Tuesday, 1 September 2015

Program Biodiesel-15 Telah Berjalan



JAKARTA - Menyikapi perkembangan situasi saat ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit telah melakukan konsolidasi dengan industri sawit Indonesia. Disadari sepenuhnya bulan-bulan ini adalah masa yg sangat sulit dan masih mungkin lebih sulit ke depan.

Namun petani dan industri sawit masih cukup optimis. Paling tidak pohon sawitnya masih ada dan berbuah, pabriknya sudah berdiri dan berproduksi. "Indonesia memiliki industri yang paling kompetitif di dunia. Jika kita saja kesulitan, maka pesaing-pesaing kita akan lebih sulit lagi," ujar Dirut BPDP Bayu Krisnamurti di Jakarta, Selasa (1/9).

Bayu juga menegaskan bahwa BPDP telah memiliki langkah strategis yang akan diteruskan dalam situasi yang sulit ini adalah meningkatkan konsumsi biodiesel dalam negeri dan replanting. Kedua hal itu meningkatkan permintaan dan mengurangi supply 'in a productive way'.

"Kita yakin bahwa situasi sulit ini akan berakhir serta keseimbangan baru akan tercapai. Pasar akan tumbuh lagi dan sawit Indonesia akan jadi yang paling siap bersaing mengisinya," lanjut Bayu.

Sampai dengan 31 Agustus kemarin, hanya dalam 5 hari kerja telah tersalurkan 9,7 juta liter biodiesel dari produsen biodiesel sawit ke Pertamina, atau hampir 10 ribu KiloLiter (KL) Itupun baru yg dikirim lewat truk tangki (jalan darat). "Sedangkan pengiriman besar menggunakan kapal akan tiba 1-2 hari lagi. Jumlah itu merupakan bagian kontrak lebih dari 300 ribu KL untuk delivery sampai Oktober 2015. 400 ribu KL lagi sedang dalam proses kontrak untuk delivery sampai Desember. Perusahaan yg telah mengirimkan biodieselnya ke Pertamina antara lain adalah PT MusimMas," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tisnaldi mengungkapkan bahwa untuk pembayaran dana oleh BPDP terhadap selisih kurang HIP BBM jenis tertenu dengan HIP biodiesel KESDM siap melakukan verifikasi volume BBN Biodiesel yang disalurkan ke BU BBM untuk dicampur dengan minyak solar jenis tertentu. Untuk tahun 2016, kontrak kebutuhan Pertamina diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta KL biodiesel untuk program PSO dan sekitar 2,6 juta untuk non PSO dari total kebutuhan BBN jenis Biodiesel di tahun 2016 yang diperkirakan sebesar 6,48 juta Kl.

Tisnaldi juga menambahkan, dengan mandatori penggunaan biodiesel sebesar 20% (B20) yang akan dilakukan mulai tahun 2016, penghematan devisa dan pengurangan ketergantungan terhadap BBM mencapai 46,02 triliun rupiah. Selain itu, dengan berkembangnya industri bahan bakar nabati (BBN) di dalam negeri akan menyerap tenaga kerja lebih dari 5 ribu orang yang diiringi juga dengan peningkatan pajak penghasilan badan. "Hal ini juga dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit sebesar 61%, pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2e  yang dapat meningkatan kualitas lingkungan dan ketahanan serta kedaulatan energi nasional,” ungkap Tisnaldi.

Penetapan Harga BBM Berlaku Mulai 1 September 2015



Harga BBM Tidak Naik

JAKARTA, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, IGN Wiratmaja dalam Siaran Pers No.: 54/SJI/2015 Tanggal 31 Agustus 2015 pukul 23:15 WIB merilis Pemerintah terus mencermati perkembangan harga minyak dunia dan kondisi perekonomian nasional saat ini. Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015.

