Friday, 17 April 2015

Pertamina Mencapai Efisiensi USD 46,25 Juta Melalui Sistem Otomatisasi



Wianda Pusponegoro

JAKARTA - PT Pertamina selama Triwulan I berhasil mencapai efisiensi dalam proses penyaluran BBM dan LPG mencapai U$ 46,25 Juta.

Pencapaian tersebut merupakan kontribusi dari seluruh lini di Pemasaran dan Niaga atas beberapa program yang saat ini telah digulirkan sejak Januari 2015 tersebut. Pencapaian efisiensi tersebut diperoleh dari program Sales & Marketing Excellence, Supply Chain Excellence, Shipping Excellence, Losses Control yang didukung dengan system informasi teknologi (IT) yang terintegrasi di setiap proses bisnis di Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan bahwa efisiensi yang berhasil diraih merupakan bukti bahwa Pertamina selalu meningkatkan kinerja dengan mengkaji seluruh proses bisnis yang dapat dioptimalisasikan dengan menggunakan sistem IT yang terintegrasi.  Mengingat kondisi dunia migas saat ini yang cukup memiliki banyak tantangan diperlukan usaha-usaha yang luar biasa untuk dapat terus menjalankan roda bisnis perusahaan agar dapat tetap memberikan kontribusi kepada negara.

“Beberapa program efisiensi yang telah digulirkan manajemen sejak awal tahun 2015 menunjukan hasil yang cukup signifikan bagi perusahaan dan kami terus berkomitmen untuk menciptakan efisiensi dalam proses bisnis lain yang masih dapat di optimalisasikan,” terang Wianda.

Menurut Wianda, Sales & Marketing Excellence berhasil menciptakan value sebesar US$ 100 ribu dengan mengembangkan pasar bahan bakar untuk kapal di wilayah Selat Malaka, sedang kan supply chain excellence menciptakan value U$ 6,72 Juta dengan optimasi pola pengangkutan LPG. Program Shipping Excellence dengan optimalisasi penggunaan kapal angkutan BBM dengan metode Freight on Board (FOB) serta re-negosiasi kontrak kapal sewa berhasil menciptakan value penghematan U$ 12,84 Juta.

Efisiensi yang cukup signifikan juga terlihat pada losses  control dengan mengintensifikasikan optimasi kargo penyaluran BBM dengan sistem IT terpadu yang telah terpasang di beberapa Terminal BBM Pertamina serta penghematan bungker consumption untuk armada kapal baik yang charter maupun armada milik.

Pembangunan infrastruktur yang selama ini telah di lakukan pertamina membuahkan hasil yang cukup signifikan dengan terkoneksinya realisasi penyaluran BBM ke system MySAP Pertamina. Sarana dan fasilitas yang mendukung integrasi penyaluran BBM tersebut antara lain Metering System, Automatic Tank Gauging (ATG), New Gantry System (NGS), End to End Data Automation (ETEDA), Auto Schedulling penjadwalan pengiriman BBM untuk mobil tangki (New Integrated Fleet Management System).

“Sistem ini sudah beroperasi di Terminal BBM Plumpang, Surabaya dan Ujung Berung Bandung dan tahun ini direncanakan akan segera terpasang di 20 Terminal BBM Pertamina lainnya,” katanya.

Dengan upaya-upaya tersebut maka Pertamina terus menekan losses saat ini dimana rata-rata losses Pertamina yaitu 0,3% yang masih berada di bawah standar standard tolerasi losses yang berlaku secara global, yaitu 0,5%. Namun, tuturnya, perusahaan terus berkomitmen untuk menekan tingkat losses tersebut sehingga operasi pasokan BBM menjadi lebih efisien.

