Friday, 8 December 2017

ICP November Naik Jadi US$ 59,34 per Barel


Foto : Dok.

JAKARTA, Harga rata-rata ICP minyak mentah Indonesia pada bulan November 2017 berdasarkan perhitungan Formula ICP mencapai US$ 59,34 per barel, naik sebesar US$ 5,33 per barel dibandingkan bulan Oktober yang mencapai US$ 54,02 per barel.

Sementara ICP SLC bulan November 2017 mencapai US$ 59,83 per barel, naik sebesar US$ 5,12 per barel dari US$ 54,71 per barel pada bulan sebelumnya.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah Indonesia ini sejalan dengan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan November 2017 dibandingkan bulan Oktober 2017 yang mengalami peningkatan menjadi sebagai berikut:

  • Dated Brent naik sebesar US$ 5,26 per barel dari US$ 57,36 per barel menjadi US$ 62,62 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 5,22 per barel dari US$ 57,65 per barel menjadi US$ 62,87 per barel.
  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 5,07 per barel dari US$ 51,59 per barel menjadi US$ 56,66.per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 5,24 per barel dari US$ 55,50 per barel menjadi US$ 60,74 per barel.

Peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni negara-negara OPEC memperpanjang kesepakatan untuk membatasi produksi sepanjang tahun 2018, pada general meeting yang diadakan pada 30 November 2017.
Selain itu, berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bulan November 2017:

  • Produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC pada bulan Oktober 2017 turun sebesar 0,15 juta barel per hari menjadi sebesar 32,59 juta barel per hari, dari bulan September 2017 yaitu sebesar 32,74 juta barel per hari.
  • Proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2017 naik sebesar 0,14 juta barel per hari pada proyeksi bulan November 2017 menjadi sebesar 96,94 juta barel per hari, dari proyeksi bulan Oktober 2017 yaitu sebesar 96,80 juta barel per hari.
  • Jumlah rig di Amerika Serikat pada bulan November 2017 turun sebesar 38 rig menjadi sebesar 898 rig, dari bulan Oktober 2017 yaitu 939 rig.
  • Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 2017 naik sebesar 0,1% pada proyeksi bulan November 2017 menjadi sebesar 3,7%, dari proyeksi bulan Oktober 2017 yaitu 3,6%.

Faktor lainnya, berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency) di bulan November 2017, komitmen negara-negara Non-OPEC untuk membatasi produksi mencapai 107% pada bulan Oktober 2017.

Berdasarkan laporan EIA (Energy Information Administration)-USA, tingkat stok minyak mentah komersial dan distillate fuel oil Amerika Serikat selama bulan November 2017 (sampai Minggu ke-4) mengalami penurunan dibandingkan dengan stok di bulan Oktober 2017 :

  • Stok minyak mentah komersial turun 1,2 juta barel menjadi sebesar 453,7 juta barel.
  • Stok distillate fuel oil turun 1,1 juta barel menjadi sebesar 127,8 juta barel.

Penyebab lainnya adalah pengaliran minyak melalui pipa dari Kanada menuju Amerika Serikat yang selama ini sekitar 560 ribu barel per hari mengalami partial shut down akibat kebocoran pada pipa. Hal ini mengakibatkan, volume minyak yang disuplai dari Kanada kepada Amerika Serikat sampai akhir November 2017 hanya mencapai 15% dari volume normal. Hal ini berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi antara lain oleh meningkatnya resiko geopolitik di Timur Tengah antara Arab Saudi dan Iran. Selain itu, juga terdapat ketidakstabilan politik dalam negeri di Arab Saudi.

