Rabu, 22 Oktober 2014

Subsidi LPG 3 Kg Sebesar Rp 60 Triliun per Tahun


LPG 3 kg (foto Kaskus)

BANDUNG, Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo mengingatkan, selain subsidi untuk BBM dan listrik yang mencapai hampir Rp 400 triliun juga terdapat subsidi LPG yang juga cukup besar, yaitu Rp 60 triliun per tahun untuk LPG 3 Kg pada program konversi minyak tanah ke gas. Karenanya, konsumsinya harus juga dibatasi hanya untuk yang berhak saja.

“Sekarangkan tidak begitu terekspose bahwa subsidi energi kita itu ada tiga sebetulnya, yang pertama adalah subsidi BBM yang mencapai Rp 300 triliun atau Rp 400 triliun per tahun, yang saya bilang Rp 1 triliun per hari, yang kedua subsidi listrik sebesar Rp 100 triliun kemudian yang tidak begitu diperhatikan yaitu subsidi LPG,” ujar Wakil Menteri ESDM dalam konferensi pers sebelum peluncuran buku Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014-2030 di Bandung, Jumat (17/10/2014).

Volume LPG tahun ini lanjut Wamen, yang telah disetujui Pemerintah dan DPR RI sebesar 60 juta ton untuk LPG 3 Kg. Kebutuhan LPG tahun depan diperkirakan mencapai kira-kira 6,6 juta ton, sedangkan produksi dalam negeri hanya 1,3 juta ton, sehingga tahun depan itu harus impor kira-kira 5,3 juta ton LPG.”Kalikan saja USD 1.000 per ton, dana yang akan dibutuhkan kira-kira USD 5,3 milyar untuk impornya,” imbuh Wamen.

Dijelaskan Wamen, saat ini harga LPG 3 Kg masih disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp 9.000 per kilogram, dari harga keekonomian sebesar kira-kira Rp 12.800 per kilogram, yang dijual ke masyarakat hanya Rp 3.800 per kilogram. “Jadi subsidinya itu kira-kira 9.000, kalikan saja. oleh karena itu jumlah subsidi bisa mencapai kira-kira Rp 60 triliun, itu yang tidak pernah terekspose,” pungkas Wamen.

Selanjutnya untuk mengurangi subsidi tersebut, Wamen menambahkan, pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar masyarakat dalam program pembangunan jaringan gas kota (jargas) yang sudah dilakukan pemerintah diberbagai wilayah di Indonesia harus “digeber” untuk mereplace konsumsi LPG 3 kg.

Selain upaya tersebut diatas, diperlukan kebijakan gas nasional (national gas policy) sehingga apa yang terjadi sekarang, kekurangan infrastruktur dan alokasi gas yang yang "ribet" kesana kemari, kebijakan harga yang satu sama lainnya tidak terkontrol yang menyebabkan pemanfaatan gas tidak optimal harus dihilangkan, ujar Wamen.

Sumber : esdm

PLT Kepala SKK Migas Resmikan FPSO Ratu Nusantara


Ilustrasi FPSO – commons.wikimedia.org

SINGAPURA, Perkembangan proyek minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang yang terletak di perairan utara Madura, Jawa Timur, hingga awal Oktober 2014 sebesar 65 persen. Salah satu kemajuan pengembangan proyek ini adalah fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (floating production storage and offloading/FPSO) yang diresmikan namanya di Galangan Kapal Keppel, Singapura, Selasa (21/10).

FPSO yang memiliki panjang 233 meter, lebar 43 meter, dan tinggi 20 meter ini, diberi nama Ratu Nusantara yang mewakili kemitraan Indonesia dan Malaysia di Kepulauan Nusantara. Peresmian dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), J. Widjonarko, Pimpinan tertinggi Negara Bagian Sabah Y.A.B Datuk Seri Panglima Musa Haji Aman, dan Country Chairman dari Petronas Carigali Indonesia, Hazli Sham B Kassim.

“Diharapkan lapangan Bukit Tua mulai berproduksi pada April 2015,” kata Widjonarko. Proyeksinya, produksi awal lapangan ini sebesar 5.000 barel minyak per hari dan 20 juta kaki kubik gas bumi per hari. Produksi akan meningkat bertahap hingga mencapai puncaknya sebesar 20.000 barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik per hari.

Produksi gas, diperuntukkan ke pembeli domestik, yaitu PT. Petrogas Jatim Utama untuk kebutuhan kelistrikan pembangkit listrik tenaga gas dan uap Gresik. Pada Jumat (17/10) lalu, telah ditandatangani amandemen perjanjian jual beli gas bumi antara kontraktor kontrak kerja sama Ketapang dengan Petrogas. “Dari amandemen ini, penerimaan negara diperkirakan bertambah US$ 105 juta atau Rp 1,2 triliun,” katanya.

