![]() |
Proyek PLTU-II Tanjungpasir Pangkalansusu dilihat dari perairan Teluk Aru. (Foto THNews) |
JAKARTA – Guna memacu penggunaan barang dan jasa dalam negeri sektor
pembangkit sedikitnya ada 18 lokasi PLTU “Merah Putih” dengan total kapasitas
350 MW akan dibangun PLN dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Ke-18 proyek PLTU skala kecil yang seluruhnya berlokasi di luar
Jawa-Bali tersebut merupakan proyek PLTU Merah Putih. Karena, selain dikerjakan
putra putri terbaik bangsa Indonesia, juga material utama yang digunakan untuk
membangun PLTU ini nyaris semuanya memanfaatkan produk-produk lokal. “Saat ini,
material utama seperti boiler, generator, dan turbin untuk PLTU skala kecil
sudah dapat diproduksi di dalam negeri,” ujar Manajer Senior Komunikasi
Korporat PLN. Bambang Dwiyanto, Minggu (27/10/2013).
Menurut Bambang, kondisi yang mendorong penggunaan produk lokal adalah
kenyataan bahwa PLN membiayai pengeluaran investasi (capex) yang sangat besar
setiap tahun. Realisasi capex PLN tahun 2012 saja mencapai Rp 50 triliun. Dari
angka pengeluaran itu, hanya sebagian kecil yang dinikmati di dalam negeri. Sebagian
besar belanja PLN selama ini mengalir ke luar negeri. Peralatan-peralatan
kelistrikan selama ini didominasi produk impor. Bila dana sebesar itu bergulir
di dalam negeri akan menciptakan “efek domino” yang sangat besar terhadap
kemajuan perekonomian dalam negeri.
Bambang melanjutkan, sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik
terbesar, tantangan besar PLN adalah memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang
rata-rata pertumbuhan 7 - 8 persen per tahun. Dibutuhkan dana investasi Rp 60
hingga Rp 70 triliun yang dibelanjakan PLN tiap tahunnya untuk membangun
Infrastruktur kelistrikan demi memenuhi pertumbuhan listrik tersebut.
Sumber: Kementerian ESDM
No comments:
Post a Comment