Sunday, 22 October 2017

Topan Super LAN Ancam Tokyo, Jepang


Super Typhoon LAN. Foto: Google Earth/THnews

TOKYO, Menurut hasil pengamatan Telukharunews dengan mempergunakan fasilitas Google Earth dapat diketahui pada Minggu, 22 Oktober 2017 pukul 00:43 WIB Topan Super Lan yang memiliki ukuran mata berdiameter sekitar 63 km berlokasi di dekat koordinat 24°54'12.82"Lintang Utara dan 133° 5'22.92"Bujur Timur berjarak sekitar 351,85 km (110.23 derajat) sebelah Tenggara Kota Kunigami, Okinawa-jima prefektur Okinawa atau berjarak sekitar 1.352,72 km (209.77 derajat) sebelah selatan-Barat Daya dari Tokyo, Jepang.

Sementara menurut data yang dikutip dari situs resmi Pusat Informasi Siklon Tropis-Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency-Tropical Cyclone Information Centre) diinformasikan pada 21 Oktober 2017 pukul 17:45 UTC atau Minggu, 22 Oktober 2017 pukul 00:45 WIB Topan LAN yang berskala sangat besar dan intensitasnya juga sangat kuat posisi pusatnya berada di koordinat 25°05' (25.1°) Lintang Utara dan 133°10' (133.2°) Bujur Timur.
Peta prakiraan perjalanan Topan Lan - JMA
Dikabarkan Topan super yang memiliki tekanan di pusat 925 hPa (hectopascals) bergerak maju ke arah utara-Timur Laut dengan kecepatan 30 km per jam (16 knot). Maksimum kecepatan angin dekat pusat 50 meter per detik (95 knot), dan kecepatan angin maksimum 70 meter per detik (135 knot). Sedangkan ≥ 50 knot area angin Tenggara 280 km (150 mil laut) Barat Laut 220 km (120 mil laut), dan ≥ 30 knot  area angin Barat 1100 km (600 mil laut) Timur 950 km (500 mil laut/nautical mile).

Editor: Freddy Ilhamsyah PA

Monday, 16 October 2017

Badai Tropis LAN Dekat Palau Samudera Pasifik Barat


Badai Tropis LAN. Foto: Google Earth/THnews

MANILA, Setelah Topan Khanun berlalu atau berakhir, berdasarkan hasil pengamatan Telukharunews pada Senin, 16 Oktober 2017 pukul 19:28 WIB ada Badai Tropis LAN dekat wilayah Palau di Samudera Pasifik Barat dekat koordinat 10°52'49.24"Lintang Utara dan 135° 7'12.51"Bujur Timur berjarak sekitar 1.585,92 km (103.44 derajat) sebelah timur-Tenggara dari Kota Manila, Filipina.

Sementara dari data yang dikutip dari situs resmi PAGASA pada Senin, 16 Oktober 2017 pukul 11:00 waktu setempat menerbitkan peringatan siklon tropis menyebutkan,  Badai Tropis dengan nama internasional “LAN” akan masuk ke wilayah tanggungjawab Filipina akan dinamakan”PAOLO”.

PAGASA memperkirakan jumlah curah hujan adalah dari sedang hingga berat dalam diameter 400 km dari Topan.

Badai Tropis dengan nama internasional “LAN” akan masuk ke wilayah tanggungjawab Filipina akan dinamakan”PAOLO”.

PAGASA memperkirakan jumlah curah hujan adalah dari sedang hingga berat dalam diameter 400 km dari Topan.

Dikabarkan lokasi pusat pusaran (eye) Badai Tropis “LAN” pada Senin, 16 Oktober 2017 pukul 10:00 berada 1.070 km sebelah timur kota Surigao, Surigao del Norte di luar area tanggungjawab Filipina (PAR) tepatnya di koordinat 10.3° Lintang Utara dan 135.2° Bujur Timur.

Disebutkan maksimum angin berkelanjutan berkuatan di atas 65 km per jam dekat pusat dan hembsan angin kencang di atas 80 km per jam. ***

Sunday, 15 October 2017

Hong Kong Keluarkan Peringatan Sinyal 8 Untuk Topan Khanun


Topan Khanun. Foto: Google Earth/THnews

HONG KONG,  Badan Observatorium Hong Kong melalui Buletin Peringatan Siklon Tropis yang dipublikasikan dalam situs resminya pada Minggu,15 Oktober 2017 pukul 13:45 waktu setempat telah mengeluarkan peringat sinyal nomor 8 untuk Topan (Typhoon) Khanun. Ini berarti angin dengan kecepatan rata-rata 63 kilometer per jam atau lebih diperkirakan dari kawasan Timur Laut.