Ratu Nusantara memiliki fasilitas pengolahan 25 ribu barel minyak per hari dan 77 juta kaki kubik gas bumi per hari, serta 20 ribu barel air per hari. Kapal ini juga dirancang mampu menyimpan hingga 630 ribu barel minyak yang telah diproses. Nantinya, minyak dihasilkan akan disalurkan ke tanker pembeli. Ratu Nusantara merupakan kapal Tanker Scorpius yang dirakit pada tahun 1994 milik Keppel Corporation dan diambil alih pada kuartal terakhir 2013. Dibutuhkan waktu sekitar 16 bulan untuk mengkonversi kapal tanker menjadi FPSO.

Petronas Carigali Ketapang Ltd, sebagai operator Lapangan Bukit Tua, memiliki kontrak kerja sama untuk menyewa FPSO dengan PT. M3 Ketapang Sejahtera, perusahaan konsorsium antara M3nergy dari Malaysia dan PT Transamudra Usaha Sejahtera dari Indonesia. Kontrak ini berlaku selama 5 tahun, yang dapat diperpanjang dua periode satu tahun.

Kepala Humas, SKK Migas, Rudianto Rimbono menjelaskan, untuk memenuhi azas cabotage yang berlaku di Indonesia, kapal ini telah berbendera Indonesia. “Untuk memenuhi konten lokal, fasilitas topside dipabrikasi di Batam,” katanya.

Hazli menambahkan, Petronas berkomitmen untuk mengembangkan wilayah kerja migas yang dikelola di Indonesia. “Kami tengah melakukan studi lebih lanjut untuk melihat potensi pengembangan lapangan di blok Ketapang yang nantinya juga bisa menggunakan FPSO Ratu Nusantara untuk memaksimalkan kapasitas penggunaannya,” katanya.

Blok Ketapang, 80 persen sahamnya dimiliki Petronas dan sisanya dimiliki PT Saka Ketapang Perdana. Lapangan Bukit Tua terletak di Laut Jawa, 35 km sebelah utara Pulau Madura dan sekitar 110 kilometer timur laut Kota Gresik, Jawa Timur. Semula lapangan ini dikelola Conoco Philips bermitra dengan Petronas. Sejak 25 Juli 2008 lapangan ini sepenuhnya dikelola Petronas.

Sumber : skkmigas

Selasa, 21 Oktober 2014

Warkop Pangkalan Idola Remaja Pangkalansusu



Warkop Pangkalan di jalan Tambang Minyak Pangkalansusu

PANGKALANSUSU, Warkop Pangkalan adalah cucu Kedai Kopi Pak Mail, panggilan beken untuk Ismail yang sudah kesohor sejak tahun 1960-an di kota Pangkalansusu, Ibukota Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. 

Racikan kopi kedai ini memiliki aroma khusus pada masa itu, sebelum kopi Uleu Kareung di Banda Aceh dikenal orang. Kedai Kopi pak Mail sudah merebut hati warga Pangkalansusu maupun pendatang dari luar kota Pangkalansusu (sewilayah Teluk Aru).
Tempat meracik kopi dan berbagai soft dring lainnya.
Kegiatan Kedai Kopi pak Mail terpaksa terhenti beberapa bulan akibat Kota Pangkalansusu pada Minggu, 17 Juli 2005 terbakar sehingga menjadi semacam “Lautan Api”. Akibatnya, sebanyak 86 unit Ruko, 13 rumah penduduk, 120 unit kios dan 21 unit bangunan loos pasar tradisional di kota itu musnah dan rata dengan tanah, termasuk Kedai Kopi Pak Ismail di jalan Tambang Minyak Pangkalansusu ikut jadi korban si Jago Merah.
Karaokean untuk mengilangkan penat
Dengan bersusahpaya keluarga pak Mail mendirikan kembali kedai kopi darurat di bekas tempat lama demi untuk melajutkan usaha mereka yang sudah berurat-akar sebagai penjual minuman kopi khas pak Mail. Pada tahun 2005 pak Ismail meninggal dunia kemudian usahanya dilanjutkan oleh putra sulungnya (Arifin) dibantu Awaluddin yang biasa disapa dengan sebutan Awal si peracik kopi yang handal.
Milk Shake khas Warkop Pangkalan
Era baru

Selepas wafatnya pak Ismail, Kedai Kopi Pak Mail mulai memasuki era baru setelah bangunan lama semi permanen dipugar menjadi bangunan permanen berlantai dua yang berdiri kokoh di jalan Tambang Minyak No. 95-97 Pangkalansusu dengan nama baru “Warkop Pangkalan” yang kini pengelolaannya dialihkan kepada Andri Putra (24) cucu pak Ismail (alm).
Aneka menu seafood
Menurut putra ketiga Hasan Ismail (pemilik toko kosmetik “Sarina” Pangkalansusu), Warkop Pangkalan diresmikan pada  pada 9 Maret 2014 dengan investasi patungan bersama abangnya (Chairil Fuadi) yang berprofesi sebagai pelaut. 

