![]() |
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (foto: abror/presidenri.go.id) |
JAKARTA – Permintaan akan energy terus tumbuh seiring meningkatnya
kebutuhan. Untuk mengantisipasi hal tersebut Presiden Republik Indonesia,
Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan Pemerintah Republik rakyat Tiongkok (RRT)
beserta pelaku usaha yang mendampinginya untuk menanamkan investasinya di sektor
panas bumi dan sumber-sumber energy baru
terbarukan lainnya.
“Pengembangan bidang energi di Indonesia juga memerlukan investasi yang
cukup besar. Untuk periode tahun 2013 hingga tahun 2030, Indonesia akan mengalami
peningkatan tajam permintaan untuk sumber daya energi. Pada tahun 2030,” ujar
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di acara Indonesia-China Business
Luncheon di Jakarta, Kamis (3/10/2013).
Presiden memperkirakan pasar energi akan mencapai USD 270 milyar, untuk
itu terbuka peluang untuk pengembangan kerjasama dibidang energi, baik energi
panas bumi yang masih sangat potensial untuk digali maupun energi terbarukan
dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
“Bersama dunia usaha Indonesia baik di pusat maupun daerah, kalangan
dunia usaha Tiongkok dapat melakukan kerjasama yang tepat dan saling
menguntungkan. Kerjasama yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi di seluruh
wilayah Indonesia,” ujar Presiden.
Pemerintah Indonesia terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi para
investor mitra dagang termasuk dari Tiongkok. Berbagai kendala yang selama ini
kerap muncul seperti prosedur administrasi dan perijinan, peraturan investasi,
dan kurangnya informasi terus kita perbaiki. “Pintu kami terbuka lebar bagi
siapa saja yang ingin berinvestasi di Indonesia dan menjadikan Indonesia basis
produksi regional, baik untuk memasuki pasar dikawasan ini maupun kawasan
lainnya, “ imbuh Presiden.
“Mari kita bangun jaringan diantara kedua negara agar kemitraan kita
bertambah kuat, kemitraan yang semangat positifnya dapat dirasakan oleh rakyat
kedua negara, kemitraan yang adil dan menjanjikan kemakmuran bersama, kemitraan
diantara kemitraan stretgis yang memiliki tujuan yang besar dan mulia untuk
jangka waktu yang panjang,” ucap Presiden.
Sumber: esdm
No comments:
Post a Comment