Selasa, 29 Juli 2014

Badai Tropis Halong muncul di Samudera Pasifik


Badai Tropis Halong di Samudera Pasifik (gambar: Google earth/THNews)

MANILA, Telukharunews.com - Menurut hasil pemantauan Telukharunews.com pada Selasa, 29 Juli 2014 pukul 14:47 WIB posisi badai tropis Halong berada di kordinaat  12°45'36.54"LintangUtara, 147°40'42.29"BujurTimur berjarak 1.535,44 km (66,77 derajat) dari kota Melekeok di Samudera Pasifik (lihat foto).

Selain itu juga terpantau adanya badai depresi Inday di Laut Fili[pina pada pukul 14:54:25 WIB  berada di koordinat 18° 6'11.06"LintangUtara, 127°37'0.30"BujurTimur berjarak 795,98 km (59,30 derajat) dari kota Manila, Filipina (lihat foto).
Tropical Depression Inday di Laut Filipina (gambar Google earth/THNews)
Sementara data yang dikutip dari Japan Meteorological Agency - Tropical Cyclone Information menyebutkan posisi Badai Tropis Halong pada Selasa, 29 Juli 2014 pukul 09:40 UTC atau pukul 18:00 waktu Jepang pusat lokasi berada di koordinat 12°50'(12.8°)LintangUtara, 147°30'(147.5°) BujurTimur bergerak ke barat-BaratLaut dengan kecepatan 15 km perjam (7 knot). Tekanan pada pusat 998 hPa. Maksimum kecepatan angin dekat pusat 18 meter perdetik (35 knot), dan maksimum kecepatan embusan angin 25 km perdetik (50 knot) serta area angin 30 knot atau lebih ALL280 km (150 mil laut).

Pada hari yang sama pukul 10:30 waktu Filipinan, PAGASA melalui Severe Weather Bulletin No.1 untuk peringatan cyclone Tropical Depression “Inday” menyebutkan, Badai Depresi itu berjarak 870 km sebelah timur dari Kota Aparri, Cagayan, Filipina. Lokasinya berada di koordinat  18.7°LintangUtara, 131.0°BujurTimur dengan maksimum kekuatan angin berkelanjutan 55 km perjam dekat pusat dengan perkiraan akan bergerak menuju BaratLaut dengan kecepatan 15 km perjam. (fi)

Editor/alih bahasa: Freddy Ilhamsyah PA


Sabtu, 26 Juli 2014

KPK Jaring 18 Orang Diduga Memeras TKI di Soetta, 1 Oknum TNI AD



JAKARTA, Telukharunews.com – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) masih melakukan sidak bersama Bareskrim Polri di kantor cabang utama PT Angkasa Pura II, Terminal 2 D, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Dalam sidak yang dilakukan pada Sabtu (26/7/2014) dini hari itu, petugas sebelumnya mengamankan 7 orang yang diduga melakukan pemerasan terhadap TKI. Namun hingga kini, jumlah mereka yang terjaring terus bertambah hingga menjadi 18 orang.

"Sisanya adalah preman dan calo. Kami juga mengamankan seorang korban warga negara asing," kata Ketua KPK Abraham Samad, Sabtu (26/7/2014).

Dalam sidak kali ini, KPK dan Bareskrim Polri juga didampingi beberapa pimpinan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan PT Angkasa Pura II.

Samad menambahkan sidak ini sengaja dilakukan terhadap sistem, prosedur dan sumber daya dalam pelaksanaan pelayanan publik oleh BNP2TKI serta terhadap pengelolaan sistem keamanan di Bandara Soekarno Hatta.

Ketua KPK Abraham Samad dalam konferensi persnya di lokasi mengatakan dari 18 orang yang terjaring, diduga ada 1 oknum anggota TNI AD dan dua oknum anggota Polri.

"Sisanya adalah preman dan calo. Kami juga mengamankan seorang korban warga negara asing," kata Ketua KPK Abraham Samad, Sabtu (26/7/2014).

"TKI kita sudah bersusah payah di negeri orang, di sini para pelaku itu justru memerasnya," ucap Abraham. (Liputan6.com)

Rabu, 23 Juli 2014

Peresmian Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Tongkang Jagung Pertama Di Indonesia



JAKARTA - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan meresmikan PLT Biomassa yang memanfaatkan Tongkang Jagung sebagai sumber energi utama. Pembangkit yang diberi nama PLTB Pulubala berlokasi di kecamatan Pulubala, kabupaten Gorontalo, propinsi Gorontalo dan memiliki kapasitas 500 kilo Watt (kW). Turut hadir dalam peresmian, Direktur (Operasi Indonesia Timur) PLN, Vickner Sinaga dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim serta GM PLN SUluttenggo, Santoso Januwarsono. Senin (21/07/2014).

