Senin, 14 April 2014

28 Perusahaan Setuju Renegosiasi



DirJen Minerba, R. Sukhyar saat jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara, Jumat (11/04/2014)

JAKARTA – Proses renegosiasi untuk menghasilkan keuntungan yang lebih baik untuk bangsa dan negara terus dilakukan, meski proses renegosiasi bukanlah proses yang mudah, namun pemerintah akan terus melakukannya. Hingga saat ini tercatat sudah 28 perusahaan yang menyetujui renegosiasi.

“Saat ini negosiasi tapi masih terus kita lakukan. Sekarang ini sangat tidak mudah melakukan negosiasi, tapi kita terus melakukannya. Jika bulan lalu kita menyelesaikannya sebanyak 25 yang setuju enam prinsip, sekarang bertambah termasuk yang sepakat seluruhnya menjadi total 28 perusahaan yang terdiri dari, 6 KK dan 22 PKP2B, “ ujar Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, R. Sukhyar. Jumat (11/04/2014) lalu.

Ditambahkan, kedepan akan ada  sembilan perusahaan PKP2B yang akan segera kita setujui sehingga seluruhnya bertambah 31 PKP2B dari sebelumnya 22 PKP2B dan selebihnya masih dilakukan pendalaman.

Menurut catatan Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara, status renegosiasi hingga tanggal  8 April 2014 tercatat, dari 34 KK dan 75 PKP2B, untu luas wilayah, 28 KK dan 39 PKP2B sepakat, 6 KK  dan 36 PKP2B tidak sepakat. Pengakhiran kontrak dan kelanjutan operasi, 24 KK dan 60 PKP2B sepakat, 10 KK dan 15 PKP2B tidak sepakat. Penerimaan negara, 13 KK dan 34 PKP2B 21 KK dan 41 PKP2B tidak sepakat.

Selanjutanya, untuk kewajiban pengolahan dan pemurnian, 30 KK, 72 PKP2B sepakat, 4 KK dan 3 PKP2B tidak sepakat. Kewajiban divestasi, 19 KK dan 58 PKP2B sepakat, 15 KK dan 17 PKP2B tidak sepakat. kewajiban penggunaan barang dan jasa pertambangan dalam negeri, 33 KK dan 72 PKP2B sepakat dan 1 KK dan 3 PKP2B tidak sepakat.

Sumber: Kemen ESDM

Tata Ulang Ijin Usaha Pertambangan Kementerian ESDM Gandeng KPK


Sukhyar (Foto ESDM)

JAKARTA – Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penataan ulang ijin usaha pertambangan (IUP) di 12 provinsi di Indonesia. Hingga kini tersisa 7 provinsi yang belum dikunjungi dan ditata ulang sedangkan sisanya, 5 provinsi sudah dinyatakan selesai.

“Kami, Kementerian ESDM kini bersama KPK mengadakan kunjungan kerja dalam rangka penataan IUP ke 12 provinsi. KPK mempunyai action plan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di 12 provinsi penghasil mineral dan batubara di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, di acara jumpa pers di Kantor Ditjen Minerba, Jumat, (11/04/2014).

Dari 12 provinsi yang akan dikunjungi Sukhyar menjelaskan, lima provinsi yaitu, Sulawesi Tengah, Kep. Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sudah dikunjungi, sedangankan sisanya yaitu Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Sulawesi Selatan akan dikunjungi.

Dijelaskan Sukhyar, pada umumnya masalah yang membuat IUP tidak CNC antara lain, mereka tidak membayar kewajiban royalty, dana reklamasi, tidak adanya kegiatan paska tambang dan tidak melaporkan kegaiatan yang dilakukan kepada Menteri ESDM. “Mereka harus wajib memberikan laporan, khususnya Bupati kepada Menteri dalam rangka pelaksanaan pertambangan di wilayahnya,”pungkas Sukhyar. 

