Wednesday, 12 April 2017

Gempabumi 5,8 SR Kembali Goyang Beberapa Kota Di Filipina Selatan



MANILA, Menurut data yang dikutip dari ssitus web resmi Pusat Informasi Gempabumi Nasional Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS National Earthquake Information Center, PDE) dapat diketahui pada Selasa, 11 April 207 pukul 21:21:01 UTC atau Rabu, 12 April 2017 pukul 04:21:01 WIB beberapa kota di Filipina telah digoyang gempabumi tektonik 5,8 Skala Richter (SR).

Lokasi gempa berada di koordinat 7.671°Lintang Utara dan 124.805°Bujur Timur dengan pusat gempa di darat pada kedalaman 8,3 km berjarak 7,9 km (4,9 mil) utara Osias atau 15,3 km (9,5 mil) timur Wao dan 18,5 km (11,5 mil) selatan-Tenggara Kota Kalilangan, Filipina.

Goyangan gempa dirasakan di Kota Osias, Kadingilan, Kimanuit, Matinao, Adtugan, dan Don Carlos masing-masing VI MMI. Sedangkan di Kota Cagayan de Oro, Cotabato dan Davao masing-masing IV MMI dan di Kota Cebu City III MMI.

Gempa tersebut merupakan 7 rangkaian gempabumi yang terjadi di Filipina sejak Rabu, 12 April 2017 dini hari pukul 00:41:19 WIB (Selasa, 11 April 2017 pukul 17:41:19 UTC) hingga pukul 15:04:12 WIB atau pukul 08:04:12 UTC. Gempa pada Rabu (12/4) masing-masing berkekuatan 4,6 hingga 5,8 SR.  

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Tuesday, 11 April 2017

Hari ini (11/4) Filipina Kembali Diserang 4 Gempabumi



MANILA, Menurut Pusat Informasi Gempabumi Nasional Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS National Earthquake Information Center, PDE) dalam situs web resminya menginformasikan pada Selasa, 11 April 207 sejak pukul 02:50:45 UTC atau pukul 09:50:45 WIB hingga pukul 14:42:16 UTC atau pukul 21:42:16 WIB Filipina telah digoyang 4 kali gempabumi yang terjadi perairan tenggara Pondaguitan, Filipina Selatan.

Gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter yang terjadi pada Selasa, 11 April 2017 pukul 14:42:16 UTC atau pukul 21:42:16 WIB berada di koordinat 5.677°Lintang Utara dan 127.089°Bujur Timur.

Pusat gempa berada di dasar laut pada kedalaman 9,6 km berjarak 126 km sebelah Tenggara dari Kota Pondaguitan, atau 162,6 km Timur Kota Caburan dan 171,2 km (106,4 mil) Tenggara dari Kota Mati, Filipina.

Sedangkan getaran gempa dirasakan di Kota Ilangay, Bobon, Talisay, Magdug, Luzon, Surup, Davao, Koronadal dan Cotabato masing-masing III MMI.

Gempa tersebut merupakan gempa susulan ke tiga setelah gempa pertama 5,1 SR yang terjadi pada Selasa, 11 April 2017 pukul 02:50:45 UTC atau pukul 09:50:45 WIB di koordinat 5.674°Lintang Utara dan 127.297°Bujur Timur di kedalaman 70,3 km berjarak 145 km timur-Tenggara dari Kota Pondaguitan.

Kemudian pada hari yang sama pukul 10:42:28 UTC atau pukul 17:42:28 WIB terjadi gempa ke dua berkekuatan 4,6 SR di koordinat 5.685°Lintang Utara dan 126.891°Bujur Timur pada kedalaman 82,9 km berjarak 108 km timur-Tenggara dari Kota Pondaguitan yang selanjutnya muncul lagi gempabumi ke tiga berkekuatan 5,1 SR pada pukul 11:22:45 UTC atau pukul 18:22:45 WIB di koordinat 5.684°Lintang Utara dan 127.334°Bujur Timur di kedalaman 35 km berjarak 148 km timur-Tenggara dari Kota Pondaguitan, Filipina.

Editor: Freddy Ilhamsyah PA


Depresi Tropis (Bibit Siklon Tropis 96S) Mempengaruhi Cuaca Di Indonesia


Foto Google Earth/THnews

JAKARTA, Berdasarkan hasil pengamatan Telukharunews melalui Google Earth pada Selasa, 11 April 2017 pukul 16:13 WIB dapat diketahui posisi Depresi Tropis atau Bibit Siklon Tropis 96S ketika itu berada di koordinat 11°39'39.18"Lintang Selatan dan 131°42'19.00"Bujur Timur berjarak sekitar 758,29 km (117,14 derajat) sebelah Tenggara Kota Dilli, Timor Leste atau 896,34 km (100,87 derajat) sebelah timur-Tenggara dari Kota Kupang, Indonesia. Saat itu Bibit Siklon Tropis 96S berada di atas wilayah Teluk Van Dieman, pesisir Australia Utara.

