Senin, 19 Januari 2015

Akhir Februari 2015, Keputusan Blok Mahakam Selesai



Menteri ESDM Sudirman Said saat memberi keterangan Pers. Foto Kementerian EDSM
JAKARTA, Telukharunews.com, Pemerintah saat ini masih melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif serta melibatkan berbagai unsur terkait hak pengelolaan Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas (migas) Mahakam di Kalimantan Timur. Pemerintah menargetkan keputusan final mengenai pengelolaan WK Mahakam yang berakhir masa kontraknya pada tahun 2017 akan dapat diselesaikan akhir bulan Februari tahun ini.

“ Mahakam, rencana kita akhir Februari sudah bisa diputuskan, sampai dimana harusnya sudah mendekati final, para pihak sudah paham apa maunya pemerintah seperti apa”, ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral dalam jumpa pers usai pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Kementerian ESDM, Senin (19/01/2015).

“Tinggal duduk satu dua kali lagi, kan setiap minggu ada diskusi agar ketika keputusan diambil dapat dipahami semua pihak”, imbuh Menteri.

Disampaikan Menteri ESDM, Pemerintah menyambut baik keinginan pemerintah daerah yang ingin ikut berpartisipasi dalam pengelolaan Blok Mahakam. “Kemarin kita kedatangan tamu dari Pemerintah Daerah Kalimantan Timur, yang menyampaikan aspirasinya kepada kita, aspirasi yang wajar, kita ingin memberi kesempatan kepada Pemerintah Daerah setempat yang ingin berpartisipasi dalam pengelolaan Blok Mahakam,” ujar Menteri.

WK Mahakam merupakan salah satu wilayah kerja migas yang memiliki peran penting dalam produksi migas nasional. Oleh sebab itu mendapat perhatian  KESDM dan SKK Migas-yang memiliki tugas mengelolaan sumber daya alam untuk dijaga dan terus ditingkatkan produksinya sebagai salah satu upaya mencapai target produksi migas nasional sekaligus mencapai target penerimaan negara.

PT Total telah mengelola Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967 untuk 30 tahun. Ketika kontrak pertama berakhir pada 1997, perusahaan asal Perancis itu mendapat perpanjangan kontrak selama 20 tahun hingga 2017.

Sumber : Kementerian ESDM

Menteri ESDM : Kita Akan Memulai Culture Change Menuju Birokrasi yang Melayani


Sudirman Said

JAKARTA, Telukharunews.com  - Presiden RI Joko Widodo memberikan arahan kepada para Menterinya untuk melakukan percepatan reformasi birokrasi di Kementerian yang dipimpinnya. Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said pada seminggu pertama masa kerjanya membangun Unit Pengendalian Kinerja sebagai mitra kerja para Dirjen, Sekjen, dan Irjen.

“Jadi penyederhanaan, percepatan, penyegaran, perbaikan remunerasi adalah tema kita bersama. Saya tidak akan membiarkan ini berjalan tidak seimbang. Kalau kita mendorong orang untuk bekerja maka kesejahteraannya juga harus dipertimbangkan”, ujar Menteri, dalam sambutannya di acara Pelantikan Eselon II Kementerian ESDM, Jakarta (19/1).

Beberapa poin penting untuk percepatan reformasi birokrasi yaitu  bagaimana setiap Kementerian itu mencari peluang-peluang untuk penyederhanaan dan percepatan sehingga membuat masyarakat merasa terbantu. Kewenangan dan kekuasaan harus dirubah menjadi pelayanan.

“Bagaimana setiap Kementerian melakukan penyegaran, perlunya menata ulang sistem remunerasi. Reformasi birokrasi selama ini disederhanakan seolah-olah memberi remunerasi, padahal remunerasi adalah fungsi dari kinerja. Yang harus kita bangun bersama adalah bagaimana kita mengelola kinerja secara keseluruhan, membangun sistem manajemen kinerja”, ujar Menteri.

Menteri menambahkan bahwa esensi dari manajemen kinerja tidak saja memberikan penghargaan bagi yang berprestasi tetapi juga mengambil konsekuensi bagi yang bermasalah. Jadi mengambil tindakan bagi teman-teman yang bermasalah adalah penghormatan kepada yang berprestasi.

