![]() |
Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat |
JAKARTA (Pinmas), Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan bahwa
ada 3 jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia dalam peristiwa Mina yang
terjadi pada Kamis (24/09) lalu. Kedua korban adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51
tahun) dan Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun). Adapun satu korban lainnya
masih belum diumumkan namanya karena masih akan di-crosscheck ke pihak terkait.
“Data jamaah meninggal dunia yang sebelumnya dirilis berjumlah 2 orang,
bertambah 1 orang yang identitasnya masih dilakukan crosschek dengan pihak
terkait,” demikian disampaikan Arsyad Hidayat dalam kesempatan jumpa pers di
Kantor Daker Makkah terkait up date data korban peristiwa Mina sampai dengan
pukul 13.00 waktu Arab Saudi, Jumat (25/09).
Arsyad menambahkan bahwa tercatat ada 6 jamaah haji Indonesia yang
cedera dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit Arab Saudi, yaitu:
- Zulaiha Alam dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306305 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.
- Ubaid bin Komaruddin dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745300 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.
- Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.
- Arninda Idris dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1307797 saat ini dirawat di RSAS King Abdullah.
- Fadillah Nurdin dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306258 saat ini dirawat Klinik 107 Makkah.
- Yusniar Abdul Malik dari kloter MES 7 dengan nomor paspor B1060451 saat ini dirawat di RSAS Al Nur.
Selain itu, lanjut Arsyad, jamaah yang dilaporkan belum kembali ke
tenda di Mina mulai saat kejadian sampai
hari ini pukul 07.00 WAS,
sebanyak 225 orang dengan rincian: 14 orang dari Kloter 14 Embarkasi Baram (BTH
14), 19 orang dari Kloter 48 Embarkasi Surabaya (SUB 48), dan 192 orang dari
kloter 61 Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 61). Ketiga kloter ini adalah jamaah
haji Indonesia yang tinggal di Mina Jadid, tepatnya menempati tenda di Maktab 1
(BTH 14), 2 (SUB 48), dan 7 (JKS 61).
“Kami telah menghubungi para keluarga korban. Sebagai wakil dari
pemerintah, kami menyampaikan turut prihatin dan berbelasungkawa yang
sedalam-dalamnya atas wafatnya para jamaah haji korban peristiwa Mina tahun
1436H/2015M,” ujarnya.
Ditegaskan Arsyad bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab
Saudi terus berupaya mencari para jamaah
korban peristiwa Mina. Upaya yang dilakukan antara lain dengan menginventarisir
data jamaah dari para Ketua Kloter yang diduga pada waktu tersebut, melintas di
sekitar kejadian. “Melakukan penyisiran jamaah yang dirawat di seluruh rumah
sakit Arab Saudi di kota Makkah,” tambahnya.
Arsyad mengimbau para jamaah agar mematuhi jadwal melontar jumroh yang
sudah diinformasikan kepada para ketua kloter, ketua regu, dan ketua rombongan.
Hal ini untuk menghindari resiko akibat kepadatan jamaah. ***
Sumber: Situs Kementerian Agama RI
No comments:
Post a Comment