Pemerintah melakukan evaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang didasarkan pada perkembangan harga patokan dengan periode 1 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Demi menjaga kestabilan sosial ekonomi, pengelolaan harga dan logistik serta untuk menjamin penyediaan BBM Nasional, Pemerintah memutuskan bahwa per tanggal 1 September 2015 pukul 00.00 waktu setempat, tidak mengalami perubahan, harga BBM jenis Bensin Premium RON 88 di Wilayah Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali tetap Rp 7.300/liter dan jenis Minyak Solar Subsidi tetap Rp 6.900/liter. Harga Minyak Tanah juga dinyatakan tetap yaitu Rp. 2.500/liter (termasuk PPN).

Ketentuan harga BBM Premium untuk wilayah distribusi Jawa-Madura-Bali ditetapkan oleh PT.Pertamina melalui koordinasi dengan Pemerintah dan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Selain itu, keputusan Pemerintah menetapkan Harga Jual Eceran BBM juga mempertimbangkan upaya untuk menyeimbangkan defisit/surplus yang dialami oleh Badan Usaha yang mendapat penugasan Pemerintah untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM. Selama beberapa periode sebelumnya, Badan Usaha tersebut harus menjual BBM, khususnya Bensin Premium, di bawah harga keekonomian.

Untuk menjaga akuntabilitas publik, auditor Pemerintah maupun Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dilibatkan. Audit itu mencakup realisasi volume pendistribusian jenis BBM tertentu, penugasan khusus, besaran harga dasar, biaya penugasan pada periode yang telah ditetapkan, besaran subsidi, hingga pemanfaatan defisit/surplus dari harga jual eceran yang ditentukan dalam satu tahun anggaran. ***

Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Tanggal 01 Sampai 03 Septemer 2015



JAKARTA, Telukharunews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Jakarta dalam situs nya pada Senin, 31 Agustus 2015 pukul 17:08 WIB telah melakukan pemutakhiran data tentang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim yang berlaku untuk tanggal 01 sampai 03 September 015 terkait dengan adanya perlambatan kecepatan angin terjadi di Samudera hindia sebelah Barat Sumatera bag Utara dan konvergensi di Kalimantan bagian Utara yang mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di daerah sekitarnya. Kelembaban udara cukup tinggi di wilayah Sumatera bagian Utara, Kalimantan, Papua Barat dan Papua. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Akibat adanya kondisi tersebut di atas, maka diperkirakan akan menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat yaitu di Aceh, Sumatera Utara bagian Utara, Kalimantan Barat bagian Utara dan Kalimantan Utara.
Sementara terkait dengan adanya awan gelap (cumulonimbus) di lokasi tersebut (lihat peta) dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Daerah yang berpotensi Hujan Lebat disertai Petir berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Mentawai – Padang, dan Teluk Cendrawasih. (fi)

Sumber: BMKG

Badai Kategori 4 Jimena Menuju Ke Barat Samudera Pasifik


Gambar: Google Earth/THNews

JAKARTA, Berdasarkan hasil pengamatan Telukharunews.com melalui fasilitas Google Earth pada Senin, 31 Agustus 2015 pukul 23:21 WIB dapat diketahui saat itu Badai Kategori 4 Jimena yang berdiameter Timur-Barat 873,52 km (257,43 derajat) Utara-Selatan 670,19 km (180,14 derajat) posisinya berada di koordinat 15°36'9.73"Lintang Utara - 135°8'25.13"Bujur Barat. Jimena memiliki mata berdiameter Timur-Barat 39,10 km (270,55 derajat). Utara-Selatan 39,54 km (180,08 derajat).

Sementara menurut prakiraan Badan Layanan Cuaca Nasional-Pusat Badai Nasional (NWS National Hurricane Center) Miami, Florida dalam rilis yang dikeluarkan pada Senin, 31 Agustus 2015 pukul 15:00 UTC atau pukul 22:00 WIB disebutkan posisi pusat badai Jimena berada di dekat koordinat 15°6'Lintang Utara - 135°3'Bujur Barat posisi akurat sekitar 5 NM bergerak maju ke arah Barat atau 280 derajat 14 knot.

Estimasi minimum tekanan di pusat 936 MB, memiliki mata berdiameter 20 NM dan maksimum angin berkelanjutan 130 knot dengan hembusan 160 knot. (fi)