Tuesday, 7 July 2015

BADAI DAN TOPAN SIAP MENUJU DARATAN TIONGKOK (?)

[caption id="attachment_876" align="aligncenter" width="600"]Badai dan Topan siap menuju ke Daratan Tiongkok. Foto Google Earth/THNews Badai dan Topan siap menuju ke Daratan Tiongkok. Foto Google Earth/THNews[/caption]Oleh : Freddy Ilhamsyah PA

Dari hasil pengamatan penulis melalui fasilitas Google Earth pada Selasa 7 Juli 2015 pukul 15:40:25 WIB dapat diketahui bahwa posisi Topan (Typhoon) Chan-Hom saat itu berada dikoordinat 18°29'33.14"Lintang Utara dan 136°23'56.74"Bujur Timur berjarak sekitar 1.707,56 km (73,44 derajat) sebelah Timur Laut dari Kota Metropolitan Manila, Philipina atau sekitar 1.791,39 km (112,61 derajat) sebelah Tenggara dari Kota Taipei, Taiwan, 2.365,55 km (96,52 derajat) sebelah timur-Tenggara dari Hongkong dan 2.434,34 km (95,75 derajat) sebelah timur-Tenggara dari Macao. Posisinya saat itu berada di atas Laut Philipina.
[caption id="attachment_877" align="aligncenter" width="600"]Typhoon Chan-Hom. Foto Google Earth/THNews Typhoon Chan-Hom. Foto Google Earth/THNews[/caption]
Sementara menurut data yang dikutip dari Japan Meteorological Agency-Tropical Cyclone Information seperti yang diterbitkan pada Selasa, 7 Juli 2015 pukul 09:40 UTC atau pukul 16:40 WIB berdasarkan analisis pada pukul 09 UTC disebutkan bahwa Topan Chan-Hom memiliki skala besar dan berintensitas kuat posisi pusat berada di koordinat 18°40'(18.7°) Lintang Utara - 135°40'(135.7°) Bujur Timur yang mengarah barat-Barat Laut dengan kecepatan gerak 20 km per jam (12 knot). Tekanan di pusat 965 hPa (hectopascals). Kecepatan angin maksimum dekat pusat 35 meter/detik (70 knot). Hembusan maksimum kecepatan angin 50 meter/detik (100 knot). Area angin 50 knot atau lebih ALL170km (90 mil laut). Area angin 30 knot atau lebih ALL600km (325 mil laut).

Menurut BMKG-Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, Siklon Tropis Chan-Hom memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di Indonesia berupa :

• Gelombang dengan ketinggian 2 sampai 3 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Halmahera dan Papua Barat.
• Gelombang dengan ketinggian 3-5 meter berpeluang terjadi di Samudera Pasifik sebelah timur Philipina.
[caption id="attachment_878" align="aligncenter" width="600"]Typhoon Nangka. Foto Google Earth/THNews Typhoon Nangka. Foto Google Earth/THNews[/caption]
Sedang posisi Typhoon Nangka pada Selasa, 7 Juli 2015 pukul 15:45:10 WIB berada di koordinat 13°34'36.45"Lintang Utara dan 154°45'40.86"Bujur Timur berjarak sekitar 2.046, 72 km (102,40 derajat) sebelah Tenggara di belakang Typhoon Chan Hom dan berjarak sekitar 3.664,55 km sebelah timur dari Kota Metropolitan Manila, Philipina atau berjarak 3.710,80 km (103,73 derajat) sebelah Tenggara dari Taipei Taiwan, 4.439,51 km (95,18 derajat) sebelah timur-Tenggara dari Macao, dan 4.412,74 km (95,65 derajat) sebelah timur-Tenggara dari Hongkong. Posisinya ketika itu berada di pertengahan antara Kepulauan Mariana Utara (Guam/Saipan) dan Kepulauan Marshall di Samudera Pasifik Barat.

