JAKARTA, Telukharunews - Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geofisika-Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dalam Buletin
Informasi Siklon Tropis pada Kamis, 30 November 2017 pukul 19:22 WIB
menginformasikan telah lahir Siklon Tropis Dahlia yang posisinya berada di
koordinat 9,5° Lintang Selatan dan 106,9° Bujur Timur (sekitar 375 km sebelah
selatan Jakarta). Siklon Tropis Dahlia yang memiliki kemasan kecepatan angin
maksimum 40 knots (75 km per jam) bergerak ke arah Tenggara dengan kecepatan 12
knots (22 km per jam) menjauhi wilayah Indonesia.
Siklon Tropis ini memberikan dampak terhadap cuaca di wilayah Indonesia
berupa:
- Hujan sedang hingga lebat di Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
- Angin kencang > 20 knot di pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, Banten bagian selatan, dan Jawa Barat bagian selatan.
- Gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di Perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan selatan Jawa Timur.
- Gelombang laut dengan tinggi 4 hingg 6 meter di Perairan Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa.
Pusat Peringatan Siklon Tropis-BMKG mengeluarkan peringatan bagi
kapal-kapal yang melintas dan masyarakat pesisir pantai untuk Waspada terhadap
kemungkinan terjadinya gelombang tinggi.
Sebelumnya pada Rabu (29/11) sore Kepala BMKG, Prof. Dr. Dwikorita
Karnawati, M. Sc saat memberikan keterangan pers bahwa bibit siklon tropis di
Barat Daya Bengkulu mengalami peningkatan kekuatan menjadi siklon tropis pada pukul
19:00 WIB dengan nama SIKLON TROPIS "DAHLIA" berada pada posisi 8.2° Lintang
Selatan dan 100.8° Bujur Timur (sekitar 470 km sebelah Selatan Bengkulu) dengan
pergerakkan ke arah Tenggara menjauhi wilayah Indonesia.
Citra Satelit Himawari 8 EH 01/12/2017 pukul 00:10 WIB. Foto: BMKG |
Lahirnya siklon tropis Dahlia akan berdampak pada peningkatan Hujan Lebat,
Tinggi Gelombang, Angin Kencang, maupun potensi Kilat/Petir di beberapa wilayah
di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan seperti:
- Hujan Sedang hingga Lebat di pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung, Banten, dan Jawa Barat bagian Selatan.
- Angin kencang > 20 knots (36 km/jam) di pesisir Barat Sumatera Barat hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
- Gelombang Laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di Perairan Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai.
- Gelombang Laut dengan tinggi 4 hingga 6 meter di Perairan Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Enggano hingga Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Banten.
Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau kepada
masyarakat agar :
- Waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi Hujan Lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor terutama di daerah dataran rendah, daerah cekungan, bantaran kali atau sungai, perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan.
- Waspada terhadap potensi Hujan disertai Angin Kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun papan reklame/baliho tumbang/roboh serta yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil.
- Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai Kilat/Petir.
- Waspada peningkatan ketinggian Gelombang Laut yang > 2,5 meter.
Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG
senantiasa membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:
call center 021-6546318;
http://www.bmkg.go.id;
follow twitter @infobmkg;
aplikasi iOS dan android
"Info BMKG";
atau dapat langsung
menghubungi kantor BMKG terdekat.
Editor: Freddy Ilhamsyah PA
No comments:
Post a Comment