Menyinggung tentang menu yang tersedia di Warkop Pangkalan, penyandang D3 IPB jurusan Komunikasi itu menjelaskan selain kopi hitam khas pak Mail juga tersedia berbagai ragam seperti Kopi Susu Telor, Kopi Susu Cincau, Kopi Vanilla Ice Cream, Kopi Tiga Rasa Mint dll,  juga ada Teh Vanilla Ice Cream, Teh Susu Cincau, Teh Blend Mint, Lemon Tea Mint dan berbagai jenis minuman ringan lainnya termasuk berbagai jenis jus. 
Nasi Ayam Kremes Spesial
Di Warkop Pangkalan juga ada disediakan snack Roti Bakar Keju Coklat, Kentang Goreng, Nugget, Risol Ayam, Piscok, Pentol Goreng dan sebagainya.

Sedangkan untuk makanan tersedia berbagai jenis Nasi Goreng, Nasi Kremes Spesial, berbagai menu Bihun Goreng, Ifo Mie Goreng, Mie Tiaw. Di situ juga tersedia Capcay Seafood dll, Cah Kangkung dll dan Cah Tauge. 
Nongkrong bareng teman-teman
Untuk menu seafood ada Cumi Crispi dll, Udang Pedas Wangi dll, berbagai jenis Ikan Bakar dan goreng, serta berbagai menu Ayam Bakar seperti Ayam Penyet, Ayam Kremes, Ayam Pedas Wangi dll.

Karaoke dan Ruang Meeting

Sementara di Lantai-II merupakan ruang karaoke yang sangat digemari bukan hanya oleh remaja Pangkalansusu tapi juga diminati remaja dari luar Pangkalansusu yang sengaja datang ke Warkop Pangkalan untuk bergembira-ria di hari libur dan malam-malam tertentu (Sabtu dan Minggu).
Acara peringatan Ultah konsumen
Andri menjelaskan, selain untuk nonton bareng berbagai event khususnya sepakbola, ruang lantai-II juga sering dijadikan sebagai tempat acara perayaan hari ulang tahun konsumen dan tempat meeting berbagai kalangan, karena di tempat kami tersedia proyektor dan layar infocus yang lebar.
Nonton Bareng Sepakbola
Menurut Andri, Warkop Pangkalan juga meladeni pesanan untuk berbagai acara dalam partai besar dengan harga bersaing dan terjangkau bagi pemesan. Untuk pemesanan dapat menghubungi Andri melalui telpon selular nomor 0821 6052 7749 dan 0822 7701 0010 (24 jam online).  

“Nongkrong sambil makan atau minum enggak perlu mahal yang penting happy di Warkop Pangkalan,” ucap Andri. Motto kami “Konsumen itu adalah raja” tambahnya mengakhiri obrolnya dengan Telukharunews, Selasa (21/10). fi

Selasa, 14 Oktober 2014

Nicaragua Dilanda Gempa Berkekuatan 7,3 SR dan 3 Gempa Susulan



Gempa 7,3 SR di Nikaragua (gambar: Google Earth/THNews)

MANAGUA, Nikaragua  (Telukharunews.com) – Gempabumi berkekuatan 7,3 Skala Richter telah menggetarkan beberapa kota di Republik Nikaragua, di Amerika Tengah pada Selasa, 14 Oktober 2014.

Gempa yang terjadi di dasar Samudera Pasifik Timur pada Senin (13/10) pukul 21:51:35 waktu setempat atau Selasa (14/10) pukul 10:51:35 WIB dekat perairan pantai Nikaragua berlokasi di koordinat  12.576°Lintang Utara, 88.046°Bujur Barat berada di kedalaman 40 km berjarak 67 km sebelah barat-Baratlaut dari kota Jiquilillo, Nicaragua atau 86 km sebelah selatan-Baratdaya dari kota La Union, El Salvador, dan 95 km sebelah  barat dari kota Corinto, Nicaragua.

Gambar : USGS National Earthquake Information Center.
Getaran gempa dirasakan MMI- VII di kota Jiquilillo (populasi 4k), dan MMI-VI masing-masing di kota Chirilagua (populasi 6k), Intipuca (populasi 4k), Puerto Morazan (populasi 8k), Monjaras (populasi 7k) dan kota El Realejo (populasi 6k). Sedangkan MMI-IV masing-masing di kota San Salvador (populasi 526k), Managua (populasi 973k) dan Tegucigalpa (populasi 851k). MMI-III dirasakan di kota San Pedro Sula (populasi 489k) dan kota Guatemala (populasi 995k). Noot : k = x1,000.

Gempa tersebut telah menimbulkan 3 gempa susulan di Nikaragua masing-masing berkekuatan 5,0 SR yang terjadi pada pukul 11:01:32 WIB di koordinat 12.379°LU, 88.196°BB di kedalaman 35 km.

Gempa berkekuatan 4,4 SR terjadi pada pukul 17:23:45 WIB di koordinat 11.586°LU, 87.360°BB di kedalaman 43,6 km, dan gempa berkuatan 4,6 SR terjadi pada pukul 19:27:23 WIB di koordinat 12.429°LU, 88.129°BB di kedalaman 35 km. (fi)

Sumber : USGS National Earthquake Information Center