Friday, 6 May 2016

Gempa 5,3 SR 132 km BaratDaya Gisting-Kotaagung, Lampung


Foto: Google Earth/THNews

JAKARTA, Kepala Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Gempabumi dan Tsunami Jakarta, Drs. Eko Suryanto dalam rilis Berita Gempabumi No. : 3676/InaTEWS/V/2016 menyebutkan telah terjadi gempabumi tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter pada Jum’at, 06 Mei 2016 pukul 09:04:08 WIB.

Pusat gempa di koordinat  6.46° Lintang Selatan - 104.27° Bujur Timur berada di laut pada kedalaman 10 km berjarak 132 km BaratDaya Tanggamus, Lampung.

Gempa tersebut dirasakan di sekitar Gisting-Kota Agung, Serang dan Labuhan-Banten masing-masing I-II MMI. Tidak berpotensi Tsunami.

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Sampah Menjadi Energi, Potensi 2.066 GW Termanfaatkan 17,6 MW


Tumpukan sampah yang mnggunung. Foto: Kementerian ESDM

JAKARTA - Seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk maka tentunya volume sampah yang diproduksi akan semakin meningkat, sementara daya tampung dan usia pakai tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada semakin terbatas karena hanya mengandalkan sistem open dumping. Pemanfaatan sampah menjadi sumber energi saat ini masih sangat minim sehingga yang terjadi saat ini sampah hanya menjadi sumber masalah bukan anugerah.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi, Rida Mulyana usai meluncurkan Buku Panduan Percepatan Pengembangan Sampah Menjadi Energi, kemarin (3/5) menyatakan, pemanfaatan sampah menjadi energi masih sangat minim capaian pembangkit listrik berbasis sampah kota di Indonesia baru mencapai 17,6 MW sementara potensi yang dimiliki sekitar 2.066 MW sehingga masih banyaknya potensi sampah yang belum termanfaatkan.

Minimnya pemanfaatan tersebut menurut Rida merupakan peluang bagi investor untuk mengembangkan potensi sampah yang ada untuk menjadi energi listrik.

“Banyaknya sampah yang tidak termanfaatkan juga akan menimbulkan permasalahan lingkungan yang menghasilkan emisi gas methane (CH4) dan karbondioksida (CO2). Pada sisi lain sampah mempunyai potensi energi biomassa yang dapat dikonversi menjadi energi lain, salah satunya menjadi energi listrik,” ujar Rida.

Rida menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung target kebijakan energi nasional, dimana target pengembangan listrik yang bersumber dari Bioenergi sebesar 41,8 GW yang salah satunya yaitu pengembangan sampah kota menjadi listrik.

Pemerintah akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pengembangan sumber-sumber energi alternatif. Untuk sampah, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Feed In Tariff untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kota melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) dari Pembangkit Listrik Berbasis Sampah Kota sebagai perubahan dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2013.

“Dengan adanya peraturan yang baru tersebut, terdapat perubahan besaran harga jual tenaga listrik (Feed In Tariff) yang lebih kompetitif serta menggunakan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat sehingga dapat mengantisipasi fluktuasi perekonomian  dan menciptakan kondisi iklim investasi yang lebih stabil. Selain itu, dilakukan pula penyederhanaan alur perizinan sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat calon investor untuk berpartisipasi dalam mengembangkan sampah menjadi listrik di Indonesia”, ujar Rida.

Sumber: Kementerian ESDM

Thursday, 5 May 2016

Peringatan Dini Cuaca Ekstrim 06 - 08 Mei 2016



JAKARTA, Telukharusnews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Jakarta dalam laman resminya pada Selasa, 05 Mei 2016 pukul 15:05 WIB telah melakukan pemutakhiran data tentang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim yang berlaku untuk tanggal 06 hingga 08 Mei 2016 merilis terkait dengan adanya konvergensi di Samudera Hindia Selatan Banten. Kelembaban udara yang tinggi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini mendukung proses pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Menurut Meteo BMKG akibat adanya kondisi tersebut menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia berpotensi Hujan Lebat yaitu masing-masing di Provinsi :

  •     Aceh bagian Barat
  •     Sumatera Utara bagian Barat
  •     Sumatera Barat
  •     Lampung
  •     Bengkulu
  •     Banten
  •     Jawa Barat
  •     Jawa Tengah
  •     Papua Barat
  •     Papua

Sementara wilayah yang berpotensi Hujan Lebat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang/Puting Beliung adalah di Provinsi:

  •     Sulawesi Tengah
  •     Sulawesi Selatan
  •     Kalimantan Barat
  •     Kalimantan Tengah

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Wednesday, 4 May 2016

ICP April 2016 Naik Jadi USD 37,20 per Barel


Lokasi migas PT Pertamina EP Pangkalansusu. Foto: Freddy Ilhamsyah PA/THNews

JAKARTA, (Telukharunews.com) - Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, berdasarkan perhitungan Formula ICP, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) naik sebesar US$ 3,01 per barel menjadi US$ 37,20 per barel dari US$ 34,19 per barel pada bulan Maret 2016.

Sementara harga Minas/SLC  mencapai US$ 37,25 per barel, atau  naik sebesar US$ 3.43 per barel  dari  bulan sebelumnya yang mencapai US$ 33,82 per barel.

