Senin, 21 Juli 2014

Peringatan Dini Cuaca Ekstrim di Indonesia 22 - 24 Juli 2014



JAKARTA, Telukharunews.com - Adanya Siklon Tropis MATMO di Samudera Pasifik sebelah Timur Laut Filipina dan pembelokan angin dari Selat Karimata hingga Selat Makassar. Kelembaban udara cukup tinggi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua yang mempengaruhi pertumbuhan awan hujan masih terdapat di sebagian Sumatera, Jawa dan Papua.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah :

    1.Aceh bagian Timur dan Barat
    2.Jawa Barat bagian Tengah dan Selatan
    3.Jawa Tengah bagian Selatan
    4.Papua Barat
    4.Papua bagian Utara dan Tengah

Pemutakhiran: 21 July 2014, 20:07 WIB
Peringatan Cuaca Signifikan Tanggal 22 Juli 2014

»  Prakiraan Cuaca Propinsi Maluku Utara :
Waspada Tinggi Gelombang mencapai 2,5 sampai 3 meter berpotensi terjadi di Perairan Utara dan Timur Halmahera, laut Halmahera serta Perairan Kepulauan Sula.

»  Prakiraan Cuaca Propinsi Riau Kepulauan :
Untuk Transportasi Laut agar lebih berhati-hati terhadap Arus Laut yang Cukup Kuat di Wilayah Perairan Natuna.

»  Prakiraan Cuaca Propinsi Sulawesi Utara :
Waspadai Angin Kencang pada pagi, siang dan malam hari.

Sumber: Meteo-BMKG


Topan Matmo mulai merapat ke Taiwan


Typhoon Matmo mulai merapat ke Taiwan. Gambar Google earth/THNews

Update

MANILA, - Menurut hasil pemantauan Telukharunews.com pada Senin, 21 Juli 2014 pukul 18:11:20 WIB posisi Typhoon Matmo berada di koordinat 18°29'10.80"N, 125°44'59.47"E berjarak sekitar 852,88 km (149,44 derajat) sebelah selatan-Tenggara dari Taipei, Tawan.

Saat ini kondisi kepala "Henry" berdiameter 949,90 km (81,46 derajat) dari utara ke selatan dan 494,28 km (270,03 derajat) dari timur ke barat. Sedangan panjangnya dari BaratDaya (Malaysia) sampai posisi ujung kepala “Henry” di TimurLaut sekitar 3.387,00 km (61,56 derajat). Lihat gambar.
Typhoon Matmo (Gambar: Google earth/THNews)
Sementara menurut PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical & Astronomical Services Administration) melalui Severe Weather Bulletin Nomor 10 Peringatan Siklon Tropis Typhoon "HENRY" (MATMO) terbit pada Senin, 21 Juli 2014 pukul 17:00 waktu Filipina menyebutkan, Typhoon "Henry" telah mempercepat perjalanan dan terus bergerak ekstrim menuju Luzon Utara, Filipina.

Pada pukul 16:00 Lokasi Pusat “Henry” berada di koordinat 18.1°LintangUtara, 125.8°BujurTimur berjarak 420 km sebelah timur kota Aparri, Cagayan dengan kemasan kecepatan angin maksimum 130 kilometer perjam di dekat pusat dan hembusan angin hingga 160 kph. Diperkirakan bergerak menuju BaratLaut dengan kecepatan 24 km perjam.

Topan Rammasun Tewaskan 17 orang di China

VOA (Voice of America)  Indonesia mengabarkan pada Senin, 21 Juli 2014 pukul 06:35 UTC, angin kencang dan hujan lebat yang menyertai Topan Rammasun telah menimbulkan kerusakan, menewaskan 17 orang di China setelah menewaskan hampir 100 orang di Filipina.

Topan ini menewaskan delapan orang di pulau Hainan sebelum mencapai China daratan, di mana sembilan orang tewas di Guangxi, jelas media pemerintah Tiongkok.

Sedikitnya 94 orang tewas dan enam lainnya hilang di Filipina setelah terpaan topan, yang menyebabkan jutaan rumah di ibukota, Manila, tidak mendapat pasokan listrik.

Topan Rammasun merupakan topan terkuat yang melanda daerah itu dalam 41 tahun tiba di daratan hari Jumat (18/7) di Tiongkok dengan angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam. Hujan lebat diperkirakan akan melanda Tiongkok Utara awal pekan ini.

