Thursday, 3 January 2013

47 POD Migas Disetujui, Pemerintah Peroleh US$ 18,9 Miliar

Ist.
JAKARTA – Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKMIGAS) telah mengeluarkan persetujuan 47 rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) sepanjang tahun 2012.
“Dari persetujuan POD tersebut, perkiraan penerimaan bersih yang diterima Negara sebesar US$ 18,9 miliar,” kata Deputi Perencanaan, SKMIGAS, Widhyawan Prawiraatmadja di Jakarta, Selasa (1/1).
Dia menjelaskan, total kumulatif produksi dari 47 POD tersebut diperkirakan sebesar 956 juta barel ekuivalen minyak. Rinciannya, sebanyak 216 juta barel minyak bumi, 4,1 triliun kaki kubik gas bumi, dan 7,6 juta barel elpiji (liquified petroleum gas/LPG). Dana yang dikeluarkan untuk memproduksikan cadangan tersebut mencapai US$ 21,3 miliar. Biaya investasi memiliki porsi terbesar pengeluaran dengan 67 persen atau US$ 14,32 miliar, biaya operasi sebesar 31 persen atau US$ 6,5 miliar, dan biaya untuk pemulihan kondisi lapangan setelah operasi (dana abandonment and siterestoration/ASR) sebesar dua persen atau US$ 447 juta. “SKMIGAS mendorong peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam realisasi dana tersebut agar tercipta efek berganda untuk perekonomian nasional,” kata Widhyawan.
Berdasarkan data SKMIGAS, tiga adalah POD I dan revisi POD I yang mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ketiganya adalah POD I Lapangan Ario Damar-Sriwijaya dengan kontraktor kontrak kerja sama Tropik Energi Pandan, POD I Lapangan South Sebuku dengan kontraktor Medco E&P Bengara, dan revisi POD I Lapangan Kepodang dengan kontraktor Petronas Carigali Muriah.
Yang menjadi catatan penting, kata Widhyawan, disetujuinya POD II Lapangan Tangguh Train 3 dengan kontraktor BP Berau Ltd. Total investasi yang dibutuhkan sebesar US$ 11,13 miliar dengan kumulatif produksi sebesar 2,48 triliun kaki kubik gas dengan tingkat produksi puncak sekitar 700 juta kaki kubik per hari per hari.
Pertamina EP merupakan kontraktor yang paling banyak mengusulkan dengan 26 POD. Hal ini seiring upaya Pertamina EP untuk meningkatkan produksi nasional dari lapangan-lapangan di wilayah Sumatera dan Jawa. Selain itu, Pertamina EP sedang mencoba meningkatkan cadangan dari lapangan yang sudah mature melalui metode pengangkatan minyak tingkat lanjut (enhanced oil recovery/EOR) dengan water floodling di Lapangan Talang Jimar dan Tapian Timur. “Upaya peremajaan fasilitas produksi juga dilakukan pada Lapangan Beringin, Prabumulih, dan Paluh Tabuhan Timur agar produksi bisa lebih optimal,” kata Widhyawan.
Dia mengungkapkan, Chevron Pacific Indonesia juga aktif mengembangkan lapangan dengan mengusulkan enam POD, yaitu Lapangan Petapahan Phase-1, Duri Area-8 Rindu, Duri Area-12, Sangsam, Duri Area 7 Rindu, dan Sumur Jorang Deep-1. Metode EOR dengan steam flood akan diterapkan Chevron, khusus di Lapangan Duri Area 7 Rindu. Rujukannya, mengambil pelajaran dan pengalaman menggunakan metode steam flood di lapangan dan area Duri dalam wilayah kerja (WK) Rokan. Diperkirakan peningkatan cadangan dari enam POD tersebut sebesar 34,7 juta barel minyak dan 9,9 miliar kaki kubik gas dengan biaya sebesar US$ 850 juta.
Pertamina Hulu Energi (PHE) pada tahun ini mengusulkan tiga POD. Dua diantaranya berasal dari WK Offshore North West Java (ONWJ), sisanya dari WK West Madura Offshore (WMO). Produksi gas dari lapangan tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas domestik sebesar 60 miliar kaki kubik dengan perkiraan biaya investasi sebesar US$ 418,8 juta. Medco E&P Indonesia juga mengusulkan tiga POD yaitu lapangan Lica, Rumbi,  dan South Sebuku. Produksi gas Lapangan South Sebuku akan dialirkan untuk memenuhi kelistrikan di daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, yaitu di Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur.
Tahun 2012 sebanyak 53 POD diusulkan. Enam diantaranya dikembalikan karena beberapa hal teknis dan administrasi yang tidak terpenuhi. “Tahun ini memecahkan rekor terbanyak persetujuan POD,” kata Widhyawan. (esdm)

GEMPA 5.0 SR DI PERAIRAN BARATDAYA MUKOMUKO BENGKULU


BENGKULU, Telukharunews – Gempa berkekuatan 5,0 pada skala Richter yang terjadi di perairan lepas pantai Baratdaya Mukomuko Bengkulu, Rabu (02/1/2013) tidak berpotensi Tsunami.

Pusat gempa yang terjadi pada pukul 09:00:31 WIB berada di kordinat 2,928° Lintang Selatan, 101,136° BujurTimur dengan kedalaman 41,1 km di dasar laut berjarak 81 km BaratDaya Mukomuko, Bengkulu, dan 97 km dari Selatan Baratdaya Sungaipenuh Jambi, atau 110 km BaratLaut Bengkulu Utara, serta 165 km BaratLaut dari Curup, dan 196 km di sebelah  BaratLaut  Lubuklinggau.

Sumber : InaTEWS/BMKG/USGS-NEIC.

Wednesday, 2 January 2013

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.



Here's an excerpt:



4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 19.000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 4 Film Festivals

Click here to see the complete report.

Tuesday, 1 January 2013

BADAI TROPIS DUMILE MUNCUL DI LEPAS PANTAI PERAIRAN MADAGASKAR


MADAGASKAR, Telukharunews - Badai Tropis Sedang bernama “Dumile” Muncul di Lepas Pantai Perairan Madagaskar, Samudera Hindia pada Selasa, 1 Januari 2013 pukul 10:00 waktu setempat. Tingkat tekanan di permukaan laut 991 mb dengan maksimum berkelanjutan angin 35 knot (40,28 mph)*

Sementara posisi yang terpantau pada Selasa (1/1/2013) pukul 18:15 WIB, badai tropis Dumile katagori sedang, kini berada di kordinat 12° 0'4.16" Lintang Selatan - 56°20'13.79" Bujur Timur berjarak sekitar 4758,55 km (70,60°) dari Sumatera Utara.

Sebelumnya, pada hari yang sama, cikalbakal badai Dumile sudah terpantau oleh Telukharunews pada pukul 12:03 WIB melalui melalui pencitraan google earth dari monitor layar labtop Telukharunews.

Note: *Sumber: La Reunion-Siklon Tropis Centre / Meteo-France
Organisasi Meteorologi Dunia