“Saya ingin mengajak para eselon I dan II masuk ke camp pelatihan untuk mengingat kembali makna bernegara, makna nasionalisme, makna peran kita sebagai pejabat publik. Perilaku itu dimulai dari atas bukan dari bawah, dan saya akan ikut dalam pelatihan itu. Saya tidak membuka dialog orang per orang, tapi dialog rama-ramai, supaya semua orang punya concern yang sama, bukan dibuat kamar-kamar, karena disitulah sebetulnya tempat persembunyian segala macam kepentingan.

“Jadi, dengan pelatihan ini kita akan memulai culture change (perubahan budaya) menuju birokrasi melayani, birokrasi yang lebih melayani pada kepentingan masyarakat”, tutup Menteri.

Sumber : Kementerian ESDM

Minggu, 18 Januari 2015

Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Tanggal 19 sampai 21 Januari 2015



Gambar : BMKG
JAKARTA, Telukharunews.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui situs meteo.bmkg.go.id Minggu, 18 Januari 2015 pukul 19:01 WIB telah melakukan pemutakhiran data mengenai Peringatan Dini Cuaca Ekstrim terkait adanya siklon tropis MEKKHALA di Timur Philipina. Sirkulasi tertutup di Kalimantan Tengah. Konvergensi memanjang dari Jawa bagian Tengah hingga Laut Sulawesi bagian Selatan. Kelembaban udara cukup tinggi di Sumatera bagian Barat, Kalimantan bagian Tengah dan Utara, Jawa, Sulawesi bagian Tengah dan Papua. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan hampir diseluruh wilayah Indonesia.

Akibat adanya kondisi seperti tersebut di atas akan menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia berpotensi Hujan Lebat pada tanggal 19 sampai 21 Januari 2015 yaitu masing-masing adalah Sumatera Selatan bagian Barat, Lampung bagian Barat, Kalimantan Barat bagian Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah bagian Utara, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah bagian Selatan, Sulawesi Selatan bagian Utara dan Papua bagian Tengah.
Gambar : BMKG
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta melalui Buletin Informasi Siklon Tropis yang dikeluarkan pada Minggu, 18 Januari 2015 pukul 20:05 WIB menyebutkan, kondisi Siklon Tropis MEKKHALA pada pukul 19:00 WIB saat berada di koordinat 14.9 Lintang Utara dan 122.6 Bujur Timur yang memiliki kemasan kecepatan angin maksimum 9 konts (17 km per jam) memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia berupa:
  • Gelombang laut dengan ketinggian 2 sampai 3 meter berpotensi terjadi di Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat, Sorong, Perairan utara Manokwari, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua.
  • Gelombang laut dengan ketinggian 4 sampai 5 meter berpotensi terjadi di  Laut Cina Selatan, dan Perairan Kep. Natuna. (fi)

Gempabumi Magnitudo 5,9 SR di Perairan Laut Banda, Maluku Tenggara


Gambar : USGS-National Earthquake Information Center

JAKARTA, Telukharunews.com - Gempabumi Magnitudo 5,9 Skala Richter terjadi di Perairan Laut Banda, Maluku Tenggara pada Minggu, 18 Januari 2015, pukul 06:39:25 WIB atau pukul 08:39:52 WIT.

Berdasarkan data di web site BMKG pusat, gempabumi tersebut berada pada koordinat 5,85° Lintang Selatan dan 131,97° Bujur Timur, dengan magnitudo 6,3 SR pada kedalaman 75 Km, berjarak 83 Km sebelah Barat Daya Maluku Tenggara atau 89 km sebelah Barat Daya dari Tual, Maluku, 205 km Timur Laut Maluku Tenggara Barat, dan 487 km sebelah Tenggara dari Ambon, Maluku.

Gempabumi yang dirasakan (MMI) III - IV di Langgur, dan (MMI) II - III di Tual, Maluku tidak berpotensi Tsunami.

Sementara menurut data yang dikutip dari United State Geological Survey (USGS) National Earthquake Information Center (NEIC), Amerika Serikat gempabumi yang terjadi pada Minggu, 18 Januari 2015 pukul 06:39:52 WIB atau pukul 08:39:52 WIT berada pada koordinat 5.765° Lintang Selatan dan 131.741° Bujur Timur dengan magnitude 5,6 Mw berada di kedalaman 63,2 km.

Pusat gempabumi berada di laut berjarak 101 km sebelah Barat dari Tual, Maluku, atau 421 km sebelah Tenggara dari Amahai, 466 kmsebelah timur-Tenggara dari Kota Ambon, 483 km sebelah barat-Barat Daya dari Nabire, dan 748 km sebelah utara dari Darwin, Australia.(fi)