![]() |
Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan memberikan keterangan pers, di
kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/9) sore. Foto Humas Setkab RI.
|
JAKARTA, Agar lebih efektif dan tidak tumpang tindih, Pemerintah akan
menata kembali organisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan
Keamanan Laut (BAKAMLA), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Mengenai BNPT, perannya lebih ditegaskan lagi, supaya tidak terjadi
tumpang tindih . Dan khususnya menangani secara terpadu. Sekarang sudah
berjalan, tapi Presiden minta supaya program ini bisa berjalan terpadu,” kata
Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam)
Luhut B. Pandjaitan kepada wartawan seusai rapat terbatas di kantor
Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/9) sore.
Adapun menyangkut BAKAMLA, menurut Menko Polhukam, akan dipertajam
sehingga Undang-Undang Pelayaran dan Kelautan yang isinya ternyata ada yang
sama antara satu dengan yang lain, tumpang tindih atau bertolak belakang akan
diperbaiki.
Dengan demikian, lanjut Luhut, BAKAMLA bisa memainkan perannya sebagai
coast guard, tidak seperti sekarang tumpang tindih dengan Badan Konservasi
Pemberdayaan Laut (BKPL) maupun dengan TNI AL, Polri dan sebagainya.
Pengedar Narkoba
Mengenai BNN, Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan mengatakan, rapat
terbatas telah menyepakati bahwa masalah narkoba ini penjaranya akan dipisah,
akan dibuat terisolir sendiri, sehingga tidak disatukan dengan tahanan-tahanan
lain.
Kemudian program untuk pengisap narkoba itu akan ditangani oleh
Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Jadi akan
dipisahkan masalah itu,” ujarnya.
Menurut Luhut, BNN Akan bertindak lebih luas. Mereka akan lebih banyak
ke masalah penanganan dari pengedar-pengedar narkobanya, drugsnya. Bukan
penghisap atau pengguna.
“BNN itu akan bertindak lebih luas tapi mereka akan ada banyak kepada
masalah penanganan dari pengedar-pengedar narkobanya bukan kepada masalah
pengguna. Itu akan mungkin diberikan kepada Kemensos atau Kemenkes,” jelas
Luhut.
Menko Polhukam menilai, Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso akan punya pekerjaan
yang sangat banyak karena rapat terbatas
telah menyepakati, bahwa bahaya narkoba itu sudah sangat luas.
“Kita tidak hanya sebagai pengguna atau transit tetapi sudah juga
menjadi tujuan dan juga penyebar. Oleh karena itu, Presiden menekankan bahwa
narkoba ini menjadi isu sentral,” tegas Luhut.
Luhut menyebutkan, bahwa Budi Waseso ini tidak bisa tinggal diam, dia
harus kerja keras untuk itu sehingga organisasinya perlu juga diperkuat,
organisasinya perlu juga diperkuat, pekerjaan, tugas dan tanggungjawabnya juga
perlu dipertegas, manusianya juga mungkin perlu kalau ada refreshing atau
reorganize, itu akan dilakukan.
“Beliau sudah berbincang dengan saya 10 hari yang lalu dan kita janjian
sebenarnya satu minggu dari sekarang. Beliau akan datang dengan konsep-konsep
baru untuk membuat, memperkuat BNN ini menjadi lebih bagus. Masukan itu nanti
dalam waktunya sampai 5-6 minggu ke depan akan kita laporkan ke Presiden,” kata
Luhut. ***
Sumber: Humas Setkab RI
No comments:
Post a Comment