Dikabarkan pada pukul 2 siang, Topan Kuat Khanun berada sekitar 220 km sebelah selatan-Barat Daya Hong Kong (mendekati 20,5 derajat utara dan 113,4 derajat timur) dan diperkirakan akan bergerak ke barat atau barat-Barat Laut sekitar 25 kilometer per jam di bagian utara Korea Selatan. Laut Cina mengarah Semenanjung Leizhou ke Pulau Hainan.

Menurut perkiraan saat ini, Khanun diperkirakan akan melewati sekitar 200 km Barat Daya Hong Kong dalam beberapa jam ke depan. Sinyal Gale atau Badai No. 8 diperkirakan akan tetap berlaku hampir sepanjang sore.

Angin lokal beralih ke Timur Laut, dan akan berubah menjadi easterlies kemudian. Daerah yang sebelumnya terlindung akan terekspos dan angin akan menguat. Masyarakat harus tetap waspada.

Air pasang saat ini berjalan lebih dari 0,5 meter di atas normal. Gelombang pasang akan terjadi malam ini dan menyebabkan banjir di beberapa dataran rendah.

Dalam satu jam terakhir, angin berkelanjutan maksimum yang tercatat di Sha Chau, Pulau Hijau dan Tai Mei Tuk masing-masing 77, 68 dan 64 kilometer per jam dengan hembusan maksimum 97, 92 dan 95 kilometer per jam. **

Tuesday, 3 October 2017

Eksplorasi Pengeboran Sumur Migas Tahun 2017 Meningkat Dibanding Tahun Lalu


Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, pada Dialog Kinerja Eksplorasi Migas, Jumat (29/9) lalu. Foto: Humas Kem.ESDM)

JAKARTA - Realisasi pengeboran sumur minyak dan gas bumi (migas) untuk eksplorasi meningkat di tahun 2017 apabila dibandingkan dengan kegiatan yang sama di tahun 2016. Hingga saat ini, pengeboran sudah dilakukan di 40 sumur, lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 34 sumur. Hingga akhir tahun, aktifitas pengeboran pun diharapkan masih dapat meningkat.

Demikian ditegaskan Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, pada Dialog Kinerja Eksplorasi Migas, Jumat (29/9) lalu.

Wamen Arcandra berharap kegiatan eksplorasi hingga akhir tahun ini dapat terlaksana sesuai harapan. "Kita masih punya waktu 3 bulan lagi, kalau ada hal-hal yang kita bisa kejar, sehingga kegiatan eksplorasi ini bisa sesuai yang kita harapkan," tuturnya.

Dalam dialog tersebut, Deputi Perencanaan SKK Migas, Jaffee Arizon Suardin memaparkan kinerja eksplorasi migas 10 tahun terakhir.

"Untuk realisasi 2017, kami baru selesai melakukan revisi WP&B 2017 dan akan memulai WP&B 2018. Ini yang terlihat realisasinya adalah sekitar 22% untuk survei seismik, untuk survei nonseismik sekitar 70%, dan untuk pengeboran eksplorasi sekitar 29% (dari WP&B 2017 sebanyak 138 sumur). Namun kegiatan eksplorasi pengeboran sumur tahun 2017 ini, lebih baik dibanding tahun 2016," papar Jaffee.

Selain jumlah pengeboran sumur eksplorasi, jumlah investasi blok eksplorasi, berdasarkan data WP&B revisi, hingga kuartal kedua 2017 tercatat Rp 11,6 triliun. Jumlah tersebut lebih besar daripada realisasi 2016 yang hanya senilai Rp 4,2 triliun.

Dalam pertemuan tersebut mengemuka tiga usulan untuk meningkatkan eksplorasi migas di masa mendatang. Usulan pertama adalah pembebasan lahan dilakukan Pemerintah dengan biaya dari KKKS, yang kedua penyewaan lahan (bukan pembelian), dan yang terakhir yakni keterbukaan data migas. (Kementerian ESDM)

Monday, 2 October 2017

Harga BBM di Pulau Seram Kini Sama Dengan di Jawa


Foto: Ist.