Menurut data yang dikutip dari Japan Meteorological Agency-Tropical Cyclone Information seperti yang diterbitkan pada Selasa, 7 Juli 2015 pukul 10:00 UTC atau pukul 17:00 WIB berdasarkan analisis pada pukul 09 UTC disebutkan bahwa Topan Nangka memiliki intensitas sangat kuat posisi pusatnya berada di koordinat 13°55'(13.9°) Lintang Utara - 154°00'(154.0°) Bujur Timur yang mengarah barat-Barat Laut dengan kecepatan gerak 20 km per jam (12 knot). Tekanan di pusat 935 hPa. Kecepatan angin maksimum dekat pusat 50 meter/detik (95 knot). Maksimum hembusan kecepatan angin 70 meter/detik (135 knot). Area angin 50 knot atau lebih ALL150 km (80 mil laut). Area angin 30 knot atau lebih Timur 330 km (180 mil laut) Barat 280 km (150 mil laut).
[caption id="attachment_879" align="aligncenter" width="600"]Severe Tropical Storm Linfa. Foto Google Earth/THNews. Severe Tropical Storm Linfa. Foto Google Earth/THNews.[/caption]
Keberadaan STS (Severe Tropical Storm) Linfa Selasa, 7 Juli 2015 pukul 16:23 WIB berlokasi di koordinat 20°29'38.09"Lintang Utara dan 118°54'17.50"Bujur Timur berjarak sekitar 535,83 km (112,51 derajat) sebelah Tenggara dari Hongkong dan 588,30 km (107,67 derajat) sebelah Tenggara dari Macao. Posisinya saat tulisan ini dibuat masih berada di atas wilayah Philipina.

Sementara menurut data yang dikutip dari Japan Meteorological Agency-Tropical Cyclone Information seperti yang diterbitkan pada Selasa, 7 Juli 2015 pukul 13:00 UTC atau pukul 20:00 WIB yang berdasarkan analisis pada pukul 12 UTC disebutkan bahwa Badai Berat (Severe Tropical Storm) Linfa ketika itu posisi pusatnya berada di koordinat 20°55'(20.9°) Lintang Utara - 118°25'(118.4°) Bujur Timur yang mengarah utara-Barat Laut dengan kecepatan perlahan. Tekanan di pusat 980 hPa. Kecepatan angin maksimum dekat pusat 25 meter/detik (50 knot). Hembusan maksimum kecepatan angin 35 meter/detik (70 knot). Area angin 30 knot atau lebih Barat Daya 390 km (219 mil laut), Tenggara 220 km (120 mil laut).

Menurut BMKG-Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, Siklon tropis LINFA memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia berupa :

• Hujan ringan - sedang berpotensi terjadi di NAD dan Sumatera Utara.
• Gelombang dengan ketinggian 2 sampai 3 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan barat NAD, Laut Natuna, dan Selat Karimata.
• Gelombang dengan ketinggian 3 sampai 5 meter berpeluang terjadi di wilayah perairan Utara Aceh, Laut Andaman, Laut China Selatan.

Note : Informasi ini ditujukan untuk rekan-rekan FB khusus rekan-rekan BMI yang bekerja di wilayah Philipina, Hong Kong, Macao, Taiwan dan di Daratan Tiongkok. Untuk memantau perkembangan berikutnya silahkan menghubungi Badan Meteorologi setempat.

Pangkalansusu, 07 Juli 2015
[caption id="attachment_882" align="aligncenter" width="600"]Peta prakiraan perjalanan badai dan topan. Gambar: http://severe.worldweather.wmo.int/tc/wnp/ Peta prakiraan perjalanan badai dan topan. Gambar: http://severe.worldweather.wmo.int/tc/wnp/[/caption]
Pemutakhiran data :

Kondisi Topan CHAN-HOM pada Selasa, 07 Juli pukul 20.00 HKT (waktu Hong Kong)
Posisi: 18°6'Lintang Utara - 135°3'Bujur Timur
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat: 130 km/jam

Chan-hom akan bergerak melintasi Pasifik Utara barat ke arah Kepulauan Ryukyu dan laut utara Taiwan dalam beberapa hari mendatang.
[caption id="attachment_883" align="aligncenter" width="590"]Prakiraan perjalanan Topan Chan-Hom Prakiraan perjalanan Topan Chan-Hom[/caption]
Prakiraan Posisi dan Intensitas Topan CHAN-HOM