Topan baru, Matmo, akan menimbulkan angin kencang dan hujan lebat di wilayah yang sebelumnya dilanda Rammasun.

Dampak Terhadap Cuaca di Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dalam Buletin Informasi Siklon Tropis yang dikeluarkan oleh TCWC pada Senin, 21 Juli 2014 pukul 20:22 WIB menyebutkan, Siklon Tropis MATMO memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di Indoensia berupa :

- Angin Kencang dengan kecepatan lebih dari 20 knots berpotensi terjadi di Kalimantan Utara.

- Gelombang laut dengan tinggi 3 - 4 meter berpeluang terjadi di Laut Cina Selatan, Perairan Bau Bau, Laut Banda timur Sulawesi Tenggara, Perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, Laut Halmahera bagian utara, Perairan Kepulauan Sermata, Leti, Perairan Kepulauan Babar dan Tanimbar, Perairan selatan Kep. Aru, Perairan Kepulauan Kai, Laut Arafuru,  Perairan selatan Yos Sudarso, dan Perairan selatan Merauke.

- Gelombang laut dengan tinggi lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Pasifik timur Filipina, dan Laut Tiongkok Selatan sebelah barat Filipina.

Editor Freddy Ilhamsyah PA

Minggu, 20 Juli 2014

Topan Matmo akan melintasi Filipina menuju Taiwan


Topan Matmo akan menuju Taiwan (Gambar Google earth/THNews)

MANILA, Telukharunews.com – PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical & Astronomical Services Administration) melalui Severe Weather Bulletin Nomor 6 terbit pada Minggu, 20 Juli 2014 pukul 11:00 waktu Filipina dalam peta prakiraan perjalanan Topan Matmo (lihat peta prakiraan perjalanan terlampir) diperkirakan Topan “Henry” (Matmo) yang kini berada 420 km sebelah timur-Tenggara dari Borongan Timur Samar tepatnya di koordinat 12.6 derajat LintangUtara, 129,5 derajat BujurTimur akan tiba di Pulau Formosa, Taiwan pada Rabu, 23 Juli 2014 pukul 14:00.
Peta perjalanan topan "Henry" (Matmo) Gambar PAGASA
Pada Minggu, 20 Juli 2014 pukul 10:00 waktu Filipina Topan “Henry” memiliki kekuatan kecepatan angin maksimum 120 km per jam dekat pusat dan hembusan angin mencapai 159 km per jam. Prakiraan bergerak ke arah BaratLaut dengan kecepatan 13 km perjam.

Sementara berdasarkan hasil pengamatan Telukharunews.com melalui fasilitas Google earth pada Minggu, 20 Juli 2014 pukul 20:56:30 WIB Topan Matmo berada di koordinat 14°0'28.99"LintangUtara, 127°52'58.10"BujurTimur berjarak sekitar 742,16 km (94,34 derajat) sebelah timur dari Manila, Ibukota Filipina.

Ukuran diameter badan Topan Matmo dari BaratDaya ke TimurLaut 2.312,77 km (62,83 derajat), Utara ke Selatan 963,55 km (177,29 derajat). Sedangkan diameter kepalanya dari Utara ke Selatan adalah 490,45 km (178,13 derajat. Dari  Timur ke Barat 565,82 km (267,09 derajat).

Editor/Alih bahasa : Freddy Ilhamsyah PA


Sabtu, 19 Juli 2014

Badai Berat Matmo Telah Ditingkatkan Statusnya Menjadi Topan



Severe Tropical Storm Matmo berubah jadi Typhoon (Gambar: Google earth/THNews)

MANILA, Telukharunews.com - Menurut hasil pengamatan Telukharunews.com pada pukul 19:30:30 WIB Tropical Storm Matmo mulai meningkatkan kekuatannya dari kecepatan angin maksimum 35 knot (40,28 mph) pada Jum’at, 18 Juli 2014 pukul 18:00 telah meningkat menjadi 65 knot (74.8 mph) pada Sabtu, 19 Juli 2014 pukul 18:00 sehingga NOAA National Hurricane Center menetapkan sebagai Typhoon.

Lokasi Typhoon Matmo saat ini berada di koordinat 11°18'30.63"LintangUtara, 130° 1'16.29"BujurTimur berjarak 1.049,86 km (109,51 derajat) dari sebelah Tenggara kota Manila, Filipina.