Sumber: Pertamina

Wednesday, 15 April 2015

Industri Hulu Migas Utamakan Industri Dalam Negeri


Ka.SKKMigas, Amien Sunaryadi (foto Ist)

JAKARTA, Telukharunews.com  – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) berkomitmen mengutamakan peran industri dalam negeri dalam kegiatan operasionalnya untuk meningkatkan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, untuk mewujudkan hal tersebut pada kegiatan hulu migas harus ada intervensi Negara dalam bentuk kebijakan pemerintah yang berpihak pada sektor industri nasional. “Keunggulan mekanisme kontrak bagi hasil yang berlaku di sektor hulu migas adalah negara masih hadir dalam melakukan kendali terhadap operasi yang dilaksanakan oleh kontraktornya,” kata Amien saat sambutan di acara Indonesia Supply Chain Management (SCM) Summit 2015 di Jakarta, Selasa (14/4).

Dicontohkan, Pedoman Tata Kerja (PTK) yang dikeluarkan SKK Migas untuk mengatur pengelolaan rantai suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) di industri hulu migas. Salah satu tujuan utama pedoman tersebut adalah peningkatan kapasitas nasional, seperti adanya kewajiban pelaksanaan pengadaan barang/jasa di daerah dan ketentuan mengenai konsorsium harus beranggotakan perusahaan dalam negeri.

Berdasarkan hasil kajian Universitas Indonesia mengenai multiplier effect kegiatan hulu migas bagi perekonomian nasional, disimpulkan bahwa setiap Rp 1 Miliar yang dibelanjakan oleh sektor hulu migas di dalam negeri akan berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja untuk 10 orang, peningkatan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 700 Juta dan pendapat rumah tangga sebesar Rp 200 Juta. Menurut data SKK Migas, tahun 2014, belanja sektor hulu migas mencapai Rp 209 Triliun. Artinya, menambah kesempatan kerja sebanyak 899.400 orang, meningkatnya PDB sebesar Rp 86 Triliun, dan pendapatan rumah tangga nasional sebesar Rp 23,8 Triliun.

Pada tahun 2014, nilai seluruh komitmen pengadaan barang dan jasa industri hulu migas sebesar US$ 17,354 miliar dengan persentase tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 54,15 persen (cost basis).

Sejak tahun 2010, penggunaan TKDN juga melibatkan partisipasi badan usaha milik Negara (BUMN) penyedia barang dan jasa. Periode 2010-2014 nilai Pengadaan yang melibatkan BUMN mencapai lebih dari US$ 4,51 miliar dengan TKDN sebesar rata-rata 77,25 persen.

Di luar itu, sejak 2009, seluruh pembayaran pengadaan barang dan jasa di sektor hulu migas harus melalui bank BUMN dan BUMD dengan total transaksi mencapai US$ 44,91 miliar. Tahun 2014, nilai transaksi yang melalui perbankan nasional mencapai US$ 12,43 miliar. Jumlah ini melonjak 50 persen lebih dari tahun 2013 yang nilai transaksinya senilai US$ 8,195 miliar.

Selain transaksi pembayaran, sektor hulu migas menyimpan dana rehabilitasi pasca operasi (abandonment and site restoration/ASR) di Bank BUMN. Sampai 31 Desember 2014 tercatat penempatan dana ASR di Bank BUMN telah mencapai US$ 635 juta atau meningkat 474 persen dibandingkan tahun 2009.

Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis, SKK Migas, M.I Zikrullah mengatakan, pencapaian yang sudah ada ini diharapkan dapat meningkat di masa mendatang. “Perlu adanya sinergi antara permintaan dan penawaran,” katanya.

Misalnya, agar industri dalam negeri tertarik untuk melakukan investasi harus ada informasi mengenai kebutuhan operasi hulu migas. Dengan adanya investasi, diharapkan kemampuan dalam negeri dapat semakin meningkat. Kemudian, agar Kontraktor KKS dapat secara optimal memanfaatkan produk barang/jasa dalam negeri, informasi mengenai kemampuan nasional harus dipromosikan dan dibuka seluas-luasnya.

