TAIPEI, Taiwan - Badai Tropis Dahsyat Trami menghantam wilayah padat
penduduk di Taiwan Utara, sehingga sekolah-sekolah dan perkantoran terpaksa
ditutup akibat hujan deras yang memicu tanah longsor dan gangguan lainnya di
seluruh negara pulau itu, Rabu, 21 Agustus 2013.
Pada pukul 5:30 (03:30 GMT), Pusat Biro Cuaca setempat mengatakan,
pusat badai itu terletak di lepas pantai, 100 kilometer (63 mil) timur laut
dari ibukota Taipei, membawa angin berkelanjutan 108 kmh (68 mph) dengan hembusan
hingga 137 kmh. Itu diperkirakan untuk menyelesaikan bagian atas pantai utara
pulau itu pada tengah malam, menuju ke arah barat langsung saja menuju provinsi
Fujian Cina.
Peningkatan 10 kpj dalam kecepatan angin berkelanjutan akan menyebabkan
badai yang akan ditingkatkan ke status topan, meskipun prakirawan tidak yakin
jika itu akan terjadi.
![]() |
Ombak besar mengantam bibir pantai (Foto Ist). |
Awal pekan ini, Trami mendatangkan malapetaka di ibukota Filipina,
Manila dan di daerah terpencil lainnya, sehingga menyebabkan 15 orang tewas, 41
terluka dan mempengaruhi lebih dari 1 juta orang saat permukaan air membanjiri lahan
pemukiman yang padat penduduk. Presiden Benigno Aquino III mengunjungi tempat
penampungan darurat untuk mendistribusikan paket makanan dan menghibur ribuan
warga pengungsi.
Di Taiwan, badai telah membuang 300 mm (12 inci) hujan di Taipei senja
hari Rabu, dan hampir 500 mm di daerah pegunungan Baratlaut Taiwan. Dengan
hujan lebat diperkirakan akan terus berlanjut melalui sebagian besar wilayah itu,
Kamis.
Di tengah hujan deras, tanah longsor menutup jalur jalan penghubung
komunitas pegunungan terpencil di Hsinchu county, 70 warga terjebak, meskipun
pihak berwenang mengatakan tidak ada seorang pun dalam bahaya dan kru bekerja
untuk memperbaiki situasi.
![]() |
Seorang nelayan mengamankan perahunya saat dia naik keluar ketika Badai
Tropis Trami mendekati Toucheng, utara Taiwan Timur, Rabu, 21 Agustus, 2013. (AP
Photo/Wally Santana)
|
Longsor lainnya dilaporkan terjadi di utara Taipei dan di bagian tengah
Taiwan.
Akhir pejabat pemerintah Selasa memerintahkan sekolah-sekolah dan
kantor di Taipei dan di beberapa daerah sekitarnya untuk ditutup karena masalah
keamanan. Mereka juga menghentikan layanan pada sistem kereta api kecepatan
tinggi di pulau itu, yang menghubungkan Taipei ke kota selatan, Kaohsiung.
Badan Kebakaran Nasional Taiwan melaporkan hanya satu cedera dari
badai, seorang wanita 33 tahun yang sepeda motornya terbalik setelah menabrak
sebuah lubang di Distrik Neihu, Taipei.
Pihak militer mengungsikan lebih dari 1.000 warga dari sebuah pulau
terpencil diyakini terancam oleh badai, serta 200 warga dari daerah pegunungan
Alishan, dekat pusat geografis Taiwan. (fi)
Sumber: The Province - Canada.com/AP
No comments:
Post a Comment