Waktu dan tanggal : 20:00 HKT 08 Juli 2015
Posisi : 20°9'LU-131°4'BT
Klasifikasi: Topan Berat
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat 155 km/h

Waktu dan tanggal 20:00 HKT 09 Juli 2015
Posisi 24°0'LU-126°5'BT
Klasifikasi: Topan Berat
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat: 175 km/h

Waktu dan tanggal : 20:00 HKT 10 Juli 2015
Posisi: 26°4'LU-122°1'BT
Klasifikasi Topan Super
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat 195 km/h

Waktu dan tanggal : 20:00 HKT 11 Juli 2015
Posisi: 27°8'LU-119°4'BT
Klasifikasi: Topan
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat: 145 km/h

Waktu dan tanggal : 20:00 HKT 12 Juli 2015
Posisi: 30°2'LU-118°7'BT
Klasifikasi: Badai Tropis
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat: 85 km/h
Sumber : Obsevatorium Hong Kong
[caption id="attachment_884" align="aligncenter" width="600"]Prakiraan perjalanan Badai Berat Linfa Prakiraan perjalanan Badai Berat Linfa[/caption]
Kondisi Badai Tropis Berat Linfa pada Rabu, 08 Juli 2015 pukul 02:00 HKT (waktu Hong Kong)

Posisi: 21°1'Lintang Utara - 118°8'Bujur Timur (sekitar 500 km sebelah timur-Tenggara dari Hong Kong). Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat: 105 km/jam.

Siklon Tropis Linfa diperkirakan pada awalnya akan bergerak perlahan ke utara dan kemudian mengambil jalur yang lebih ke barat hari ini, merayap lebih dekat ke pantai Tenggara Tiongkok secara bertahap.

Waktu dan tanggal : 02:00 HKT 09 Juli 2015
Posisi: 23°0'LU-117°9'BT
Klasifikasi: Badai Tropis Berat
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat: 110 km/jam

Waktu dan tanggal : 02:00 HKT 10 Juli 2015
Posisi: 22°8'LU-113°8'BT
Klasifikasi: Depressi Tropis
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat: 55km/jam

Waktu dan tanggal : 02:00 HKT 11 Juli 2015
Posisi: 21°8'LU-110°9'BT
Klasifikasi: Area Tekanan Rendah
Maksimum angin berkelanjutan dekat pusat: 25km/jam
Sumber : Obsevatorium Hong Kong

Monday, 6 July 2015

Badai Tropis Linfa Sudah Mau Merapat Ke Daratan Tiongkok



Gambar: Google Earth/THNews

JAKARTA, Telukharunews.com – Berdasarkan hasil pemantauan Telukharunews.com melalui fasilitas Google Earth pada Minggu, 5 Juli 2015 pukul 21:49:50 WIB dapat diketahui bahwa posisi Badai pada Minggu, 5 Juli 2015 pukul 21:49:50 WIB berada di koordinat  17°53'45.76"Lintang Utara dan 119°24'32.59"Bujur Timur berjarak sekitar 746,22 km (131,23 derajat) sebelah Tenggara dari Hongkong atau 776,94 km (127,15 derajat) sebelah Tenggara dari Makau, dan 533,74 km (190,51 derajat) sebelah Selatan dari Kota Kaohsiung, Kabupaten Pingtung, Taiwan.

Kini badai tersebut sudah mulai menjauhi Manila dan Kota San Fernando, Philipina. Sedangkan di belakangnya masih ada dua badai lagi yang menyusul, yaitu Badai Tropis Chan-Hom dan Badai Tropis Nangka.