Sementara menurut data dari Buletin Informasi Siklon Tropis yang dikeluarkan oleh Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jakarta pada Selasa, 11 April 2017 pukul 10:18 WIB merilis posisi Depresi Tropis  (Bibit Siklon Tropis 96S) pada pukul 07:00 WIB berada di koordinat 10,8°Lintang Selatan, 132,2°Bujur Timur (sekitar 570 km sebelah selatan Banda). Arah gerak    selatan-Barat Daya dengan kecepatan 4 knots (7 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan Angin Maksimum 30 knots (55 km/jam).

Bibit Siklon Tropis 96S memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa :

1.       Potensi hujan dengan intensitas Sedang hingga Lebat di wilayah Maluku bagian Tenggara, Papua bagian Selatan, Nusa Tenggara Timur bagian Timur dan Selatan.
2.       Gelombang dengan Ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter terdapat di Laut Banda bagian Timur, Perairan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru dan Laut Arafuru bagian Timur.
3.       Gelombang dengan Ketinggian 2,5 hingga 4 meter terdapat di Perairan Kepulauan Sermata, Perairan Kepulauan Leti, Perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian Barat dan Tengah.

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Arcandra: Kita Bikin Semua Sistem Transparan


Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Foto Ditjen Migas

JAKARTA, Demi mendorong kegiatan ekplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan untuk membuat semua sistem secara transparan.

"Bagi kita, kita bikin sistem. Semuanya transparan," urai Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di sela-sela kesempatannya berkunjung ke kantor Kompas Gramedia, Jumat (7/4) kemarin. Salah satu implementasi ketebukaan sistem adalah dengan penerapan skema gross split.

Arcandra menjelaskan kelemahan manajemen industri migas selama ini yang belum mampu menjawab penentuan split dalam Production Sharing Contract (PSC) dengan skema cost recovery. Selain itu, skema cost recovery tersebut tak bisa memprediksi risiko bisnis dari segi waktu sebelum dikeluarkannya Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

Skema gross split yang diterapkan di Indonesia adalah satu-satunya di dunia. "Gross split ini ada di dunia dengan bentuk lain. Tapi yang mensplit berdasarkan risiko-risiko bisnis hanya ada di Indonesia. Di Amerika berdasarkan royalty and tax. Tax-nya fixed, royaltinya nego," ceritanya di hadapan pemimpin redaksi dan wartawan Kompas Gramedia.

Tidak Berkaitan dengan Minat Lelang WK

Arcandra juga membantah terkait sepinya minat lelang Wilayah Kerja (WK) Migas yang saat ini sedang berjalan. Menurutnya, faktor yang menjadi sepinya lelang adalah bukan lantaran gross split melainkan kondisi lapangan migas yang bakal digarap. "Yang membedakan adalah gimana lapangan itu behaviournya, baru dihitung splitnya seperti apa. Bisa jadi lapangan gak ekonomis," bantah Arcandra.

Ia justru menjelaskan bahwa dengan penerapan skema gross split akan menunjukkan kejelasan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). "Kalau dulu lapangan sulit apa insentifnya? Gak jelas. Sekarang jelas," ungkapnya.

Rencananya, skema gross split akan dimasukkan dalam Undang-Undang (UU) Migas demi menjamin kepastian berinvestasi. "Kalau sudah jalan kita akan masukkan aturan gross split ke dalam Undang-Undang," tambah Menteri ESDM Ignasius Jonan di akhir diskusi. (Ditjen Migas)

Tingkatkan Produksi Minyak, Pemerintah Siapkan Aturan Tentang EOR



Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja

JAKARTA, Untuk meningkatkan produksi minyak nasional, Pemerintah tengah menyusun aturan mengenai Pedoman Pelaksanaan Enhanched Oil Recovery (EOR) pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi (migas).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja dalam pertemuan dengan wartawan pekan lalu mengatakan, EOR merupakan suatu teknologi atau proses untuk mengangkat minyak dari dalam bumi karena apabila menggunakan cara biasa seperti sekarang ini, maksimum 30% minyak yang dapat diambil. Sisanya 70% masih di dalam bumi.

“Sisa 70% tidak bisa diambil begitu saja. EOR kita gunakan sebagai usaha atau teknologi agar (minyak) bisa terangkat lagi lebih banyak. Permen ini sangat penting sekali memberikan payung hukum untuk pelaksanaan EOR,” ujar Wirat.

Untuk mendorong KKKS melaksanakan EOR, Pemerintah menyiapkan insentif yang antara lain dalam bentuk peningkatan bagi hasil. Program EOR yang telah dilaksanakan, antara lain di Lapangan Minas yang menggunakan steam flooding serta Lapangan Tanjung dengan menggunakan surfaktan. PT Chevron Indonesia juga sudah mencoba namun tidak dalam skala komersial karena belum adanya payung hukum. "Jadi Permen EOR ini sangat penting sekali memberikan payung hukum," kata Wirat.

Pemerintah berkeinginan agar untuk kontrak kerja migas baru, EOR dapat diusulkan sejak awal. Hal ini penting karena hasil EOR baru dapat dirasakan 8-10 tahun kemudian. Apabila EOR dilaksanakan tahun ini, maka hasilnya dapat diperoleh pada 2024-2025. Pemerintah juga akan menugaskan PT Pertamina melakukan EOR di lapangan-lapangan yang dikelolanya. (Ditjen Migas)