Meski kapasitasnya belum terlalu besar, merupakan awal dari hadirnya pembangkit-pembangkit biomassa di Indonesia. "PLTB Pulubala ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan listrik masyarakat kita. Tapi tidak masalah, karena nantinya akan dibangun lebih banyak lagi pembangkit listrik biomassa yang kapasitasnya bervariasi, mulai dari 500 kW bahkan hingga di atas 1 MW. Tidak itu saja, bahan bakarnya pun bisa dari apa saja, tidak terbatas tongkang jagung, tapi dari cangkang sawit, pelepah kayu dan sebagainya" ujar Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Menteri BUMN memberikan apresiasi kepada PT PLN khususnya kepada 7 anggota Tim dari PLN Area Gorontalo yang berhasil membangun PLTB yang memanfaatkan tongkol jagung ini. "Saya bangga, ternyata putra-putra terbaik di PLN sudah mampu membuat mesin pembangkit listrik tenaga biomassa" lanjut Dahlan Iskan.

“Ide awal untuk pembangunan PLTB di Gorontalo ini adalah atas challenge yang diberikan oleh Direktur (Operasi Indonesia Timur) PLN, Vickner Sinaga sekitar 2 tahun lalu kepada PLN Gorontalo untuk memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menghasilkan listrik dengan melihat potensi lokal yang banyak tersedia di Gorontalo”, ujar GM PLN Suluttenggo, Santoso Januwarsono.

PLTB Pulubala ini lanjut Santoso, menjadi salah satu upaya nyata PLN untuk menggunakan kearifan lokal berupa pemanfaatan potensi tongkol jagung yang banyak tersedia di propinsi Gorontalo menjadi salah satu sumber energi listrik, dimana propinsi Gorontalo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia. Selain itu, kehadiran PLTB ini tentunya adalah bagian dari upaya PLN untuk memanfaatkan potensi energi alternatif selain Bahan Bakar Minyak (BBM).

Saat ini sekitar 7,76% tingkat pertumbuhan ekonomi di Gorontalo, dimana 11,36% pertumbuhan kebutuhan listrik setiap tahunnya. Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik di Gorontalo jika menggunakan BBM adalah Rp. 2.900/kWh sedangkan jika menggunakan PLTB Tongkol Jagung ini, BPP dapat ditekan menjadi Rp. 1.058/kWh.

Beban listrik di Gorontalo saat ini mencapai 78 MW untuk melayani 187 ribu pelanggan, diantaranya 70 ribu pelanggan di seluruh propinsi Gorontalo telah menggunakan layanan listrik prabayar. Saat ini listrik di Gorontalo telah terhubung dalam sistem interkoneksi 150 kV Sulutgo (Sulawesi Utara - Gorontalo). (ESDM)

Senin, 21 Juli 2014

Peringatan Dini Cuaca Ekstrim di Indonesia 22 - 24 Juli 2014



JAKARTA, Telukharunews.com - Adanya Siklon Tropis MATMO di Samudera Pasifik sebelah Timur Laut Filipina dan pembelokan angin dari Selat Karimata hingga Selat Makassar. Kelembaban udara cukup tinggi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua yang mempengaruhi pertumbuhan awan hujan masih terdapat di sebagian Sumatera, Jawa dan Papua.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah :

    1.Aceh bagian Timur dan Barat
    2.Jawa Barat bagian Tengah dan Selatan
    3.Jawa Tengah bagian Selatan
    4.Papua Barat
    4.Papua bagian Utara dan Tengah

Pemutakhiran: 21 July 2014, 20:07 WIB
Peringatan Cuaca Signifikan Tanggal 22 Juli 2014

»  Prakiraan Cuaca Propinsi Maluku Utara :
Waspada Tinggi Gelombang mencapai 2,5 sampai 3 meter berpotensi terjadi di Perairan Utara dan Timur Halmahera, laut Halmahera serta Perairan Kepulauan Sula.

