![]() |
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menekan tombol sirene tanda
dimulainya pembangunan LRT, di Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi. Foto Humas
Setkab RI
|
JAKARTA, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kereta api ringan
atau light rail transit (LRT) yang peletakan baru pertama atau
groundbreakingnya telah dilaksanakannya, di depan kantor Jasa Marga, tol KM
5.400, seberang Taman Angrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur,
Ranu (9/9) pagi, nantinya akan terintegrasi dengan semua moda transportasi di
DKI Jakarta.
“Setelah ini, ini kan yang dari luar masuk ke Jakarta. Saya tadi di
depan tanya ke Pak Gubernur DKI, Perpresnya juga sudah saya beri ke Gubernur
DKI, ini. Tadi bisiki Pak Gubernur, kapan bisa dimulai, Pak Gub? Januari,
karena di DKI harus lelang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada
groundbreaking proyek pembangunan LRT itu.
Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan jika pembangunan LRT di Jakarta
baru dilaksanakan bulan Januari mendatang karena harus dilakukan lelang
terlebih dahulu.Yang paling penting, kata Presiden, sebelum Asian Games 2017
nanti dimulai semua LRT itu sudah harus tersambung.
“LRT Bogor, Depok, Tangeras, Bekasi (Bodetabek) masuk ke Jakarta,
diterima oleh LRT-nya Pak Gubernur DKI.
Jadi dari Gubernur Jawa Barat masuk ke Gubernur DKI, diterima nanti Gubernur
DKI, LRT-nya Gubernur DKI, dan terintegrasi dengan semua moda transportasi yang
ada di DKI, baik MRT (Mass Rapid Transport), baik bis Transjakarta; busway-nya,
baik dengan kereta ke bandaranya, baik kereta cepatnya juga. Dengan kereta
cepatnya Jakarta-Bandung, semua terintegrasi,” papar Presiden Jokowi.
Karena itu, lanjut Presiden Jokowi,
ini adalah pekerjaan yang dilaksanakan bersama-sama, semuanya
bersambung; MRT, LRT, busway, kereta cepat, kereta bandara, semuanya karena
kereta bandara sebentar lagi akan kita mulai.
“Memang harus terintegrasi, saya sampaikan. LRT ini harus terintegrasi
dengan busway, MRT, dengan kereta KRL, dengan kereta bandara, dengan kereta api
cepat. Semuanya terintegrasi. Kalau tidak terintegrasi, jalan sendiri-sendiri,
ga sambung, gimana? Nanti orang turun mau kemana, orang turun dari MRT mau ke
Bandung, ya langsung naik…turun di stasiun naik kereta api cepat misalnya. Yang
turun dari kereta api cepat mau langsung ke bandara, turun di sebuah stasiun,
naik kereta menuju ke kereta bandara. Mau naik busway, ya turun di sebuah
stasiun, turun ke bawah stasiun, diterima busway, lari ke busway,” terang
Presiden Jokowi saat menjawab wartawan seusai acara groundbreaking itu.
Presiden Jokowi berharap semua pekerjaan transportasi massal sudah bisa
diselesaikan. “Artinya yang, menurut saya yang paling penting adalah semua
pekerjaan itu segera dimulai. Setelah dimulai, beri target selesainya kapan.
Dan saya juga ingin menyampaikan bahwa pekerjaan transportasi, infrastruktur
transportasi tidak hanya di jalan saja,” tukas Jokowi.
Kereta Sulawesi dan Papua
Tidak hanya di Jabodetabek, menurut Presiden Jokowi, pemerintah juga
akan membangun angkutan kereta api di Sulawesi dan Papua. “Akhir bulan ini,
saya juga akan mulai pembangunan kereta api di Sulawesi, akhir bulan,” ujarnya.
Presiden menyampaikan, sebetulnya ada yang memintanya agar bulan
Agustus kemarin dilakukan groundbreaking pembangunan transportasi kereta di
Sulawesi. Tapi ia menolak, karena ia ingin agar dikerjakan dulu minimal 5-7
kilometer baru dilakukan groundbreaking.
“Saya mau lihat barangnya kaya apa yang dikerjakan sehingga
mengontrolnya mudah, setiap hari lewat jadi progressnya bisa terus kita pantau.
Tapi yang di Sulawesi saya minta dimulai dulu, nanti sudah 5 sampai 7 kilo baru
saya akan lihat pekerjaan itu,” terang Jokowi.
Adapun yang di Papua, menurut Presiden Jokowi, saat ini masih dalam proses juga, proses FS
(Feasibility Study). Diharapkan Desember selesai FS-nya, tahun depan juga sudah
kita mulai.
“Jadi kereta api di Papua, supaya informasi perlu saya sampaikan.
Jangan sampai nanti ini kok yang dikerjakan di Jawa terus. Di luar Jawa juga
sudah , tapi semuanya pakai proses, semuanya harus melalui tahapan-tahapan
proses,” tutur Presiden Jokowi.
Kepada wartawan yang mencegatnya di acara groundbreaking proyek
pembangunan LRT itu, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa pekerjaan pembangunan
kereta di Sulawesi dan Papua itu sudah dilaksanakan oleh Kementerian
Perhubungan (Kemenhub). ***
Sumber: Setkab RI
No comments:
Post a Comment