Tuesday, 1 September 2015

Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Tanggal 01 Sampai 03 Septemer 2015



JAKARTA, Telukharunews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Jakarta dalam situs nya pada Senin, 31 Agustus 2015 pukul 17:08 WIB telah melakukan pemutakhiran data tentang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim yang berlaku untuk tanggal 01 sampai 03 September 015 terkait dengan adanya perlambatan kecepatan angin terjadi di Samudera hindia sebelah Barat Sumatera bag Utara dan konvergensi di Kalimantan bagian Utara yang mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di daerah sekitarnya. Kelembaban udara cukup tinggi di wilayah Sumatera bagian Utara, Kalimantan, Papua Barat dan Papua. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Akibat adanya kondisi tersebut di atas, maka diperkirakan akan menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat yaitu di Aceh, Sumatera Utara bagian Utara, Kalimantan Barat bagian Utara dan Kalimantan Utara.
Sementara terkait dengan adanya awan gelap (cumulonimbus) di lokasi tersebut (lihat peta) dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Daerah yang berpotensi Hujan Lebat disertai Petir berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Mentawai – Padang, dan Teluk Cendrawasih. (fi)

Sumber: BMKG

Badai Kategori 4 Jimena Menuju Ke Barat Samudera Pasifik


Gambar: Google Earth/THNews

JAKARTA, Berdasarkan hasil pengamatan Telukharunews.com melalui fasilitas Google Earth pada Senin, 31 Agustus 2015 pukul 23:21 WIB dapat diketahui saat itu Badai Kategori 4 Jimena yang berdiameter Timur-Barat 873,52 km (257,43 derajat) Utara-Selatan 670,19 km (180,14 derajat) posisinya berada di koordinat 15°36'9.73"Lintang Utara - 135°8'25.13"Bujur Barat. Jimena memiliki mata berdiameter Timur-Barat 39,10 km (270,55 derajat). Utara-Selatan 39,54 km (180,08 derajat).

Sementara menurut prakiraan Badan Layanan Cuaca Nasional-Pusat Badai Nasional (NWS National Hurricane Center) Miami, Florida dalam rilis yang dikeluarkan pada Senin, 31 Agustus 2015 pukul 15:00 UTC atau pukul 22:00 WIB disebutkan posisi pusat badai Jimena berada di dekat koordinat 15°6'Lintang Utara - 135°3'Bujur Barat posisi akurat sekitar 5 NM bergerak maju ke arah Barat atau 280 derajat 14 knot.

Estimasi minimum tekanan di pusat 936 MB, memiliki mata berdiameter 20 NM dan maksimum angin berkelanjutan 130 knot dengan hembusan 160 knot. (fi)

Sunday, 30 August 2015

Gempabumi Tektonik 5,5 SR Di Lepas Pantai Selatan Sumbawa


Gambar: Google Earth/Teks THNews

JAKARTA, Telukharunews.com - Kepala Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Drs Eko Suryanto dalam rilis No. : 3383 /InaTEWS/VIII /2015 menginformasi telah terjadi gempabumi tektonik berkekuatan 5,5 Skala Richter pada  Minggu, 30 Agustus 2015 pukul 03:02:23 WIB yang berlokasi di koordinat 11.17° Lintang Selatan - 116.32°  Bujur Timur di kedalaman 10 km berjarak 268 km BaratDaya Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat.

Pusat gempa yang berada di dasar laut dirasakan di sekitar Denpasar II-III MMI. Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami. (fi)

Thursday, 27 August 2015

Badai Kategori 1 Ignacio Di Samudera Pasifik Timur


Gambar: Google Earth/THNews

JAKARTA, Berdasarkan hasil pengamatan Telukharunews.com melalui fasilitas Google Earth pada Kamis, 27 Agustus 2015 pukul 15:21 WIB terpantau ada Badai Kategori 1(Category 1 Hurricane) Ignacio yang melayang di atas Samudera Pasifik Timur posisinya berada di koordinat 12°12'6.50" Lintang Utara dan 137°27'49.85" Bujur Barat  berjarak sekitar 2.062,70 km (111,44 derajat) sebelah Tenggara dari Hilo, Hawaii.

Menurut yang dikutip dari NOAA National Hurricane Center WMO, disebutkan badai kategori 1 Ignacio memiliki kemasan maksimum angin berkelanjutan 65,00 knot atau 74,80 mil per jam, bergerak ke arah barat-Barat Laut (290,0 derajat). (fi)

Ketersediaan Energi Syarat Dasar Negara Maju



SURABAYA – Ketersediaan energi merupakan syarat mutlak sebuah negara maju. Ketercukupan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jelas sebuah keharusan. Menjadi sebuah Negara maju harus mengusai tiga hal yang utama. Pertama, ketersediaan pangan, kedua energi dan yang ketiga ketersediaan air. Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi, IGN Wiratmaja Puja, saat memberikan amanahnya sebelum menyerahkan penghargaan keselamatan migas di acara Forum Komunikasi Keselamatan Migas hari ini, Rabu (26/8).

Mengelola energi dengan baik dengan melepaskan diri dari ketergantungan terhadap energi fosil serta meningkatkan pengembangan energi baru terbarukan merupakan beberapa upaya yang akan yang akan terus dilakukan pemerintah, karena tanpa energi cita cita menjadi Negara maju hanyalah mimpi belaka.“Energi itu merupakan syarat yang penting untuk dasar kita bisa menjadi Negara maju,” ujar Wiratmaja.

Wiratmaja menambahkan, pengelolaan energi juga akan disederhanakan, lebih mudah dan lebih cepat, dan selain itu sekarang ini pemerintah sedang melakukan perbaikan paradigma pemanfaatan energi dimana dimasa lalu lebih banyak memanfaatkan energi sebagai komoditas namun sekarang akan kita pergunakan sebagai pendorong pertumbuhan dan perbaikan ekonomi.

Perubahan paradigma lainnya adalah, selama ini kita lebih banyak menggunakan filosofi energy follow the people, dimana masyarakat banyak, disanalah kita membangun infrastruktur energi, seperti yang terjadi di Pulau Jawa, karena jumlah populasinya banyak maka disitulah dibangun infrastruktur migas. Kedepan kita akan rubah dengan dimana ada energi disitu kita akan bangun kawasan industry, berbagai infrastruktur sehingga industry akan tumbuh dan maka masyarakat akan datang kesana. “Kedepan kita berharap people follow the energy,”tambah Wiratmaja. ***

Sumber: Website Kementerian ESDM