![]() |
Ka. Daker Makkah Arsyad Hidayat |
MAKKAH (Pinmas), Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat memastikan bahwa
informasi yang berkembang melalui pesan berantai yang menyebutkan angka korban
mencapai 32 orang berikut daftar namanya adalah tidak benar dan tidak valid.
“Mohon agar informasi terkait pemberitaan tersebut segera ditarik dan
tidak disebarluaskan” tegas Arsyad, Kamis (24/09).
Selain itu, ada juga informasi yang menyebutkan korban hingga mencapai
angka 39 orang. Itupun dipastikan Arsyad sebagai informasi yang tidak benar dan
menyesatkan. “Mohon kerjasama seluruh media untuk tidak memberitakan hal
tersebut. Update informasi terkait Peristiwa Mina, silahkan
komunikasikan dengan media center haji,”
jelasnya.
Sehubungan dengan peristiwa Mina yang menimpa jamaah haji yang akan
melakukan Jumrah Aqabah, Kamis (24/09) pagi tadi, beredar kabar bahwa menyebut
korban dari jamaah haji Indonesia mencapai puluhan. Informasi tersebut bahkan
disertai dengan daftar nama jamaah yang setelah ditelusuri ternyata tidak valid.
Pada bagian lain Arsyad menjelaskan, peristiwa diduga terjadi karena
adanya jamaah yang akan melakukan jumrah Aqabah tiba-tiba terhenti di jalan
Arab 204. Karena terhenti, jamaah yang berada pada barisan belakang mendorong
jamaah yag di depan sehingga berdesakan dan banyak perempuan dan orang tua yang
jatuh menjadi korban.
Untuk memastikan apakah ada korban dari jamaah Indonesia, Arsyad
mengatakan bahwa Tim PPIH sudah turun di tempat kejadian peristiwa (TKP)
dan di RS Mina Al-Jisr, tempat banyak korban dievakuasi ke rumah sakit tersebut.
“Berdasarkan info tim di lapangan, ada satu korban jamaah haji Indonesia.
Sampai saat ini korban tersebut sedang diidentifikasi dan mudah-mudahan dalam
waktu yang tidak begitu lama akan segera disampaikan identitas dan kloter asal
jamaah haji tersebut,” jelasnya.
Jumlah korban meninggal dunia sampai dengan saat ini ada 220 orang
dengan korban luka 450 jamaah dan itu kebanyakan dari jamaah dari Negara
wilayah Arab dan Afrika (Mesir). “Info terkait peristiwa Mina, hubungi hotline
kami di +966543603154,” tandas Arsyad.
Sumber: Situs resmi Kementerian Agama RI
Editor: Freddy Ilhamsyah PA
No comments:
Post a Comment