Sementara itu, terdapat tantangan yang dihadapi antara lain, aspek kualitas, harga, dan tata waktu penyelesaian dari produk barang/jasa dalam negeri perlu ditingkatkan. “Untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, struktur biaya yang harus ditanggung oleh industri di dalam negeri harus dikurangi,” kata Zikrullah.

SCM Summit yang digelar SKK Migas bersama dengan BP dan Petronas merupakan pertemuan tahunan yang menjadi ajang bagi seluruh profesional pengelolaah rantai suplai hulu migas untuk saling bertukar informasi, berbagi pengetahuan, dan merumuskan strategi dan terobosan dalam pengelolaan rantai suplai. 

Sumber : skkmigas

Tuesday, 14 April 2015

Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Tanggal 14 sampai 16 April 2015



JAKARTA, Telukharunews.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jakarta melalui situs meteo.bmkg.go.id Senin,13 April 2015 pukul 20:04 WIB telah melakukan pemutakhiran data mengenai Peringatan Dini Cuaca Ekstrim terkait adanya perlambatan kecepatan angin/konvergensi memanjang dari Pesisir Barat Sumatera hingga Sumatera bag Selatan dan dari Maluku hingga Papua Barat. Pertemuan angin terjadi di sepanjang Selat Karimata hingga Kalimantan bag Barat. Kelembaban udara cukup tinggi di sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan hampir di sebagian besar wilayah Indonesia.

Akibat adanya kondisi seperti tersebut di atas akan menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia berpotensi Hujan Lebat pada tanggal 14 sampai 16 April 2015 yaitu masing-masing adalah :

    Sumatera Barat
    Bengkulu
    Lampung
    Jawa Tengah
    Kalimantan Timur bagian Utara
    Kalimantan Selatan
    Kalimantan Utara
    Sulawesi Tengah bagian Timur
    Sulawesi Selatan bagian Utara
    Papua

Sumber : Meteo BMKG

Jembatan Kembar Sei Lepan Siap Menanti Korban


Beginilah kondisi Jembatan Kembar Sei Lepan diabadikan Senin (13/4/2015) Foto THNews/ls.

PANGKALAN BRANDAN, Telukharunews.com – Sejak beberapa tahun terakhir kondisi badan Jalan dan Jembatan yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara – Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) tepatnya di lintasan Jembatan Kembar Sei Lepan tidak jauh dari Kantor Camat Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara telah rusak parah.

Menurut hasil pengamatan Telukharunews.com walaupun sudah berulangkali dilakukan perbaikan dengan sulam-tambal, namun badan jalan tersebut tetap saja berlubang.

“Ini membuktikan lemahnya pengawasan yang dilakukan para pihak terkait dan buruknya kinerja Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum sehingga mengakibatkan lantai jalan dan jembatan seakan tak pernah sepi dari lubang yang menganga yang setiap saat dapat menelan korban khususnya bagi pengendara sepedamotor,” ujar pemuka masyarakat Pangkalan Brandan, Hasrizal, SH kepada pers, Senin (13/4).

Kini lubang badan jalan yang menganga di tengah badan Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) di Jembatan Kembar tersebut terpaksa ditutup dengan batang pisang dan ranting kayu untuk mengantisipasi terjadinya bahaya kecelakaan baik bagi pengendara sepedamotor maupun truk dan bus penumpang umum, sambung Hasrizal.

Menurut dia, beberapa bulan lalu, lubang yang sama ditambalsulam dengan adukan coran semen lalu kemudian diaspal. “Bagaimana mungkin tambal sulam adukan coran semen yang baru bisa menyatu (standart) dengan coran beton yang lama, terbukti meski bolak balik ditambal sulam, tapi kenyataannya badan jalan tetap saja berlubang”, ujar Hasrizal prihatin.

Menanggapi hal itu beberapa pengendara di TKP minta pihak Binamarga/Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Utara untuk segera memperbaiki jalan tersebut. “Perbaikan jalan hendaknya jangan seperti selama ini terkesan hanya ditambalsulam sehingga mengakibatkan jalan cepat rusak,” ujar mereka. (fi)