Sementara menurut data yang diterbitkan pada Minggu, 5 Juli 2015 pukul 09:50 UTC atau pukul 18:50 waktu Jepang dan pukul 16:50 WIB oleh Badan Meteorologi Jepang - Informasi Siklon Tropis (Japan Meteorological Agency-Tropical Cyclone Information), menyebutkan posisi pusat Badai Tropis Linfa pada pukul 16:00 WIB berada di koordinat 18°05'(18,1°) Lintang Utara dan 119°50' (199,8°) Bujur Timur bergerak ke arah barat-Barat Laut dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot). Tekanan di pusat 992hPa. Kecepatan angin maksimum 23 meter per detik (45 knots). Kecepatan hembusan angin maksimum 35 meter per detik (65 knots). Area angin 30 knots atau lebih : Selatan 220km (120 mil laut) dan Utara 170 km (90 mil laut).
Sedangkan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika - Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dalam Buletin Informasi Siklon Tropis yang dipublikasikan pada Minggu, 05 Juli 2015 pukul 08:18 WIB menyebutkan kondisi Siklon Tropis Linfa pada pukul 07:00 WIB posisinya berada di koordinat 17°,5'Lintang Utara, 122°,2'Bujur Timur (sekitar 1.610 km sebelah utara-Barat Laut Tahuna). Arah Gerak Barat Laut, kecepatan 8 knots (16 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia Kecepatan Angin Maksimum 55 knots (100 km/jam).

Siklon tropis LINFA memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia berupa :

  • Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.
  • Gelombang dengan ketinggian 2 - 3 m berpeluang terjadi di wilayah Laut Natuna, Perairan Kepulauan Natuna hingga  Kepulauan Anambas, Selat Karimata, Selat Makassar, Laut Sulu, Perairan Tarakan - Tanjung Redep, dan Laut Sulawesi bagian Barat.
  • Gelombang dengan ketinggian 3 sampai 5 meter berpeluang terjadi di wilayah Laut Tiongkok Selatan dan Samudera Pasifik timur Philipina. (fi)

Saturday, 4 July 2015

Harga ICP Juni 2015 Turun Jadi US$ 59,40 per Barel


Pemboran sumur migas di WKP Pertamina EP Pangkalansusu

JAKARTA, Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, harga rata-rata minyak mentah Indonesia dalam bulan Juni 2015 mencapai US$ 59,40 per barel atau turun sebesar US$ 2,46 per barel dari US$ 61,86 per barel pada Mei 2015.

Sementara harga Minas/SLC mencapai US$ 59,54 per barel atau turun sebesar US$ 3,16 per barel dari US$ 62,70 per barel pada bulan sebelumnya.

Penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bulan Juni 2015 bahwa pasokan minyak mentah OPEC di bulan Mei 2015 mengalami peningkatan sebesar 0,023 juta barel per hari menjadi sebesar 30,972 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain itu, berdasarkan laporan EIA (Energy Information Administration)-USA, tingkat stok gasoline dan distillate fuel oil Amerika Serikat selama bulan Juni 2015 mengalami peningkatan, sebagai berikut :

  • Stok gasoline naik1,1 juta barel menjadi sebesar 218,5 juta barel, lebih tinggi 3,5 juta barel dibandingkan stok pada periode tahun sebelumnya yang mencapai 215,0 juta barel.
  • Stok distillate fuel oil naik 1,9 juta barel menjadi sebesar 135,4 juta barel, lebih tinggi 14,8 juta barel dibandingkan stok pada periode tahun sebelumnya sebesar 120,6 juta barel.

Faktor lainnya adalah peningkatan ekspor minyak mentah Iran selama bulan Juni 2015 mencapai 3,20 juta barel per hari disebabkan kemungkinan dihapuskannya sanksi ekonomi terkait kesepakatan nuklir Iran, kekhawatiran melemahnya perekonomian Eropa akibat potensi gagal bayar utang Yunani kepada IMF dan kebijakan baru dari Pemerintah Amerika Serikat yang mengizinkan ekspor kondensat.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh menurunnya pertumbuhan ekonomi Cina menjadi 7% pada kuartal I 2015 dibandingkan tahun 2014 sebesar 7,4% yang merupakan laju pertumbuhan terendah sejak tahun 2009 dan meningkatnya freight rates mengakibatkan pengapalan kondensat di kawasan Asia cenderung berkurang.

“Selain itu, menurunnya angka penjualan kendaraan bermotor di Cina mengakibatkan penurunan angka impor minyak mentah Cina turun hingga 10% pada akhir bulan Mei 2015,” kata Tim Harga Minyak.