»  Prakiraan Cuaca Propinsi Riau Kepulauan :
Untuk Transportasi Laut agar lebih berhati-hati terhadap Arus Laut yang Cukup Kuat di Wilayah Perairan Natuna.

»  Prakiraan Cuaca Propinsi Sulawesi Utara :
Waspadai Angin Kencang pada pagi, siang dan malam hari.

Sumber: Meteo-BMKG


Topan Matmo mulai merapat ke Taiwan


Typhoon Matmo mulai merapat ke Taiwan. Gambar Google earth/THNews

Update

MANILA, - Menurut hasil pemantauan Telukharunews.com pada Senin, 21 Juli 2014 pukul 18:11:20 WIB posisi Typhoon Matmo berada di koordinat 18°29'10.80"N, 125°44'59.47"E berjarak sekitar 852,88 km (149,44 derajat) sebelah selatan-Tenggara dari Taipei, Tawan.

Saat ini kondisi kepala "Henry" berdiameter 949,90 km (81,46 derajat) dari utara ke selatan dan 494,28 km (270,03 derajat) dari timur ke barat. Sedangan panjangnya dari BaratDaya (Malaysia) sampai posisi ujung kepala “Henry” di TimurLaut sekitar 3.387,00 km (61,56 derajat). Lihat gambar.
Typhoon Matmo (Gambar: Google earth/THNews)
Sementara menurut PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical & Astronomical Services Administration) melalui Severe Weather Bulletin Nomor 10 Peringatan Siklon Tropis Typhoon "HENRY" (MATMO) terbit pada Senin, 21 Juli 2014 pukul 17:00 waktu Filipina menyebutkan, Typhoon "Henry" telah mempercepat perjalanan dan terus bergerak ekstrim menuju Luzon Utara, Filipina.

Pada pukul 16:00 Lokasi Pusat “Henry” berada di koordinat 18.1°LintangUtara, 125.8°BujurTimur berjarak 420 km sebelah timur kota Aparri, Cagayan dengan kemasan kecepatan angin maksimum 130 kilometer perjam di dekat pusat dan hembusan angin hingga 160 kph. Diperkirakan bergerak menuju BaratLaut dengan kecepatan 24 km perjam.

Topan Rammasun Tewaskan 17 orang di China

VOA (Voice of America)  Indonesia mengabarkan pada Senin, 21 Juli 2014 pukul 06:35 UTC, angin kencang dan hujan lebat yang menyertai Topan Rammasun telah menimbulkan kerusakan, menewaskan 17 orang di China setelah menewaskan hampir 100 orang di Filipina.

Topan ini menewaskan delapan orang di pulau Hainan sebelum mencapai China daratan, di mana sembilan orang tewas di Guangxi, jelas media pemerintah Tiongkok.

Sedikitnya 94 orang tewas dan enam lainnya hilang di Filipina setelah terpaan topan, yang menyebabkan jutaan rumah di ibukota, Manila, tidak mendapat pasokan listrik.

Topan Rammasun merupakan topan terkuat yang melanda daerah itu dalam 41 tahun tiba di daratan hari Jumat (18/7) di Tiongkok dengan angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam. Hujan lebat diperkirakan akan melanda Tiongkok Utara awal pekan ini.

Topan baru, Matmo, akan menimbulkan angin kencang dan hujan lebat di wilayah yang sebelumnya dilanda Rammasun.

Dampak Terhadap Cuaca di Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dalam Buletin Informasi Siklon Tropis yang dikeluarkan oleh TCWC pada Senin, 21 Juli 2014 pukul 20:22 WIB menyebutkan, Siklon Tropis MATMO memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di Indoensia berupa :

- Angin Kencang dengan kecepatan lebih dari 20 knots berpotensi terjadi di Kalimantan Utara.

- Gelombang laut dengan tinggi 3 - 4 meter berpeluang terjadi di Laut Cina Selatan, Perairan Bau Bau, Laut Banda timur Sulawesi Tenggara, Perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, Laut Halmahera bagian utara, Perairan Kepulauan Sermata, Leti, Perairan Kepulauan Babar dan Tanimbar, Perairan selatan Kep. Aru, Perairan Kepulauan Kai, Laut Arafuru,  Perairan selatan Yos Sudarso, dan Perairan selatan Merauke.

- Gelombang laut dengan tinggi lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Pasifik timur Filipina, dan Laut Tiongkok Selatan sebelah barat Filipina.

Editor Freddy Ilhamsyah PA