Dampak Typhoon Matmo terhadap cuaca di Indonesia

Badan Meteorologi Geofisika Kilmatologi dan Geofisika - Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta menyebutkan, Siklon Tropis MATMO memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di Indoensia berupa:

- Hujan ringan - sedang berpotensi terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian Utara, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat bagian Utara dan Papua bagian Utara.

- Gelombang 2 sampai 3 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, Perairan Raja Ampat - Sorong, Laut Halmahera, Perairan Fak Fak - Kaimana, dan Perairan Agats - Amampere.

Super Typhoon Rammasun melemah

Sementara pada Sabtu, 19 Juli 2014 pukul 19:21:15 WIB kekuatan Typhoon Rammasun sudah melemah ketika berada di koordinat 22°35'53.08"LintangUtara, 106°54'11.24"BujurTimur dari 75 knot (86.31 mph) pada, Sabtu, 19 Juli 2014  pukul 15:00 menjadi 50 knot (57.54 mph) pada pukul 18:00.

Saat ini lokasi Severe Tropical Storm Rammasun berjarak sekitar 54,36 km (297,71 derajat dari BaratLaut kota Changzuo atau 66,35 km (96,30 derajat) sebelah timur-Tenggara dari kota Cao Bang, dan 152,65 km (261,22 derajat) dari sebelah barat Nanning, Ibukota Kabupaten Guangxi. (fi)

Editor/Alih bahasa : Freddy Ilhamsyah PA


Jumat, 18 Juli 2014

Badai Tropis Matmo Muncul di Samudera Pasifik Barat


Badai Tropis Matmo di utara Malekeok Samudera Pasifik. (Gambar Google earth/THNews)

MEDAN, Telukharunews.com – Di Samudera Pasifik Barat telah muncul badai baru bernama Badai Tropis (Tropical Storm) Matmo dekat Palau pada Jum'at, 18 Juli 2014 pukul 17:00:15 WIB di koordinat 10°49'28.86"LintangUtara, 134°42'32.76"BujurTimur berjarak 1.554,89 km (104,36 derajat) dari Kota Manila, Filipina.

Sedangkan posisi Siklon Tropis Matmo 18 Juli 2014 pukul 20:02:30 WIB berjarak 356,30 km (347,42 derajat) di utara Malekeok, tepatnya berada di koordinat 10°36'13.88"LintangUtara, 133°54'37.43"BujurTimur  berjarak 1.474,13 km (106,01 derajat) sebelah timur-Tenggara dari Manila, Filipina.

Menurut data yang dikutip dari NOAA National Hurricane Center disebutkan pada Jum’at, 18 Juli 2014 pukul 18:00 Badai Tropis Matmo memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot (40,28 mph).

Data di bawah ini dari Japan Meteorology Agency- Tropical Cyclone Information

TS 1410 (MATMO)
18:00 JST,
Pada, Jum’at, 18 Juli 2014 pukul 10:00 GMT atau pukul 18:00 JST (waktu standar Jepang)
Analisa pada pukul 09 UTC
Posisi Pusat 10° 35'(10,6°) LintangUtara, 133° 55'(133.9°) BujurTimur.
Arah barat dan kecepatan gerakan 15 km per jam (7 knot)
Tekanan di pusat pusaran 1002 hPa
Kecepatan angin maksimum dekat pusat 18 meter per detik (35 knot)
Embusan maksimum kecepatan angin 25 meter per detik (50 knot)
Area angin 30 knot atau lebih ALL220 km (120 mil laut)

Prakiraan untuk tanggal 19 pukul 09 UTC
Posisi tengah probabilitas lingkaran 13° 0'(13,1°) LintangUtara, 132° 30'(132.5°) BujurTimur.
Arah dan kecepatan gerakan utara-BaratLaut 15 km per jam (7k knot)
Tekanan di pusat pusaran 992 hPa
Kecepatan angin maksimum dekat pusat 23 meter per detik (45 knot)
Embusan maksimum kecepatan angin 35 meter per detik (65 knot)
Radius probabilitas lingkaran 130 km (70 mil laut).

Keterangan satuan:
1KT (knot) = 1,852 km per jam = 0,5144 meter per detik.
1 NM (mil laut) = 1,852 km

Editor/Alih bahasa : Freddy Ilhamsyah PA