Faktor lainnya, Arab Saudi mengurangi ekspor minyak mentah hingga sebesar 120 ribu barel dibandingkan ekspor pada bulan Oktober 2017 dan gempa bumi yang terjadi di Iran dan Irak pada 12 November 2017 menyebabkan terganggunya produksi minyak mentah dari kedua negara tersebut. (Ditjen Migas)

Saturday, 2 December 2017

Siklon Tropis Dahlia Sudah Melintasi Pulau Natal Di Samudera Hindia


Siklon Tropis Dahlia melintasi Pulau Natal di Samudera Hindia. Foto: Google Earth/THnews

Update
JAKARTA, Telukharunews – Menurut hasil pengamatan melalui fasilitas Google Earth pada Jum'at, 01 Desember 2017 pukul 21:14 WIB posisi Siklon Tropis Dahlia berada di koordinat 10°36'42.47" Lintang Selatan dan 110° 7'9.88"Bujur Timur berjarak sekitar 312,94 km (185.24 derajat) sebelah selatan-Barat Daya dari Kota Yogyakarta atau sekitar 400,69 km (223.39 derajat) sebelah-Barat Daya Kota Malang dan 470,86 km (271.81 derajat) sebelah selatan-Barat Daya dari Kota Surabaya serta sekitar 488,43 km (92.50 derajat) sebelah Timur dari Kota Flying Fish Cove, Pulau Natal (Christmas Island) di Samudera Hindia.  

Sementara menurut data yang dikutip dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika-Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta menginformasikan posisi Siklon Tropis Dahlia pada Jum’at, 01 Desember 2017 pukul 19:00 WIB berada di koordinat 10,6°Lintang Selatan dan 110,1°Bujur Timur (sekitar 320 km sebelah selatan Cilacap). Dahlia bergerak ke arah Tenggara, kecepatan 6 knots (12 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Sedangkan kecepatan Angin Maksimum dikabarkan 50 knots (95 km/jam).

TCWC BMKG Jakarta merilis Siklon Tropis Dahlia memberikan dampak terhadap cuaca di sebagian wilayah Indonesia Barat berupa:

  • Hujan Sedang hingga Lebat di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,  Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
  • Angin Kencang > 20 knot di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian Barat dan Selatan.
  • Gelombang laut dengan ketinggian 2,5 - 4 meter di Perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, Laut Jawa bagian Tengah, perairan utara Jawa Tengah.
  • Gelombang laut dengan ketinggian 4 hingga 6 meter di Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah.
  • Gelombang laut dengan tinggi 6 hingga 7 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Waspada bagi kapal-kapal yang melintas dan masyarakat pesisir pantai terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi.

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Friday, 1 December 2017

Siklon Tropis "DAHLIA" Lahir, Waspada Bencana Hidrometeorologi Menghadang



JAKARTA, Telukharunews - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika-Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dalam Buletin Informasi Siklon Tropis pada Kamis, 30 November 2017 pukul 19:22 WIB menginformasikan telah lahir Siklon Tropis Dahlia yang posisinya berada di koordinat 9,5° Lintang Selatan dan 106,9° Bujur Timur (sekitar 375 km sebelah selatan Jakarta). Siklon Tropis Dahlia yang memiliki kemasan kecepatan angin maksimum 40 knots (75 km per jam) bergerak ke arah Tenggara dengan kecepatan 12 knots (22 km per jam) menjauhi wilayah Indonesia.

Siklon Tropis ini memberikan dampak terhadap cuaca di wilayah Indonesia berupa:

  • Hujan sedang hingga lebat di Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
  • Angin kencang > 20 knot di pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, Banten bagian selatan, dan Jawa Barat bagian selatan.
  • Gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di Perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan selatan Jawa Timur.
  • Gelombang laut dengan tinggi 4 hingg 6 meter di Perairan Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa.

Pusat Peringatan Siklon Tropis-BMKG mengeluarkan peringatan bagi kapal-kapal yang melintas dan masyarakat pesisir pantai untuk Waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi.

Sebelumnya pada Rabu (29/11) sore Kepala BMKG, Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, M. Sc saat memberikan keterangan pers bahwa bibit siklon tropis di Barat Daya Bengkulu mengalami peningkatan kekuatan menjadi siklon tropis pada pukul 19:00 WIB dengan nama SIKLON TROPIS "DAHLIA" berada pada posisi 8.2° Lintang Selatan dan 100.8° Bujur Timur (sekitar 470 km sebelah Selatan Bengkulu) dengan pergerakkan ke arah Tenggara menjauhi wilayah Indonesia.

