minyak dan gas baru. Sebagaimana dijelaskan Menko Kemaritiman dalam sambutannnya, “Saat ini, produksi minyak terus mengalami penurunan karena sebagian besar minyak diproduksi dari lapangan-lapangan tua yang ditemukan di era tahun 1970 -an, sehingga saya mengajak seluruh pemangku kepentingan di industri minyak dan gas untuk berperan lebih aktif dalam menjawab tantangan yang ada”.

Selaras dengan penjelasan Menko Kemaritiman, Menteri ESDM menyampaikan bahwa permasalahan mendasar bagi industri hulu minyak dan gas Indonesia adalah sangat rendahnya rasio penggantian cadangan minyak dan gas yang kini berkisar 2:1 untuk produksi minyak dan 1:0,9 untuk produksi gas. “Rendahnya rasio penggantian cadangan migas Indonesia disebabkan oleh kurang berkembangnya usaha eksplorasi migas. Ditambah dengan krisis industri migas dunia, yaitu harga minyak yang turun drastis”, jelas Menteri ESDM.

Untuk menjawab krisis energi yang ada, Pemerintah memiliki langkah-langkah prioritas pembangunan bidang energi, yaitu:

  • Meningkatkan pasokan energi ke depan baik migas, batubara, dan energi terbarukan.
  • Mempercepat pembangunan infrastruktur energi terutama infrastruktur migas dan pengembangan infrastruktur energi terbarukan secara masif.
  • Pengendalian konsumsi energi (melalui regulasi, pengendalian subsidi dan kebijakan harga).
  • Menjalankan program diversifikasi energi dengan mengembangkan energi baru terbarukan, serta melakukan penghematan pemakaian energi melalui program konservasi energi.

Kementerian ESDM juga memiliki langkah-langkah guna menyelesaikan tantangan krisis energi saat ini, yaitu:

  • Mewujudkan kedaulatan energi yang berkeadilan untuk menjamin ketersediaan dan kesinambungan pasokan energi hingga mampu menjadi roda penggerak pembangunan dan ketahanan energi nasional.
  • Mengembalikan Indonesia ke peta minyak dan gas dunia melalui sejumlah upaya, di antaranya: menyelesaikan wilayah kerja yang masa kontraknya akan habis dan memperkenalkan bentuk-bentuk kontrak – kerjasama baru sesuai tingkat risiko lapangan migas.
  • Bertindak segera atas terbatasnya, dan belum terintegrasinya jaringan, prasarana gas nasional.
  • Membangun publik pada Kementerian ESDM dengan menjadikannya sebagai lembaga pelayan publik.

“Kementerian ESDM akan lebih mendorong keterbukaan dan penyederhanaan perizinan melalui penerapan teknologi informasi serta penerapan prinsip tata – kelola pemerintahan yang baik (good government)”, jelas Menteri ESDM.

Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan minyak dan gas, baik nasional maupun internasional, untuk bersama-sama berkontribusi dalam mengatasi krisis energi yang ada. “Tentunya kami berharap, komitmen bersama yang baru demi meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional dapat ditelurkan. Dengan demikian, kemandirian dan bahkan ketahanan energi Indonesia tidak perlu waktu lama untuk terwujud”, tutup Menteri ESDM.

Demikian Siaran Pers Kementerian Energi Sumber Daya Mineral yang disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Publik, Dadan Kusdiana pada Rabu, 20 Mei 2015 (fi)

Sabtu, 16 Mei 2015

Topan Dolphin Memberikan Dampak Terhadap Cuaca Di Indonesia


Gambar : THNews/Google Earth

MEDAN, Berdasarkan hasil pengamatan Telukharunews.com melalui fasilitas Google Earth pada Sabtu, 16 Mei 2015 pukul 17:34:45 WIB dapat diketahui bahwa posisi Topan Dolphin berintenitas sangat kuat berada di koordinat 16° 7'20.47"Lintang Utara dan 141°15'28.84"Bujur Timur berjarak sekitar 2.184,07 km sebelah Tenggara dari Taipei, Taiwan atau sekitar 2.280,41 km sebelah timur-Timur Laut dari Kota Metropolitan Manila, Filipina.

Menurut BMKG-Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta seperti yang disiarkan dalam Buletin Informasi Siklon Tropis pada Sabtu, 16 Mei 2015 pukul 20:03 WIB menyebutkan kondisi Siklon Tropis Dolphin pada pukul 19:00 WIB  berada di posisi koordinat 16,5°Lintang Utara, 140,7°Bujur Timur (sekitar 2030 km sebelah utara timur laut Biak). Arah gerak  Barat Laut dengan kecepatan 10 knots (19 km/jam) menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan Angin Maksimum 100 knots (185 km/jam).

Siklon Tropis DOLPHIN memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa:

  • Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian Utara dan Papua Barat bagian Utara.
  • Gelombang dengan ketinggian 2 – 3 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat, Perairan Biak, Perairan Sarmi – Jayapura, Laut Buru – Laut Seram bagian Barat, Laut Seram bagian Timur, dan Perairan timur Philipina.

Sementara data yang dikutip dari informasi siklon tropis yang dikeluarkan oleh Japan Meteorological Agency- Tropical Cyclone Information pada Sabtu, 16 Mei 2015 pukul 12:44 UTC atau  pukul 19:44 WIB yang berdasarkan hasil analisis pada pukul 12:00 UTC atau pukul 19:00 WIB disebutkan posisi Topan (Typhoon) Dolphin yang berintensitas sangat kuat berada di koordinat 16°30'(16.5°) Lintang Utara dan 140°40'(140.7°) Bujur Timur. Arah gerakan menuju Barat Laut dengan kecepatan 20 km per jam (10 knots). Tekanan di pusat 925 hPa. Kecepatan angin maksimum dekat pusat 50 meter per detik (100 knot). Maksimum kecepatan hembusan angin 70 meter per detik (140 knot). Area angin 50 knot atau lebih ALL150 km (80 mil laut). Area angin 30 knot atau lebih Timur Laut 390 km (210 mil laut), Barat Daya 280 km (150 mil laut). (fi)

Gempabumi Tektonik 6,1 SR Getarkan Jambi Dan Sekitarnya


Gambar : THNews/Google Earth

JAKARTA, Telukharunews.com - Kepala Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika-Pusat Gempabumi dan Tsunami Nasional, Drs. Eko Suryanto SURYANTO dalam rilis Berita Gempabumi No. : 3256/InaTEWS/V/2015 pada Sabtu, 16 Mei 2015 dini hari menyebutkan telah terjadi gempabumi pada pukul 03:26:55 WIB tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter yang berlokasi di koordinat 2.79° Lintang Selatan - 101.99° Bujur Timur dikedalaman 165 km.

Pusat gempa yang berada di darat berjarak 50 km Timur Laut Bengkulu Utara Bengkulu dirasakan di sekitar: Kepahiang III - IV MMI, Bengkulu III MMI, Pulau Pagai III MMI, Painan III MMI, Padang III MMI, dan Pariaman II MMI. Gempa ini tidak berpotensi Tsunami. (fi)