Peningkatan harga minyak mentah Indonesia ini,  sejalan dengan perkembangan harga beberapa minyak mentah utama di pasar Internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor yakni terjadi peningkatan permintaan minyak dunia dan gasoline pada Maret dan April 2016:

  • Publikasi bulanan International Energy Agency (IEA) bulan April 2016, tingkat permintaan minyak dunia pada Kuartal 1 2016 direvisi naik dibandingkan publikasi Maret 2016 sebesar 0,16 juta bph menjadi 94,82 juta barel per hari.
  • Publikasi Energy Information and Administration (EIA), rata-rata tingkat permintaan gasoline di Amerika Serikat pada 22 April 2016 naik 71 ribu barel per hari dibandingkan 25 Maret 2016

Selain itu, terjadi penurunan suplai dan produksi minyak mentah dunia pada April 2016 :
Suplai minyak mentah dunia mengalami penurunan hingga 0,26 juta barel per hari  menjadi 96,09 juta barel per hari  dibandingkan bulan Februari 2016. (IEA April 2016).

Rata – rata tingkat produksi minyak mentah Amerika Serikat pada 22 April 2016 adalah sebesar
8,94 juta barel per hari, turun 84 ribu barel per hari dibandingkan rata- rata tingkat produksi Amerika Serikat pada 25 Maret 2016 (EIA April 2016).

Penyebab lainnya adalah adanya penurunan stok minyak komersial, gasoline dan distillate :

  • Publikasi OPEC April 2016, stok minyak komersial Negara OECD turun 7,9 juta barel pada Februari 2016 menjadi 3,026 juta barel dibandingkan Januari 2016.
  • Publikasi EIA : stok gasoline Amerika Serikat turun 1,3 juta barrel menjadi 241,3 juta barel, stok distillate Amerika Serikat pada 22 April 2016 turun 2,9 juta barel dibandingkan 25 Maret 2016 menjadi 158,2 juta.

Faktor lainnya adalah 0il rig dunia (kecuali Cina dan FSU) turun hingga mencapai 156 rig pada Maret 2016 dibandingkan Februari 2016 menjadi 1,128 rig. (OPEC MOMR April 2016). Berdasarkan publikasi Baker Hughes, oil rig di Amerika Serikat pada 22 April 2016 turun 29 rig dibandingkan 25 Maret 2016 menjadi 343 rig serta publikasi IEA April 2016, terdapat revisi naik estimasi peningkatan utilisasi kilang pada Kuartal 1 2016 sebesar 0,2 juta bph menjadi 79,3 juta bph dibandingkan publikasi IEA bulan Maret 2016.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas, juga dipengaruhi antara lain, terdapat revisi turun atas perkiraan produksi minyak Cina pada tahun 2016 sebesar 85 ribu barel per hari dibandingkan publikasi Februari 2016 menjadi 4,2 juta barel per hari (IEA April 2016) dan rata-rata permintaan minyak India pada Januari sampai dengan  Februari 2016 naik 0,5 juta barel per hari dibandingkan periode yang sama tahun 2015 menjadi 4,6 juta barel per hari (OPEC April 2016).

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan April 2016 dibandingkan bulan Maret 2016 sebagai berikut:

  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 3,16 per barel  dari US$ 37,96 per barel  menjadi US$ 41,12 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 3,55 per barel  dari US$ 39,79 per barel menjadi US$ 43,34 per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 2,96 per barel dari US$ 34,65 per barel menjadi US$ 37,62 per barel.

Sementara dari 40 jenis minyak mentah Indonesia (di luar condensate dan minyak mentah utama Indonesia (benchmark crude) harga minyak mentah jenis NSC/Katapa/Arbei yang diproduksi oleh Pertamina EP Lapangan Pangkalansusu Sumatera Utara dan Pertamina EP Lapangan Rantau –NAD untuk April 2016 tercatat sebesar US$ 39,17 per barel. Dengan demikian NSC/Katapa/Arbei masih tetap berada dalam kelompok 5 besar harga ICP. Urutannya sebagai berikut:

(1). Jenis Kerapu US$ 40,25/barel.
(2). Jenis Anoa US$ 39,70/berel.
(3). Jenis Badak US$ 39,30/barel.
(4). Jenis Bekapai US$ 39,30/barel.
(5). NSC/Katapa/Arbei US$ 39,17.barel.

Editor : Freddy Ilhamsyah PA
Sumber: Ditjen Migas

Monday, 2 May 2016

Gempabumi 6,1 SR Guncang Provinsi Lampung


Foto: Google Earth/USGS/THNews

JAKARTA, Kepala Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Gempabumi dan Tsunami Jakarta, Drs. Eko Suryanto dalam rilis Berita Gempabumi No. : 3671/InaTEWS/V/2016 menyebutkan telah terjadi gempabumi tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter pada Senin, 02 Mei 2016 pukul 11:21:24 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat  5.39° Lintang Selatan - 104.37° Bujur Timur berada di darat pada kedalaman 115 km berjarak 23 km BaratDaya Tanggamus Lampung.
Gempa tersebut dirasakan di sekitar Krui dan Liwa IV MMI. Kotabumi dan Bandung II MMI. Jakarta dan Tangerang I-II MMI.

Sementara menurut data yang dikutip Telukharunews dari laman resmi USGS-NEIC disebutkan gempa tersebut berkekuatan Magnitude 5,9 SR.

Editor: Freddy Ilhamsyah PA