Citra Satelit Himawari 8 EH 01/12/2017 pukul 00:10 WIB. Foto: BMKG
Lahirnya siklon tropis Dahlia akan berdampak pada peningkatan Hujan Lebat, Tinggi Gelombang, Angin Kencang, maupun potensi Kilat/Petir di beberapa wilayah di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan seperti:

  • Hujan Sedang hingga Lebat di pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung, Banten, dan Jawa Barat bagian Selatan.
  • Angin kencang > 20 knots (36 km/jam) di pesisir Barat Sumatera Barat hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
  • Gelombang Laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di Perairan Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai.
  • Gelombang Laut dengan tinggi 4 hingga 6 meter di Perairan Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Enggano hingga Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Banten.

Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar :

  • Waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi Hujan Lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor terutama di daerah dataran rendah, daerah cekungan, bantaran kali atau sungai, perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan.
  • Waspada terhadap potensi Hujan disertai Angin Kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun papan reklame/baliho tumbang/roboh serta yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil.
  • Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai Kilat/Petir.
  • Waspada peningkatan ketinggian Gelombang Laut yang > 2,5 meter.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:

    call center 021-6546318;
    http://www.bmkg.go.id;
    follow twitter @infobmkg;
    aplikasi iOS dan android "Info BMKG";
    atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Wednesday, 29 November 2017

Eks-Siklon Tropis Cempaka Mempengaruhi Cuaca Di Indonesia


Citra Satelit Himawari 8 EH Rabu, (29/11) pukul 17:40 WIB. (BMKG)

JAKARTA, Telukharunews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dalam Buletin Informasi Siklon Tropis yang dipublikasikan pada Rabu, 29 November 2017 pada pukul 13:13 WIB menginformasikan bahwa Siklon Tropis Cempaka yang lahir pada Senin, 27 November 2017 pukul 19.00 WIB telah berobah statusnya menjadi Depresi Tropis (DT) pada Rabu, 29 November 2017 pukul 13:00 ketika posisinya berada di koordinat 9,9°Lintang Selatan dan 110,0°Bujur Timur (sekitar 250 km sebelah selatan-Barat Daya Cilacap). DT Cempaka bergerak ke arah barat-Barat Daya dengan kecepatan 15 knots (28 km per jam) menjauhi wilayah Indonesia. Sedangkan kecepatan angin maksimum adalah 25 knots (45 km per jam).

Walaupun DT Cempaka (eks-Siklon Tropis) sudah melemah, tapi masih mampu memberikan dampak terhadap cuaca di sebagian wilayah Indonesia bagian Barat berupa :

  • Hujan dengan intensitas Sedang hingga Lebat di Selatan Jawa Tengah, Yogyakarta,  Jawa Timur, Bali, dan Lombok.
  • Angin Kencang hingga 20 knots berpotensi terjadi di wilayah selatan Jawa.
  • Gelombang Tinggi 1,25 hingga 2,5 meter di  Perairan Selatan Jawa Timur hingga Selatan NTB, Samudera Hindia Selatan Bali dan Selatan NTB.
  • Gelombang Tinggi 2,5 hingga 4 meter di Perairan Selatan Banten hingga Selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa.


Sebelumnya Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis BMKG (Tropical Center Warning Center/TCWC), Jakarta tepat pada Senin, 27 November 2017 pukul 19.00 WIB berhasil mendeteksi siklon tropis yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir selatan Pulau Jawa dengan nama "CEMPAKA".
Adanya Siklon Tropis Cempaka di wilayah Perairan sebelah Selatan Jawa Tengah mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya. Dampak yang ditimbulkan adanya siklon tropis Cempaka berupa: Potensi Hujan Lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Potensi Angin Kencang hingga 30 knot di wilayah Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Laut Jawa, Selat Sunda bagian Utara, Perairan Utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Laut Sumbawa, Selat Bali hingga Selat Alas, Selat Lombok bagian Selatan dan Perairan Selatan Bali hingga Pulau Sumba.

Potensi gelombang Tinggi 2,5 hingga 6 meter di Perairan Selatan Jawa Timur, Laut Jawa Bagian Timur, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Selatan Jawa Tengah.