Lebih lanjut Tim Harga Minyak menyatakan, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Juni 2015 dibandingkan bulan Mei 2015 mengalami penurunan, kecuali pada WTI (Nymex) karena summer driving season di Amerika Serikat.

Selengkapnya perkembangan harga minyak mentah internasional, sebagai berikut:

  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 0,43 per barel dari US$ 59,40 per barel menjadi US$ 59,83 per barel.
  • Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,86 per barel dari US$ 65,61 per barel menjadi US$ 63,75 per barel.
  • Basket OPEC turun sebesar US$ 1,88 per barel dari US$ 62,16 per barel menjadi US$ 60,28 per barel.

Sumber : Ditjen Migas

Kesepakatan KESDM - BI Tentang Peraturan Kewajiban Penggunaan Rupiah


JAKARTA, Telukharunews.com - Sehubungan dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/PBI/2015 Tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, ditetapkan pada 31 Maret 2015 yang lalu dan berlaku mulai 1 Juli 2015, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendukung sepenuhnya Implementasi PBI 17/3/2015 dan akan secara aktif berkontribusi agar tujuan dari dikeluarkannya kebijakan ini dapat semaksimal mungkin tercapai.

Bank Indonesia (BI) selaku Otoritas Moneter telah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/PBI/2015 dengan tujuan dan semangat untuk meningkatkan kedalaman pasar Rupiah dalam rangka stabilisasi nilai tukar yang pada ujungnya diharapkan dapat mendorong stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam Siaran Pers Nomor 40/SJI/2015 tanggal 01 Juli 2015 menyebutkan, Kementerian ESDM memperhatikan dan memahami bahwa banyak masukan dan kepedulian dari para pelaku usaha baik di bidang Migas, Ketenagalistrikan, Minerba maupun bidang Energi baru-terbarukan terkait dengan kebijakan ini.

Masukan-masukan tersebut telah dikomunikasikan dan dikoordinasikan secara serius kepada BI selaku otoritas moneter. Kementerian ESDM dan BI telah mencapai kesepakatan bahwa:

1. Akan bekerjasama menyusun langkah-langkah implementasi agar penerapan peraturan ini di sektor energi dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan secara maksimal dan mengantisipasi permasalahan yang mungkin akan timbul.
2. Memahami karakteristik khusus yang dimiliki oleh Industri di sektor energi  mengakibatkan implementasi PBI tersebut untuk keseluruhan transaski  tidak bisa sekaligus dan membutuhkan pendalaman terhadap karakterisktik transaksi yang dapat dikategorikan sebagai berikut:
         
- Kategori 1:Transaksi yang bisa langsung menerapkan ketentuan PBI misalnya sewa   kantor/rumah/kenderaan, gaji karyawan Indonesia, berbagai support service.

- Kategori 2: Transaksi yang masih membutuhkan waktu agar bisa menerapkan ketentuan PBI misalnya: bahan bakar (fuel), transaksi  impor melalui agen lokal, kontrak jangka panjang, kontrak multi-currency.  

- Kategori 3: Transaksi yang secara fundamental sulit memenuhi ketentuan PBI karena berbagai faktor antara lain regulasi pemerintah. Misalnya: gaji karyawan expatriate, drilling service dan sewa kapal.
3. Terhadap transaksi kategori 1 di atas akan diberikan waktu transisi paling lambat 6 bulan. 

4. Terhadap jenis transaksi yang masuk kategori 2, transaksi yang karena sebuah perjanjian dengan jangka waktu tertentu tetap bertransaksi dengan mata uang asing  maka akan dijajaki kemungkinan perubahan perjanjian. 

5. Terhadap jenis transaksi kategori 3, pelaku usaha dapat melanjutkan transaksi dengan mata uang asing.

6. Kementerian ESDM dan BI akan membentuk suatu gugus tugas terkait implementasi peraturan ini yang akan memfasilitasi dan meyakinkan bahwa dunia usaha tidak mengalami kesulitan dan kegiatan usaha dapat berjalan normal.

7. Kementerian ESDM dan BI akan mengeluarkan tata cara pelaksanaan mengenai implementasi PBI nomor 17/3/PBI/2015 di sektor energi. (fi)