AMALATU - Seram Bagian Barat, Masyarakat Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, bergembira. Kini, mereka dapat menikmati harga bahan bakar minyak (BBM) yang sama dengan saudara-saudaranya yang lain di Pulau Jawa, setelah Pemerintah meresmikan lembaga penyalur BBM berupa SPBU Mini di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (2/10),

Peresmian SPBU Mini dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial mewakili Menteri ESDM, bersama Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, SVP Fuel Marketing & Distribution Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, Bupati Seram Bagian Barat M. Yasin Payapo, anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends, jajaran TNI dan Polri, serta tokoh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.

Beroperasinya SPBU Mini Amalatu, menurut Dirjen Migas, merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Program BBM Satu Harga bertujuan untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ini juga merupakan cerminan upaya pemerintah membangun dari pinggiran atau 3 T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

SPBU Mini Amalatu akan mempermudah masyarakat sekitar untuk mendapatkan BBM. Mereka tidak perlu lagi menempuh jarak sejauh 50 km hanya untuk membeli BBM. Masyarakat pun dapat memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti di daerah lainnya yaitu Premium Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter. Sebelumnya harga BBM di Amalatu mencapai Rp 12.000 per liter.

“Total kapasitas BBM di SPBU Mini Amalatu yang sebesar 45 KL yaitu 15 KL untuk Premium, 15 KL Pertalite dan 15 KL Biosolar, kiranya dapat disalurkan secara langsung kepada konsumen pengguna dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sehingga akan mendorong perkembangan perekonomian di daerah,” tambah Ego.

Mewakili masyarakat, Bupati Seram Bagian Barat M. Yasin Payapo mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya SPBU Mini di Amalatu. “Warga Latu merasa sangat bersyukur atas kehadiran SPBU di sini sehingga masyarakat dapat menikmati BBM Premium dengan harga Rp 6.450 per liter dan Solar seharga Rp 5.150 per liter. Tentunya hal ini akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM,” ungkapnya.

Ditjen Migas bersama BPH Migas dan Pertamina terus melakukan pemetaan lokasi sasaran program BBM Satu Harga. “Untuk wilayah Maluku, setelah Seram Bagian Barat akan ada 2 kabupaten lain yang didirikan lembaga penyalur BBM yaitu Buru dan Kepulauan Aru,” jelas Dirjen Migas.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, Pmbangunan SPBU di wilayah 3T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukkannya. Oleh karena itu, perlu ada pengawasan dan monitoring dari Pemerintah daerah dan aparat agar penyaluran BBM 1 harga ini tepat sasaran. "Tidak boleh ada Industri dan oknum yang menikmati Program 1 Harga BBM di wilayah 3T ini," tegasnya.

Menurut SVP Fuel Marketing & Distribution Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, SPBU Mini Amalatu merupakan SPBU ke-5 yang telah diresmikan dari 25 rencana lokasi tertentu program BBM Satu Harga di wilayah MOR VIII. “Pendirian SPBU ini kami harap membawa dampak positif bagi perekonomian dan bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia, khususnya masyarakat Seram Bagian Barat,” harapnya.

Hingga saat ini, secara nasional telah direalisasikan pengoperasian lembaga penyalur BBM Satu Harga sebanyak 25 titik di daerah 3T yaitu Puncak (Papua), Nduga (Papua), Yalimo (Papua), Mamberamo Jaya (Papua), Mamberamo Tengah (Papua), Tolikara (Papua), Intan Jaya (Papua), Pegunungan Arfak (Papua Barat), Nunukan (Kalimantan Utara), Nias Selatan (Sumatera Utara), Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat), Jepara (Jawa Tengah), Sumenep (Jawa Timur), Sumbawa (NTB), Sumba Timur (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Mahakam Hulu (Kalimantan Timur), Sorong Selatan (Papua Barat), Morotai (Maluku Utara), Paniai (Papua), Bengkayang (Kalimantan Barat), Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara), Halmahera Selatan (Maluku Utara) dan Seruyan (Kalimantan Tengah) serta Seram Barat (Maluku).

Sesuai roadmap BBM Satu Harga, Pemerintah menargetkan pengoperasian 150 lembaga penyalur hingga 2019, masing-masing 54 titik pada 2017, 50 titik 2018, dan 46 titik pada tahun 2019. (Ditjen Migas)