Sumber: Kemen ESDM

Dirjen Minerba, Sukhyar : Dari 10.922 IUP, Yang Clear and Clean 6.042 IUP

Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, R. Sukhyar saat jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara, Jumat (11/04/2014) Foto ESDM


JAKARTA – Setelah melalui beberapa proses pentahapan dan identifikasi sesuai standar, pemerintah menetapkan dari 10.922 izin usaha pertambangan (IUP) yang ditetapkan clear and clean (CNC) sebanyak 6.042 IUP, sisanya sebanyak 4.880 IUP dinyatakan tidak clear and clean (non CNC).

“Berdasarkan catatan minerba ada 10.922 IUP sudah kita identifikasikan, yang clear dan clean ada 6.042 IUP, kemudian yang tidak clear dan clean ada 4.880,” ujar Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, R. Sukhyar saat jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara, Jumat (11/04/2014).

Menurut Sukhyar yang mengkhawatirkan banyaknya IUP yang sudah dalam tahap produksi namun belum clear and clean. Untuk mineral yang Non CNC namun sudah dalam tahap produksi sebanyak 1.978 IUP dan untuk batubara sebanyak 400 IUP.

Sukhyar mengakui, meskipun Kementerian ESDM sudah menetapkan sebuah IUP CNC terkadang ada yang menyatakan keberatan (complain) dan untuk ini, pemerintah telah membentuk tim terpadu yang beranggotakan KESDM, Kejaksaan Agung, Bareskrim, Kemenhukham, Kemendagri, BPKP, Badan Informasi Geospasial guna menyelesaikannya. “Jadi semua dokumen-dokumen, administrasi, dokumen-dokumen keputusan legal basis atau kronologi yang ada itu dipelajari secara bersama-sama oleh tim terpadu ini. kalau yang bisa yang tidak ada klaim ya sudah kita nyatakan clear and clean,” ujar Sukhyar.

Rekapitulasi IUP CNC dan Non CNC per provinsi penghasil mineral logam, Provinsi Bangka Belitung terbanyak memiliki IUP terutama timah, sedangkan terbanyak untuk batubara ada di Kalimantan Timur dengan total IUP 1441. Untuk Bangka Belitung dari total 1086 IUP yang CNC tidak banyak yaitu hanya 484 IUP dan untuk Kalimantan Timur, khusus untuk batubara produksi yang CNC 372 IUP sedangkan yang non CNC sebanyak 69 IUP.  

Sumber: Kemen ESDM

Minggu, 13 April 2014

Kepulauan Solomon Kembali Diguncang 17 Gempabumi Susulan

Gambar Google earth/THNews.com



HONIARA, Solomon (Telukharunews.com) – Setelah Kepulauan Solomon diguncang 19 kali gempabumi pada Minggu, 13 April 2014 sejak pukul 03:14:39 sampai pukul 14:02:20 WIB kini negera kepulauan itu kembali dilanda 14 gempabumi yang berlangsung sejak pukul 17:05:39 sampai pukul 22:24:01 WIB pada hari yang sama, dan kemudian disusul 3 gempabumi berkekuatan 4,8,SR, 4,6 SR dan 4,8 SR pada dini hari Senin, 14 April 2014 sejak pukul  01:11:30 sampai pukul 04:13:33 WIB.
Gambar Google earth/THNews.com
Gempabumi terbesar dalam periode 17:05:39 sampai pukul 22:24:01 WIB (Minggu, 13/4/) terjadi pada pukul 19:36:18 WIB dengan kekuatan 7,4 Skala Richter di kordinat 11.451°LintangSelatan, 162.069°BujurTimur di kedalaman 35 km yang berjarak 111km sebelah Selatan dari Pelabuhan Kirakira, atau 321km sebelah Tenggara kota Honiara, Kepulauan Solomon, 713km BaratLaut dari kota Luganville, Vanuatu dan 922km sebelah Tenggara dari kota Arawa, Papua Nugini.

Total gempabumi sejak Minggu, 13 April sampai Senin, 14 April 2014 dini hari pukul 04:13:33 WIB tercatat sebanyak 36 kali. (fi)

Sumber: USGS