Diperkirakan Siklon Tropis Cempaka masih akan bertahan dalam dua hingga tiga hari kedepan. Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang pohon tumbang dan jalan licin. Terutama aktifitas penerbangan di beberapa bandara di Pulau Jawa juga berpotensi terpengaruh akibat hujan dan angin kencang.

Dengan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi masyarakat dan kapal-kapal yang melintas dihimbau untuk tetap waspada dan siaga terutama nelayan tradisional yang beroperasi di perairan selatan Jawa, selain itu dihimbau untuk masyarakat pesisir agar menghindari aktivitas di sekitar pantai karena potensi gelombang pasang dapat terjadi di Perairan selatan Jawa Tengah dan DIY.

Sejak berdirinya TCWC pada 24 Maret 2008, terpantau sudah empat kali siklon sropis terjadi di wilayah Indonesia, yakni: siklon tropis Durga di perairan Barat Daya Bengkulu (22-25 April 2008), siklon tropis Anggrek di perairan barat Sumatera (30 Oktober-4 November 2010), Siklon Tropis Bakung di perairan Barat Daya Sumatera (11-13 Desember 2014) dan siklon tropis Cempaka yang terjadi pada tahun ini. Siklon tropis Cempaka berada pada posisi paling dekat dengan daratan dibanding siklon tropis lainnya di wilayah Indonesia.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui: call center 021-6546318; http://www.bmkg.go.id; follow twitter @infobmkg; aplikasi iOS dan android "Info BMKG"; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. ***

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Tuesday, 28 November 2017

Gunung Agung Meletus



Awan berbentuk sesosok raksasa di puncak Gunung Agung. Teks THNews.

JAKARTA - Menurut Kepala PVMBG Kasbani, aktivitas vulkanik Gunung Agung selama satu minggu tersebut menunjukkan sudah meningkat. Kemudian aktivitas kegempaan tremor sudah sering terjadi. "Bahkan tadi malam itu gempa tremor di beberapa tempat di seismograf hingga over scale yang menunjukkan skalanya sudah besar," terangnya.

"Erupsi Gunung Agung sudah memasuki fase magmatik, yang akan menimbulkan letusan yang lebih besar daripada yang freatik. Erupsi magmatik ditandai keluarnya lava dari dalam kawah dan erupsi-erupsi juga sudah banyak melontarkan banyak abu," tambah Kasbani.

Pasca ditingkatkannya status aktivitas Gunung Agung menjadi "AWAS", Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan pemantauan dan sosialiasi kepada masyarakat dan stakeholder terkait, seperti Pemerintah Daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sosilialisasi kebencanaan dilakukan PVMBG untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan mitigasi bencana Gunung Agung yang saat ini sedang meningkat aktivitas vulakniknya.

"PVMBG full team di sana, di Pos Pengamatan Gunung Agung, mereka selalu memantau aktivitas Gunung Agung dan melaporkannya kepada kami. Mereka juga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat," kata Kepala PVMBG, Kasbani di Kantor Menko Kemaritiman, Senin (27/11).

Kasbani mengatakan bahwa informasi dari PVMBG merupakan informasi "hulu" yang menjadi sumber informasi bagi banyak pihak termasuk ke Pemerintah Daerah, BNPB dan posko-posko pengungsi yang selanjutnya diteruskan ke masyarakat.

Gunung Agung, lanjut Kasbani, sejak tujuh hari yang lalu menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. "Hari ini terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung, baik dilihat dari data instrument maupun dari visual. Dari pengamatan visual sudah kelihatan letusan yang pertama tanggal 21 November yang diikuti dengan lontaran abu vulkanik, kemudian beberapa kali erupsi atau letusan hingga ketinggian yang terakhir itu mencapai 3.400 meter dari puncak," ujar Kasbani.

Pengamatan visual Pos Pengamatan Gunung Agung menunjukkan, sejak kemarin hingga hari ini gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian sekitar 1.000-3.000 meter di atas puncak condong ke arah timur-Tenggara. Terjadi 2 kali erupsi/letusan dengan kolom abu berwarna kelabu - kehitaman bertekanan sedang dengan ketinggian 2.000 - 3.000 meter di atas puncak.

PVMBG merekomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.
Sumber: Situs Kemen ESDM
Editor: Freddy Ilhamsyah PA